Kulit & Kelamin

Alopecia Areata

07 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Alopecia Areata
Alopecia areata adalah kondisi hilangnya rambut karna kerontokan
Alopecia areata adalah gangguan autoimun yang menyebabkan rambut rontok dan seringkali berbentuk bentuk pola kecil yang mungkin tidak terlalu terlihat. Namun, pola kecil ini mungkin terhubung, dan kemudian menjadi semakin besar, sehingga membuat Anda sadar.  Kondisi ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh  menyerang folikel rambut, sehingga mengakibatkan kerontokan rambut.Kerontokan rambut secara tiba-tiba dapat terjadi pada kulit kepala dan dalam beberapa kasus juga terjadi pada alis, bulu mata, dan wajah, serta bagian tubuh lainnya. Hal ini juga dapat berkembang perlahan dan berulang setelah bertahun-tahun lamanya.Banyaknya kerontokan rambut yang disebabkan oleh alopecia areata ini berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenisnya.  Beberapa jenis alopecia areata adalah:
  • Alopecia areata (patchy)

Alopecia areata atau patchy merupakan pola kerontokan rambut kepala yang biasanya berbentuk seperti koin, yaitu bulat maupun oval.
  • Persistent patchy alopecia areata

Alopecia areata jenis ini merupakan pola kerontokan rambut yang bertambah banyak seiring berjalannya waktu, namun tidak berkembang menjadi bentuk alopecia areata yang lebih parah (alopecia totalis atau alopecia universalis).
  • Alopecia totalis

Alopecia areata jenis ini merupakan kerontokan rambut yang terjadi pada seluruh bagian kepala.
  • Alopecia universalis

Alopecia areata jenis ini merupakan jenis yang lebih parah, yaitu kerontokan rambut yang tidak hanya terjadi pada seluruh bagian kepala, melainkan juga terjadi pada seluruh bagian wajah (termasuk alis dan bulu mata), serta pada seluruh bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut.Saat ini tidak ada obat untuk alopecia areata. Namun, ada cara untuk mengobati, agar rambut tumbuh kembali lebih cepat dan dapat mencegah mengalami kebotakan rambut di masa mendatang. 
Alopecia Areata
Dokter spesialis Kulit
Secara umum, tanda dan gejala utama alopecia areata meliputi:
  • Muncul pola botak kecil di kulit kepala atau bagian lain di tubuh
  • Pola kecil akibat kerontokan mungkin menjadi lebih besar dan berkembang menjadi kebotakan
  • Rambut tumbuh kembali di satu tempat dan rontok di tempat lain
  • Kehilangan banyak rambut dalam waktu singkat
  • Banyak rambut rontok dalam cuaca dingin
  • Kuku jari tangan dan kaki menjadi merah, rapuh, dan berlubang
 
Penyebab utama alopecia areata adalah sistem kekebalan tubuh (autoimun) yang menyerang sel-sel (folikel). Folikel rambut adalah struktur penyusun pertumbuhan rambut.  Ketika folikel di serang, maka folikel menjadi lebih kecil dan berhenti memproduksi rambut sehingga menyebabkan rambut rontok.Penyebab gangguan sistem kekebalan tubuh pada penderita alopecia areata tersebut belum diketahui. 

Faktor risiko alopecia areata

Beberapa faktor risiko alopecia areata meliputi:
  • Faktor keturunan. Ada anggota keluarga yang menderita alopecia areata atau penyakit autoimun
  • Menderita penyakit tiroid, vitiligo, atau eksim atopik
  • Memiliki kelainan kromosom seperti sindrom Down
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
 
Diagnosis alopecia areata dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik, biopsi, dan tes darah. Berikut penjelasannya.

Pemeriksaan fisik

Saat pemeriksaan fisik dokter akan melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Memperhatikan baik-baik area di mana Anda mengalami kerontokan rambut
  • Menarik dengan lembut rambut di tepi botak untuk melihat apakah rambut mudah dicabut
  • Memeriksa setiap rambut dan folikel untuk melihat apakah bentuknya tidak normal
  • Memeriksa kuku

Biopsi

Dokter Anda mungkin juga melakukan biopsi kulit kepala untuk mencari tahu penyebab lain yang menyebabkan kerontokan rambut, termasuk infeksi jamur seperti tinea kapitis. Selama biopsi kulit kepala, dokter akan mengangkat sepotong kecil kulit di kulit kepala Anda untuk dianalisis.

Tes darah

Salah satu tes yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis alopecia areata adalah tes darah. Tes darah dilakukan dokter untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit autoimun yang Anda derita. Jika Anda menderita autoimun, tes darah akan menunjukkan adanya hasil antibodi yang tidak normal. 
Tidak ada cara mengobati alopecia areata yang bisa dilakukan. Karena kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merangsang pertumbuhan rambut yang mengalami kerontokan secara lebih cepat, di antaranya adalah:
  • Kortikosteroid

Obat-obatan kortikosteroid merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit autoimun. Penggunaan kortikosteroid pada kasus alopecia areata dapat berupa suntikan (injeksi) yang diberikan oleh dokter pada area atau bagian yang mengalami kerontokan rambut.Selain itu obat kortikosteroid dalam bentuk krim, lotion, ataupun ointment yang dapat dioleskan pada bagian kulit yang mengalami kerontokan rambut serta bentuk tablet yang dapat dikonsumsi oleh para penderita alopecia areata.
  • Minodixil

Obat yang digunakan dengan cara dioleskan di kulit kepala ini bisa digunakan untuk mengatasi kebotakan. Hasil kerja obat ini bisa terlihat setelah 3 bulan.
  • Anthralin

Anthralin adalah obat yang mengiritasi kulit untuk memicu pertumbuhan kembali rambut.
  • Imunoterapi topikal

Imunoterapi topikal adalah teknik di mana bahan kimia seperti diphencyprone diterapkan pada kulit untuk memicu ruam alergi. Ruam yang menyerupai pohon ek beracun, dapat menyebabkan pertumbuhan rambut baru dalam waktu enam bulan, tetapi Anda harus melanjutkan perawatan untuk mempertahankan pertumbuhannya kembali.

Perawatan di rumah

Anda juga bisa melakukan perawatan di rumah untuk mengurangi kerontokan, misalnya dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Kenakan wig, topi, atau syal, guna menutupi kerontokan rambut Anda dan akan melindungi kepala Anda dari sinar matahari.
  • Mengurangi stres. Stres juga kadang bisa memicu alopecia areata, meskipun hal ini belum terbukti secara ilmiah.
 

Komplikasi alopecia areata

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi alopecia areata:
 
Langkah pencegahan alopecia areata tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. 
Apabila Anda mulai merasakan kerontokan rambut dalam jumlah yang tidak wajar dalam jangka waktu yang pendek, segeralah konsultasikan ke dokter. Dokter yang menangani masalah alopecia areata adalah dokter kulit (dermatologis).  
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait alopecia areata?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis alopecia areata agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
AAD. https://www.aad.org/public/diseases/hair-and-scalp-problems/alopecia-areata
Diakses pada 13 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/alopecia-areata
Diakses pada 13 Desember 2018
NAAF. https://www.naaf.org/alopecia-areata/types-of-alopecia-areata
Diakses pada 13 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/alopecia-areata#1
Diakses pada 13 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email