Perut

Asites

30 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Asites
Penyebab utama terjadinya asites adalah karena kerusakan hati yang disebabkan oleh penyakit dan konsumsi alkohol berlebihan.
Asites adalah penumpukan cairan di dalam rongga perut (peritoneum). Kondisi ini terjadi ketika terdapat lebih dari 25 mililiter (mL) cairan menumpuk di dalam perut.Penumpukan cairan di peritoneum ini biasanya terjadi ketika hati berhenti bekerja dengan baik. Ketika hati tidak berfungsi, cairan mengisi ruang antara lapisan perut dan organ.Asites disebabkan oleh berbagai penyakit dan kondisi, misalnya sirosis hati, kanker perut, gagal jantung kongestif, dan TBC. Jika tingkat asites yang Anda derita bersifat parah, hal ini bisa memicu Anda merasa sakit dan tidak bisa bergerak dengan nyaman.Asites juga dapat menyebabkan infeksi di perut Anda. Cairan juga dapat berpindah ke dada dan mengelilingi paru-paru sehingga Anda menjadi kesulitan bernapas. Oleh karena itu, ketika mengalami gejala asites ada baiknya Anda segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter. 
Asites
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaPerut bengkak, berat badan bertambah, mudah merasa kenyang
Faktor risikoPenyakit hati, hepatitis B atau C, gagal ginjal
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, USG
PengobatanObat-obatan, mengurangi konsumsi garam, operasi
ObatObat diuretik, antibiotik
KomplikasiPeritonitis, gagal ginjal, berat badan turun
Kapan harus ke dokter?Nafsu makan berkurang, sakit perut, kembung
Gejala asites dapat muncul bertahap tergantung pada penyebab penumpukan cairan. Semakin banyak cairan yang terkumpul di perut, maka penderita akan semakin merasakan sakit perut dan kembung. Gejala asites, diantaranya adalah:
  • Berat badan naik tiba-tiba
  • Perut membengkak
  • Kesulitan bernapas saat berbaring
  • Penurunan nafsu makan
  • Nyeri perut
  • Kembung
  • Mual dan muntah
  • Dada terasa panas
Asites biasanya disebabkan oleh pembentukan jaringan parut organ hati. Kondisi ini meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah organ hati (hipertensi porta). Tekanan yang meningkat dapat mendesak cairan masuk ke rongga perut dan menyebabkan asites.Kerusakan organ hati adalah faktor risiko utama dan terbanyak untuk asites. Beberapa penyebab kerusakan hati, diantaranya adalah:
Kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko asites, diantaranya adalah:
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang gejala yang dirasakan oleh pasien. Pasien akan menjalani tes, seperti:
  • Pemeriksaan darah
  • Ultrasonografi
  • CT scan
  • Mengambil cairan perut untuk diuji di laboratorium
Pengobatan untuk asites bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Karsinomatosis peritoneum atau asites ganas dapat diobati dengan mengangkat seluruh atau sebagian dari kanker melalui pembedahan dan kemoterapi. Pengobatan asites yang lain, diantaranya adalah:
  • Diet. Mengelola asites pada pasien sirosis biasanya melibatkan membatasi asupan natrium makanan dan diuretik. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk pembatasan konsumsi garam harian yang dapat sangat membantu pasien dengan asites.
  • Obat
  • Parasentesis merupakan prosedur yang efektif bagi pasien yang tidak merespon atau tidak dapat mentolerir komposisi pengobatan diatas.
  • Operasi dilakukan jika kasus asites sulit untuk disembuhkan.
  • Transplantasi hati dilakukan untuk mengobati asites yang disebabkan oleh gagal hati.
Pencegahan asites melibatkan pencegahan faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asites:
  • Mengurangi dan menghindari alkohol.
  • Hindari seks bebas
  • Menghindari penggunaan jarum suntik sembarangan
  • Hati-hati dengan interaksi obat tertentu pada penderita hepatitis
Hubungi dokter, jika asites menyebabkan gejala sesak nafas, ketidaknyamanan perut atau mengganggu produktivitas kehidupan Anda.
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/170907-overview
Diakses pada 3 Januari 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000286.htm
Diakses pada 3 Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/ascites
Diakses pada 3 Januari 2019
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/ascites/article.htm
Diakses pada 3 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/qa/how-do-you-diagnose-ascites
Diakses pada 3 Januari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email