Infeksi

Abses Gigi

21 Apr 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Abses Gigi
Abses gigi dapat dicegah dengan membersihkan gigi secara teratur menggunakan benang gigi atau pasta gigi berflorida.
Abses gigi adalah kumpulan nanah di dalam gigi, gusi, atau tulang penyanggah gigi. Penyait ini disebabkan oleh infeksi bakteri.Abses dalam mulut ini dapat dikelompokkan berdasarkan lokasinya. Abses di ujung gigi disebut abses periapikal. Sementara abses pada gusi disebut abses periodontal.Abses gigi bisa menimbulkan rasa nyeri bagi penderitanya. Karena itu, sangat penting untuk mengobati abses secepat mungkin.Perlu bantuan dari dokter gigi untuk mengatasi abses gigi. Pasalnya, abses tidak bisa sembuh dengan sendirinya dan dapat menyebar ke bagian lain. 
Abses Gigi
Dokter spesialis Gigi
GejalaSakit di gigi atau gusi, nyeri menyebar ke telinga, rasa sakit memburuk saat berbaring
Faktor risikoKonsumsi makanan tinggi gula, kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, mengetuk gigi, rontgen
PengobatanMencabut gigi, perawatan saluran akar, insisi dan drainase
ObatAntibiotik
KomplikasiAbses periapikal, abses periodontal
Kapan harus ke dokter?Merasakan gejala abses gigi, bengkak, dan sulit menelan
Gejala abses gigi umumnya bisa berupa:
  • Rasa sakit berdenyut di gigi atau gusi yang datang tiba-tiba dan semakin memburuk
  • Rasa sakit yang menyebar ke telinga, rahang, dan leher pada sisi yang sama
  • Rasa sakit yang memburuk ketika berbaring dan dapat mengganggu tidur
  • Kemerahan dan bengkak di wajah
  • Gigi goyang dan berubah warna
  • Gusi mengkilap, merah dan bengkak
  • Sensitivitas terhadap makanan dan minuman panas atau dingin
  • Bau mulut dan rasa tidak enak di mulut
  • Demam
  • Kelenjar getah bening membengkak 
  • Jika abses pecah maka akan ada bau tidak sedap, lidah mengecap rasa busuk
 
Abses gigi disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam gigi dan umumnya terjadi sebagi komplikasi dari infeksi yang terjadi di gigi.
  • Penyebab abses periapikal

Abses dapat terbentuk di ujung akar gigi karena bakteri yang masuk melalui lubang di gigi. Semakin parah lubang yang terdapat di gigi, bakteri akan mampu masuk semakin dalam, bahkan hingga ke ujung akar hingga dapat membentuk abses.
  • Penyebab abses periodontal

Bakteri yang terdapat pada plak gigi juga dapat menginfeksi gusi dan menyebabkan radang gusi. Kondisi ini menyebabkan jaringan lunak dan permukaan akar gigi yang tadinya saling menempel menjadi terpisah dan membentuk sebuah cekungan seperti kantung.Kantung tersebut sangat mudah kotor dan sulit dibersihkan. Sehingga, bakteri banyak yang tertumpuk di sana. Lama kelamaan, bakteri tersebut akan menyebabkan terbentuknya abses periodontal.Faktor resiko abses gigi adalah seseorang yang sering konsumsi makanan tinggi gula dimana dapat menyebabkan gigi berubang, kemudian dapat pula disebabkan oleh kurangnya kebersihan gigi dan mulut. 
Diagnosis untuk abses gigi hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi dengan cara:
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi gigi maupun rongga mulut pasien. 
  • Mengetuk gigi

Pada gigi dengan abses di ujung akarnya, akan lebih sensitif dan mudah nyeri bila diketuk oleh dokter.
  • Rontgen gigi

Pengambilan rontgen gigi dapat membantu dokter untuk melihat abses secara lebih jelas dan mengetahui ada tidaknya penyebaran abses di area lain.
  • CT scan

Apabila abses telah menyebar hingga ke area leher, CT scan dapat membantu untuk melihat sejauh mana infeksi telah menyebar. 
Pengobatan abses gigi dilakukan dengan menghilangkan sumber infeksi dan mengeluarkan nanah pada lokasi abses. Sejumlah langkah perawatan abses gigi antara lain:
  • Mencabut gigi yang terkena abses

Pencabutan gigi diperlukan apabila perawatan saluran akar tidak memungkinkan.
  • Perawatan saluran akar

Perawatan saluran akar bertujuan menghilangkan abses dari akar gigi yang bermasalah. Langkah ini dilakukan sebelum gigi ditambal.
  • Insisi dan drainase

Dokter gigi akan membuat sayatan pada gusi untuk mengeluarkan abses.Anestesi lokal biasanya akan digunakan untuk membius area yang terinfeksi saat prosedur dilakukan. Antibiotik tidak diresepkan rutin untuk abses gigi, tapi dapat digunakan jika infeksi menyebar atau menyebabkan kondisi yang sangat parah. 

Komplikasi abses gigi

Bila tidak ditangani dengan benar, abses gigi bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Pecahnya abses

Abses yang pecah bisa memicu penyebaran bakteri ke bagian lain dalam mulut.
  • Sepsis

Sepsis adalah penyebaran infeksi ke berbagai bagian tubuh karena bakteri sudah masuk ke aliran darah. Pada komplikasi abses gigi yang tidak dirawat, bakteri bisa menyebar ke kepala, leher, hingga otak.Sepsis termasuk kondisi darurat medis yang perlu ditangani secepat mungkin. Pasalnya, kondisi ini bisa berakibat fatal. 
Risiko terjadinya abses gigi dapat dikurangi dengan menjaga gigi dan gusi tetap sehat. Hal-hal yang dapat Anda lakukan di antaranya adalah:
  • Menyikat gigi dengan pasta gigi berflorida, minimal dua kali sehari
  • Menggunakan benang gigi setidaknya satu kali sehari
  • Mengurangi makanan dan minuman manis yang mengandung zat tepung, terutama sebelum tidur
  • Melakukan kunjungan ke dokter gigi secara teratur, setidaknya enam bulan sekali
 
Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila Anda merasakan hal berikut ini:
  • Merasakan timbulnya tanda dan gejala abses gigi
  • Timbul pembengkakan disertai demam
  • Kesulitan menelan makanan dan sesak napas
Tanda di atas menunjukkan bahwa abses gigi yang Anda derita telah menyebar lebih dalam hingga ke rahang dan jaringan lain yang mengelilinginya.  
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait abses gigi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis abses gigi agar penanganan yang tepat bisa diberikan.  
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dental-abscess/ 
Diakses pada 15 Februari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tooth-abscess/symptoms-causes/syc-20350901
Diakses pada 15 Februari 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/170136.php 
Diakses pada 15 Februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email