Infeksi

Abses Payudara

23 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Abses Payudara
Abses payudara terjadi karena adanya penumpukan nanah
Abses payudara adalah penumpukan nanah tepat di bawah kulit payudara yang menyakitkan dan disebabkan oleh infeksi bakteri.Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi bakteri ini adalah Staphylococcus aureus. Bakteri bisa masuk melalui celah di kulit payudara atau di puting susu.Kondisi ini biasanya terjadi ibu menyusui. Namun, tidak menutup kemungkinan abses payudara juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui. Abses payudara dapat timbul sebagai komplikasi dari peradangan payudara (mastitis) yang disebabkan oleh infeksi bakteri.Mastitis menyerang jaringan lemak payudara, sehingga menyebabkan pembengkakan dan tekanan pada saluran yang mengeluarkan ASI. Hal inilah yang kemudian menyebabkan saluran susu berisi nanah.Pada wanita yang tidak menyusui, abses umumnya dianggap sebagai lesi jinak pada payudara. Mastitis tanpa abses dapat diobati dengan antibiotik. 
Abses Payudara
Dokter spesialis Bedah
GejalaNyeri payudara, payudara bengkak, keluar nanah dari payudara
Faktor risikoStres, jadwal makan tidak konsisten
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan, kompres dingin
ObatAntibiotik
KomplikasiPuting dan areola berubah bentuk
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala abses payudara
Secara umum tanda dan gejala abses payudara meliputi
  • Payudara terasa hangat, bengkak, dan kemerahan
  • Nyeri di payudara
  • Keluar nanah dari payudara
  • Produksi ASI
  • Suhu tubuh tinggi
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Tubuh terasa lelah
 
Penyebab utama abses payudara adalah infeksi bakteri.Infeksi pada payudara dapat terjadi ketika:
  • Bakteri masuk melalui celah-celah di puting susu
  • Saluran susu tersumbat
  • Benda asing memasuki payudara seperti tindik puting susu atau implan payudara
Selain itu, abses payudara juga bisa disebabkan oleh mastitis yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat. 

Faktor risiko abses payudara

Beberapa faktor risiko abses payudara meliputi:

Pada ibu menyusui

  • Tidak mengikuti jadwal makan yang konsisten
  • Tekanan pada saluran susu dari bra yang terlalu ketat
  • Melewatkan sesi menyusui
  • Stres dan kelelahan pada ibu baru
  • Menyapih bayi terlalu cepat

Pada wanita yang tidak menyusui

  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki riwayat abses payudara sebelumnya
  • Kanker payudara inflamasi (jenis kanker payudara yang langka)
  • Merokok
  • Usia 15-45 tahun
 
Diagnosis abses payudara dilakukan dengan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan bertanya pada Anda mengenai gejala yang dialami.
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan cara melihat payudara dan mengambil sampel nanah. Nanah nantinya akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan jenis infeksi yang miliki.Dokter mungkin perlu tahu persis jenis bakteri apa yang menyebabkan infeksi Anda karena beberapa bakteri resisten terhadap obat-obatan tertentu.
  • Tes darah

Tes darah berguna untuk mencari tahu infeksi dan memeriksa sistem kekebalan tubuh.
  • USG

USG dilakukan untuk menentukan struktur apa di bawah kulit yang terpengaruh dan seberapa dalam abses yang berada di bawah areola. 
Cara mengobati abses payudara umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa cara mengobati abses payudara yang biasanya di sarankan dokter, yaitu:

Antibiotik

Antibiotik biasanya diperlukan untuk mengobati infeksi yang menyebabkan abses payudara. Jenis bakteri yang paling umum menyebabkan abses payudara adalah Staphylococcus aureus.

Operasi

Nanah pada abses payudara biasanya perlu dikeringkan.Sebagian besar abses payudara dapat dikeringkan menggunakan jarum. Anestesi lokal digunakan untuk mematikan rasa kulit sebelum jarum dimasukkan. Drainase dengan jarum dapat dilakukan dengan bantuan pemindaian ultrasound, untuk menemukan posisi abses dan mengarahkan jarum ke area yang tepat.Abses besar mungkin perlu diobati dengan pembedahan kecil (sayatan) dan drainase.

Perawatan diri di rumah

Selain istirahat sebanyak mungkin dan minum banyak cairan, ada beberapa tindakan perawatan diri lain yang dapat membantu.
  • Minum obat penghilang rasa sakit sederhana seperti parasetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Jika Anda menyusui, tanyakan kepada dokter Anda sebelum minum obat apa pun.
  • Kompres dingin juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit.
Jika tidak ditangani dengan optimal, abses payudara dapat menyebabkan komplikasi berupa puting dan areola yang berubah bentuk atau terdorong masuk ke dalam (melesak). 
Cara mencegah abses payudara yang bisa dilakukan meliputi:

Pada ibu menyusui

  • Mengoleskan pelembap pada payudara untuk mencegah puting pecah-pecah dan memberikan jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalam tubuh
  • Pastikan bayi menempel dengan benar saat menyusui.
  • Pastikan bra dan pakaian yang tidak terlalu ketat.
  • Cobalah untuk mendorong bayi untuk mengosongkan payudara a sebanyak mungkin saat menyusui. Salah satunya dengan membiarkan bayi minum ASI dari kedua payudara secara bergantian
  • Menjaga kebersihan payudara dengan mencucinya setiap hari dengan sabun
  • dan air.
  • Setelah menyusui, bersihkan puting dan areola dengan kapas steril yang dicelupkan ke dalam air matang, dingin, atau ASI.
  • Di akhir menyusui, biarkan payudara Anda mengering secara alami di udara.

Pada wanita yang tidak menyusui

  • Mengoleskan pelembap pada payudara untuk mencegah puting pecah-pecah dan memberikan jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalam tubuh.
  • Berhenti merokok.
  • Jaga berat badan agar tetap ideal.
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Kemungkinan mengalami infeksi di kedua payudara
  • Keluar nanah atau darah dari ASI
  • Muncul garis-garis merah pada atau di dekat area payudara
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait abses payudara?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis abses payudara agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Uptodate. https://www.uptodate.com/contents/primary-breast-abscess
Diakses 19 September 2019
Merck Manual. https://www.merckmanuals.com/home/women-s-health-issues/breast-disorders/breast-infection-and-breast-abscess
Diakses 19 September 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/subareolar-abscess#complications
Diakses 19 September 2019
MyDr.com.au. https://www.mydr.com.au/womens-health/breast-abscesses
Diakses 19 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/breast-infection#1-3
Diakses 19 September 2019
Health Grades. https://www.healthgrades.com/right-care/womens-health/breast-abscess
Diakses pada 23 Juni 2021
Medical news today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/breast-abscess
Diakses pada 22 Juni 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/breast-abscess/
Diakses pada 22 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email