Mata

Abrasi Kornea

30 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Abrasi Kornea
Abrasi kornea merupakan luka gores pada bagian mata yang disebut kornea
Abrasi kornea adalah kondisi ketika ada goresan pada permukaan kornea mata. Kornea adalah lapisan bening yang menutupi iris dan melindungi pupil (lingkaran hitam di tengah mata).Abrasi kornea bisa bisa terjadi dalam sekejap, ketika Anda menggosok mata secara tidak sengaja atau ada benda asing yang terperangkap di bawah kelopak mata, seperti kotoran atau pasir. Selain itu penggunaan lensa kontak dan cakaran binatang juga dapat menyebabkan abrasi kornea.Pada dasarnya abrasi kornea termasuk luka ringan dan dapat sembuh dengan cepat. Namun, kadang abrasi kornea juga memicu peradangan mata. Abrasi kornea yang terinfeksi juga bisa menjadi ulkus kornea.Oleh karena itu jika mengalami abrasi kornea ada baiknya Anda segera memeriksakan kondisi ke dokter mata, agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Abrasi Kornea
Dokter spesialis Mata
GejalaNyeri mata, mata merah, mata seperti kelilipan
Faktor risikoMata kering, penggunaan lensa kontak yang lama
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan
ObatObat tetes antibiotik, salep antibiotik
KomplikasiUlkulus kornea, keratitis, penglihatan terganggu
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala abrasi kornea
Gejala yang timbul pada abrasi kornea yaitu sebagai berikut:
  • Nyeri pada mata
  • Mata merah
  • Mata seperti kelilipan
  • Perih pada mata
  • Mata yang sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan buram
  • Sakit kepala
 
Penyebab abrasi kornea yang utama adalah tergoresnya kornea akibat kontak langsung dengan benda asing. Berikut contohnya:
  • Terkena tanah, pasir, debu, atau benda asing lain
  • Terkena zat kimia pada mata
  • Mengucek mata terlalu keras
  • Menggunakan lensa kontak yang tidak pas atau kotor
  • Infeksi mata
  • Operasi mata tanpa menggunakan penutup mata setelahnya
  • Tidak menggunakan pelindung mata pada olahraga dengan risiko tinggi mengalami benturan
  • Terkena ujung jari, pena, atau alat rias
 

Faktor risiko abrasi kornea

Beberapa faktor risiko abrasi kornea meliputi:
 
Untuk menentukan diagnosis abrasi kornea, dokter dapat melakukan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan semua gejala yang dirasakan pasien serta kronologis terjadinya keluhan.
  • Pemeriksaan mata

Saat pemeriksaan mata, dokter akan memberi obat tetes mata untuk mengendurkan otot mata dan melebarkan pupil. Dokter juga akan memberi tetes fluorescein untuk menyoroti ketidaksempurnaan di permukaan kornea.Pasien juga mungkin menerima anestesi pada kornea guna mengurangi rasa sakit. Kemudian dokter menggunakan lampu khusus dan alat pembesar untuk memeriksa ada tidaknya goresan serta benda asing di dalam mata pasien. 
Cara mengobati abrasi kornea umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan abrasi kornea yang disarankan oleh dokter meliputi:
  • Obat tetes mata untuk meredakan rasa nyeri dan kemerahan
  • Obat tetes mata antibiotik untuk mencegah infeksi selama penyembuhan
  • Salep antibiotik untuk mengurangi peradangan, dan menghilangkan rasa sakit serta sensitivitas cahaya
  • Dalam beberapa kasus, kornea yang tergores dirawat lensa kontak perban
Lama proses penyembuhan abrasi kornea bervariasi dan bergantung pada besarnya luka. Luka yang kecil bisa sembuh dalam 1-3 hari.Biasanya, dokter akan mempertimbangkan memberi obat tetes mata untuk membantu penyembuhan abrasi kornea dan mencegah infeksi. 

Petolongan pertama saat ada benda asing yang masuk ke mata

Penanganan pertama sangatlah penting. Ketika merasa mata terkena benda asing dan mengalami gejala tertentu, lakukanlah beberapa langkah berikut:
  • Bilas mata

Bilas mata dengan air bersih yang mengalir (bisa menggunakan air mineral yang baru dibuka) atau larutan salin. Langkah iin membantu dalam menghilangkan benda asing yang masuk ke mata.
  • Berkedip

Berkediplah beberapa kali sampai mata lebih nyaman. Langkah ini membantu dalam membuang partikel kecil pada mata yang terasa mengganjal.Perlu diingat bahwa pasien sebaiknya menghindari hal-hal berikut karena dapat memperburuk kondisi mata:
  • Jangan mencoba untuk mencabut atau membuang benda asing yang ada pada mata jika tidak hilang walau sudah dibilas
  • Jangan mengucek mata setelah terkena benda asing
  • Jangan sentuh bola mata dengan cottonbud atau benda lainnya
  • Lepaskan kontak lensa jika sedang memakainya
Setelah Anda melakukan penanganan pertama dan keluhan masih terasa, periksakanlah diri Anda ke dokter. Jika perlu, dokter dapat mengulang pembilasan pada mata dan membantu dalam membuang benda asing pada mata jika masih tertinggal. 

Komplikasi abrasi kornea

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi abrasi kornea:
  • Penglihatan terganggu dalam jangka waktu panjang
  • Keratitis akibat bakteri
  • Iritis traumatis
  • Ulkus kornea
  • Sindrom erosi berulang
Baca Juga: Obat Tetes Mata Antibiotik Bukan Obat Dewa, Perhatikan Ini Saat Memakainya 
Cara mencegah abrasi kornea yang bisa dilakukan meliputi:
  • Gunakan kacamata kerja atau pelindung mata saat bekerja
  • Jika menggunakan lensa kontak, perhatikan kebersihannya, durasi penggunaan, serta kedauwarsanya
  • Jangan mengucek mata
  • Bila mata gatal atau tak nyaman, cobalah untuk berkedip beberapa kali, tarik kelopak mata atas perlahan-lahan, serta bilas mata dengan air bersih atau larutan salin
  • Jangan menyentuh bola mata dengan kapas, pinset, atau instrumen lainnya
 
Berkonsultasilah pada dokter ketika mata Anda mengalami kontak dengan benda asing dan menimbulkan keluhan tertentu walau Anda telah melakukan penanganan awal dengan benar. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait abrasi kornea?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis abrasi kornea agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-corneal-abrasion/basics/art-20056659
Diakses pada 13 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/corneal-abrasions
Diakses pada 13 Oktober 2019
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/corneal-abrasion.htm
Diakses pada 13 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/corneal-abrasion
Diakses pada 13 Oktober 2019
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2013/0115/p114.html
Diakses pada 30 Juni 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1195402-overview#a1
Diakses pada 30 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email