Kulit & Kelamin

Angular Cheilitis

04 May 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Angular Cheilitis
Angular cheilitis adalah suatu kondisi peradangan yang menyebabkan luka di sudut bibir. Luka tersebut biasanya terlihat seperti lecet dengan ruam merah dan kulit pecah-pecah. Luka ini dapat muncul di salah satu atau kedua sudut bibir secara bersamaan.  Angular cheilitis umumnya disebabkan oleh kulit yang sangat kering dan infeksi jamur. Biasanya, luka dapat hilang dalam beberapa hari dan bukan kondisi serius. Meski begitu, pada kasus yang parah, angular cheilitis dapat berlangsung hingga bertahun-tahun.Kondisi yang juga disebut dengan angular stomatitis atau perleche ini sering kali tertukar dengan cold sores karena gejalanya yang mirip. Namun, penyebab keduanya berbeda. Cold sores adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus, sedangkan angular cheilitis bukan penyakit menular.  Angular cheilitis lebih sering terjadi pada manula yang memakai gigi palsu atau balita yang menggunakan dot. 
Angular Cheilitis
Dokter spesialis Kulit
GejalaLuka di sudut mulut, rasa tidak enak di mulut, sensasi terbakar
Faktor risikoMenderita dermatitis atopik atau eksim, mengenakan gigi palsu atau kawat gigi yang tidak pas, mengiler saat tidur
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, kultur swab
PengobatanObat-obatan, penyesuaian gaya hidup, perawatan kulit
ObatAntijamur, antibiotik, suplemen zat besi dan vitamin
KomplikasiInfeksi yang menyebar, sariawan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala angular cheilitis yang tidak kunjung hilang
Gejala angular cheilitis yang paling utama adalah luka yang hampir selalu terjadi di sudut mulut. Pada beberapa kasus, luka tersebut bisa menyebar ke bagian bibir. Bentuk luka pada kulit yang mengalami angular cheilitis dapat beragam bentuknya dari ruam merah yang ringan hingga lepuhan berdarah, seperti luka terbukaLuka pada angular cheilitis biasanya dapat diidentifikasi dari ciri kulit yang mengalami gejala berikut:
  • Membengkak 
  • Kering dan pecah-pecah 
  • Mengeras 
  • Gatal 
  • Bersisik 
Gejala lain dapat termasuk rasa sakit dan sensasi terbakar, rasa tidak enak di mulut, dan kesulitan makan akibat iritasi.
Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan angular cheilitis. Biasanya, kondisi ini bermula dari air liur yang terkumpul di sudut mulut sehingga menyebabkan kulit menjadi kering. Saat mengering, kulit di area tersebut bisa pecah-pecah sehingga mendorong refleks pada penderitanya untuk menjilati bagian tersebut agar tidak kering lagi.Saat terlalu sering menjilati sudut bibir, area tersebut bisa jadi lembap sehingga menciptakan kondisi sempurna bagi jamur untuk tumbuh dan berkembang biak. Akibatnya, terjadilah infeksi.Infeksi jamur Candida biasanya menjadi penyebab paling umum dari angular cheilitis.Terkadang beberapa strain bakteri tertentu seperti Streptococcus dan Staphylococcus serta virus herpes simplex (penyebab cold sores) juga dapat masuk ke dalam kulit yang terbuka atau pecah-pecah sehingga menyebabkan peradangan atau infeksi.

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena angular cheilitis, antara lain: 
  • Menderita dermatitis atopik atau eksim
  • Mengenakan gigi palsu yang tidak pas
  • Menggunakan kawat gigi
  • Mengiler saat tidur
  • Menderita infeksi jamur di mulut
  • Kebiasaan menjilat bibir
  • Memiliki gigi yang tidak sejajar
  • Kebiasaan mengisap ibu jari atau dot
  • Tidak mendapatkan nutrisi yang cukup akibat mengidap penyakit celiac atau mengalami defisiensi zat besi, riboflavin (vitamin B), dan folat
  • Mengenakan masker wajah
  • Memiliki air liur berlebihan
  • Merokok 
  • Memiliki kulit kendur di sekitar mulut karena penurunan berat badan atau usia.
  • Menderita penyakit tertentu, seperti:
    • Penyakit radang usus seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn
    • Anemia
    • Diabetes
    • Sindrom Down
    • Gangguan kekebalan tubuh seperti HIV
    • Kanker darah, hati, paru-paru, atau pankreas. 
  • Efek samping obat retinoid oral, misalnya isotretinoin untuk jerawat atau acitretin untuk mengobati psoriasis.
Baca juga: Cara Mengatasi Gigi Palsu yang Longgar agar Kembali Nyaman
Dalam mendiagnosis angular cheilitis, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan dan meninjau riwayat medis pasien. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menemukan ciri khas angular cheilitis, seperti munculnya retakan, kemerahan, bengkak, atau lecet pada sudut bibir. Kondisi kulit lainnya, seperti herpes labialis dan lichen planus erosif dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan angular cheilitis. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan mengambil sampel kultur dengan menyeka sudut mulut dan hidung pasien. Sampel ini selanjutnya akan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa keberadaan serta jenis jamur atau bakteri apa yang mungkin ada di dalam sampel tersebut.Baca jawaban dokter: Bibir kering apakah boleh menggunakan krim hidrokortison?
penyebabnya, penyesuaian gaya hidup, dan perawatan untuk menjaga area yang terkena agar tetap kering sehingga kulit tidak terinfeksi lagi. Berikut penjelasannya.

Obat-obatan 

1. Obat antijamur Dokter akan merekomendasikan krim antijamur untuk mengobati infeksi jamur yang menyebabkan angular cheilitis, termasuk ke dalamnya adalah:
Krim antijamur tersebut biasanya perlu dioleskan ke sudut mulut 3 kali sehari selama 2 minggu2. Antibiotik Apabila penyebab luka di sudut bibir adalah infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik, seperti:Antibiotik dalam bentuk oles biasanya diresepkan untuk penggunaan selama 1-2 minggu.3. Antivirus Obat-obatan yang dapat dipakai untuk angular cheilitis yang disebabkan virus herpes simplex meliputi antivirus seperti acyclovir, famsiklovir, dan valasiklovir. Meskipun tidak dapat menghilangkan virus HSV yang telah menginfeksi tubuh, obat-obatan tersebut dapat mengurangi intensitas dan frekuensi timbulnya gejala di kemudian hari.

Penyesuaian pola makan dan gaya hidup

Sebuah studi penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa 25% orang yang mengalami angular cheilitis disebabkan karena kekurangan vitamin B dan zat besi. Jika hal ini yang menjadi penyebabnya, dokter akan memberikan suplemen vitamin dan zat besi. Dokter juga biasanya menyarankan untuk mengikuti pola makan seimbang karena angular cheilitis dapat berkembang dari gizi buruk. Selain itu, pasien tidak boleh merokok atau menghindari paparannya karena dapat menjadi pemicu angular cheilitis.Pasien juga akan diminta untuk menghentikan kebiasaan menjilati bibir atau mempertimbangkan penggunaan dot. Dokter juga akan memberikan terapi tertentu agar  membiarkan air liur menumpuk di sudut mulut. Misalnya penanganan khusus pada pasien yang suka mengiler saat tidurPerawatan kulit yang lukaPerawatan kulit yang luka akibat angular cheilitis dapat mencakup:
  • Antiseptik topikal untuk menjaga luka terbuka tetap bersih
  • Salep steroid topikal
  • Menggunakan lip balm secara teratur untuk mencegah bibir pecah-pecah
  • Mengompres sudut mulut yang luka dengan balutan es untuk meredakan perih dan nyeri

Perawatan lainnya

Perawatan lain yang dapat mengatasi angular cheilitis di antaranya:
  • Mengoleskan petroleum jelly atau minyak kelapa ke sudut mulut Anda, yang dapat membentuk penghalang dari air liur
  • Memasang ulang gigi palsu atau behel yang tidak pas
  • Suntikan filler untuk mengurangi kulit yang kendur di sudut mulut agar air liur tidak menumpuk di sudut bibir.
Baca juga: Jangan Dijilat! Ini Cara Menghilangkan Luka di Bibir Berdarah yang Efektif 

Komplikasi 

Meskipun kebanyakan kondisi angular cheilitis relatif mudah diobati, namun pada kasus tertentu infeksi bakteri atau jamur yang menyebabkan angular cheilitis dapat menyebar ke area sekitarnya dan menyebabkan sariawan
Beberapa penyebab angular cheilitis tidak dapat dihindari. Tetapi Anda dapat mengurangi risikonya dengan cara:
  • Menghindari kontak dengan alergen dan iritan kulit
  • Makan makanan sehat dan minum banyak air
  • Menjaga kelembapan bibir
  • Tidak merokok atau menggunakan produk tembakau
  • Tidak menjilat bibir
  • Tidak menggunakan kosmetik yang kedaluwarsa
  • Mengunyah permen karet xylitol atau menggunakan obat kumur untuk mencegah mulut kering
  • Mengoleskan petroleum jelly atau salep yang mengandung zinc oksida, untuk menjaga kulit tetap lembap
  • Menghindari sinar matahari dan cuaca dingin yang ekstrem.
Baca juga: Jenis Penyakit yang Bisa Muncul dari Ciuman
Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter jika gejala yang Anda alami sampai mengganggu kehidupan sehari-hari atau tidak kunjung menghilang, sering berulang, dan disertai dengan gejala lain yang sudah mengganggu keseharian
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait angular cheilitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang bila diperlukan. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis angular cheilitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Statpearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536929/
Diakses pada 31 Maret 2022
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21470-angular-cheilitis#prevention
Diakses pada 31 Maret 2022
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/angular-cheilitis
Diakses pada 31 Maret 2022
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320053#symptoms
Diakses pada 31 Maret 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/is-angular-cheilitis-contagious#prevention
Diakses pada 31 Maret 2022
Dermnet New Zealand. https://dermnetnz.org/topics/angular-cheilitis
Diakses pada 31 Maret 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email