Infeksi

Askariasis

22 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Askariasis
Infeksi cacing gelang terjadi di dalam usus manusia.
Askariasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan Ascaris lumbricoides atau biasa dikenal sebagai cacing gelang. Ascaris lumbricoides merupakan parasit yang hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Penyakit askariasis merupakan jenis infeksi cacing yang paling umum ditemui. Cacing gelang dewasa dapat tumbuh di dalam tubuh manusia hingga mencapai 30 cm. Pada umumnya, penyakit ini tidak berbahaya. Namun, gejala serius dapat muncul apabila cacing berkembang biak sangat banyak di dalam usus.Cacing gelang pada umumnya menyerang anak-anak yang tinggal di daerah tropis dan subtropis, terutama di daerah dengan sanitasi serta tingkat kebersihan yang buruk.
Askariasis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit perut, diare disertai darah, mual dan muntah
Faktor risikoSanitasi yang kurang memadai, tinggal di daerah yang beriklim tropis atau subtropis
Metode diagnosisPemeriksaan feses, tes darah, tes pencitraan
PengobatanObat antiparasit
ObatAlbendazole, ivermectin, mebendazole
KomplikasiSumbatan usus, penyumbatan saluran yang menuju hati atau pankreas, defisiensi nutrisi
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami sakit perut, diare, mual dan muntah
Pasien yang terinfeksi askariasis umumnya tidak memiliki gejala berarti. Akan tetapi saat cacing gelang berkembang biak dalam jumlah yang banyak, infeksi dapat menyebar ke organ lain hingga menimbulkan berbagai gejala. Berikut penjelasannya. 

Paru-paru

Ketika telur ascaris yang berukuran mikroskopik tertelan, telur akan menetas menjadi larva di dalam usus halus dan kemudian pindah ke paru-paru lewat peredaran darah dan menetap selama 10-14hari. Pada stadium ini, tanda dan gejala yang dialami mirip dengan asma atau pneumonia, seperti:
  • Batuk kering dan persisten
  • Susah bernapas
  • Mengi (napas yang berbunyi)
Larva akan menetap di paru-paru sekitar 6-10 hari. Kemudian, larva akan berjalan ke tenggorokan yang memicu batuk, lalu tertelan kembali dan masuk ke dalam usus.

Usus

Di dalam usus, larva akan tumbuh menjadi cacing dewasa. Dan dapat menghasilkan 200.000 telur cacing per hari.Cacing tersebut akan terus hidup sampai akhirnya mati. Gejala yang timbul ketika parasit menyerang usus adalah:
  • Rasa sakit atau tidak nyaman pada perut
  • Mual dan muntah
  • Diare atau buang air besar yang disertai darah
Gejala di atas akan bertambah berat jika jumlah cacing di dalam usus semakin banyak. Penderita akan merasakan sakit perut hebat dan penurunan berat badan tanpa sebab. Cacing dapat ditemukan pada feses saat BAB , saat muntah, atau keluar melalui hidung.Kumpulan cacing dalam jumlah banyak di dalam usus juga dapat menyebabkan usus tersumbat, meski komplikasi ini jarang ditemukan. 
Penyakit askariasis disebabkan oleh parasit berupa cacing gelang. Askariasis tidak ditularkan secara langsung dari manusia ke manusia. Umumnya, cacing ini menyebar dari paparan kotoran manusia yang dihinggapi telur cacing gelang.Secara umum, infeksi cacing gelang dapat terjadi melalui:
  • Menyentuh benda atau permukaan yang telah ditempeli telur cacing. Misalnya bermain atau berjalan tanpa alas kaki di atas tanah yang terkontaminasi telur cacing gelang. Jika seseorang yang kontak dengan benda tersebut tidak mencuci tangannya, infeksi dapat terjadi. Di berbagai negara berkembang, kotoran manusia sering digunakan sebagai pupuk. Ditambah lagi sistem sanitasi yang buruk bisa menyebabkan kotoran manusia bercampur dengan tanah. Tak jarang pula, anak-anak bermain di area yang tercemar tersebut. 
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang tercemar oleh telur cacing. Infeksi ini juga berpotensi terjadi saat anak-anak makan atau minum dengan menggunakan tangan yang kotor.
  • Memakan daging sapi, babi, atau ikan air tawar mentah atau setengah matang (seperti salmon atau trout) yang terkontaminasi bayi cacing. Selain itu, mengonsumsi buah serta sayuran yang belum dicuci atau tumbuh di tanah tercemar juga dapat menyebabkan askariasis. 

Faktor risiko

Sejumlah faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terkena askariasis, di antaranya adalah:
  • Tinggal atau mengunjungi daerah tropis dan subtropis.
  • Tinggal di lingkungan yang fasilitas kebersihan dan sanitasinya buruk.
  • Penggunaan kotoran manusia untuk pupuk.
  • Kondisi lingkungan yang memungkinkan adanya kotoran yang tertelan.
  • Usia. Kebanyakan orang yang menderita ascariasis berusia 10 tahun atau lebih muda. Anak-anak dalam kelompok usia ini mungkin berisiko lebih tinggi karena mereka lebih cenderung bermain dengan tanah.
  • Tinggal di area padat penduduk
Pada penderita dengan askariasis berat, kemungkinan besar akan ditemukan cacing setelah muntah, batuk maupun buang air besar. Cacing-cacing ini dapat pula keluar melalui mulut atau lubang hidung. Jika ini terjadi, maka bawalah cacing tersebut ke dokter untuk diidentifikasi, sehingga dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lainnya, dengan cara:
  • Mengambil sampel feses untuk mendeteksi keberadaan telur cacing gelang. Telur cacing baru akan terlihat 40 hari setelah terinfeksi.
  • Mengambil sampel darah untuk mendeteksi peningkatan kadar salah satu jenis sel darah putih, yaitu eosinofilia. Meski demikian, peningkatan kadar eosinofilia tidak spesifik hanya untuk askariasis, karena peningkatan ini juga dapat ditemukan pada kondisi medis lainnya.
  • Melakukan tes pencitraan melalui,
    • Foto rontgen. Kumpulan cacing akan terlihat lewat foto rontgen di abdomen (perut). Dalam beberapa kasus, dapat terlihat larva cacing dalam paru-paru pada foto rontgen dada.
    • USG untuk menunjukkan gambaran yang lebih jelas tentang keberadaan cacing pada hati atau pankreas.
    • CT-Scan atau MRI. Kedua pemeriksaan ini berguna untuk melihat adanya cacing yang menyumbat saluran hati atau pankreas.
Pada umumnya, infeksi askariasis ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Hanya infeksi dengan gejala, yang membutuhkan pengobatan. Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit askariasis.
  • Dokter pada umumnya akan memberikan obat cacing seperti albendazole, ivermectin atau mebendazole. Obat-obatan tersebut biasanya dikonsumsi selama 1-3 hari untuk membunuh cacing dewasa.
  • Apabila cacing telah berkembang biak dalam jumlah banyak dan terjadi komplikasi, maka dokter biasanya menyarankan pasien menjalani operasi untuk mengeluarkan cacing, serta memperbaiki kerusakan di dalam organ yang ditimbulkannya.
Baca juga: 8 Obat Cacing Alami yang Dipercaya Mampu Atasi CacinganKomplikasiBeberapa kasus askariasis dapat menimbulkan komplikasi berupa: 
  • Penyumbatan usus
    Penyumbatan usus terjadi ketika sejumlah besar cacing menyumbat usus yang menyebabkan rasa sakit dan muntah yang parah. Anak-anak lebih mungkin mengalami komplikasi di saluran cerna karena memiliki ukuran usus yang lebih kecil sehingga meningkatkan kemungkinan mereka untuk terkena penyumbatan usus. Penyumbatan usus dianggap sebagai keadaan darurat medis dan membutuhkan perawatan segera.
  • Penyumbatan saluran di organ tubuh
    Penyumbatan saluran terjadi ketika cacing telah menghalangi saluran ke hati atau pankreas.
  • Kekurangan nutrisi
    Infeksi cacing dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan penyerapan nutrisi yang buruk. Akibatnya, penderita askariasis, terutama anak-anak, bisa mengalami kekurangan nutrisi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mereka.
Baca jawaban dokter: Apakah Cacingan Penyebab Susah Gemuk?
Cara terbaik untuk mencegah infeksi cacing askariasis adalah dengan membiasakan gaya hidup bersih. Dalam mewujudkannya, Anda dapat mempraktikkan sejumlah cara berikut:
  • Mencuci tangan sebelum dan setelah makan, serta setelah menggunakan toilet dengan menggunakan air mengalir dan sabun. 
  • Biasakan untuk mencuci buah atau sayur sebelum diolah atau dimakan.
  • Jaga kebersihan diri setelah buang air besar dan mengganti popok.
  • Jaga kuku tetap pendek dan bersih.
  • Hindari kebiasaan yang dapat membuat telur cacing gelang berpindah ke dalam tubuh, seperti menggigiti kuku atau menggaruk.
  • Mandi setiap hari di pagi hari untuk menghilangkan telur cacing gelang yang mungkin telah menempel semalaman.
  • Ganti pakaian dalam dan pakaian setiap hari.
  • Gunakan air panas di mesin cuci dan udara panas di pengering saat mencuci seprai, pakaian, dan handuk yang mungkin mengandung telur cacing gelang.
  • Jaga agar ruangan tetap terang di siang hari karena telur cacing sensitif terhadap sinar matahari.
  • Berhati-hati dalam menjaga kebersihan ketika bepergian. Hal ini termasuk menghindari konsumsi sayur mentah (kecuali dapat dikupas atau telah dibersihkan), serta minum dari sumber yang terpercaya seperti air botol kemasan.
Baca juga: 7 Langkah Cuci Tangan yang Efektif Singkirkan Kuman
Askariasis pada umumnya menyerang organ paru-paru, usus dan sekitarnya. Segera hubungi dokter apabila mengalami:
  • Rasa sakit di bagian perut yang tidak hilang setelah beberapa hari
  • Diare
  • Mual dan muntah-muntah
Jika Anda mengalami gejala askariasis, segeralah periksakan diri ke dokter terpercaya. Jika diperlukan, dokter mungkin akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam.Sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
    • Apakah saya perlu menjalani pemeriksaan?
    • Apa saja pengobatan yang bisa saya dapatkan? Jenis pengobatan apa yang dapat direkomendasikan kepada saya?
    • Apakah ada efek samping dari pengobatan yang diberikan?
    • Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ini?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah gejala yang muncul bersifat terus menerus atau muncul sesekali?
  • Apakah Anda pernah bepergian ke daerah dengan kualitas kebersihan yang rendah belakangan ini?
  • Apakah Anda pernah mengonsumsi makanan dari sumber yang tidak higienis belakangan ini?
  • Apakah Anda pernah makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah beraktivitas yang berhubungan dengan tanah belakangan ini?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis askariasis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/roundworm/
Diakses pada 20 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/ascariasis#outlook
Diakses pada 20 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ascariasis/symptoms-causes/syc-20369593
Diakses pada 20 September 2021
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/parasites/ascariasis/index.html
Diakses pada 15 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email