Penyakit Lainnya

Asterixis (Flapping Hand Tremor)

27 Apr 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Asterixis (Flapping Hand Tremor)
Asterixis adalah gejala klinis berupa kehilangan kontrol motorik pada area tubuh tertentu. Kondisi ini paling sering terjadi pada otot pergelangan tangan dan jari, tapi dapat juga terjadi di bagian tubuh lainnya. Asterixis dikenal juga dengan istilah flapping hand tremor. Sebab, pada kondisi ini, ketika penderitanya menjulurkan atau menekuk tangan, otot yang hilang kontrol juga disertai dengan gerakan gemetar (tremor) berulang yang mirip dengan kepakan sayap burung.Asteriksis umum terjadi pada kedua sisi tubuh, meskipun pada beberapa kasus gerakan tersebut hanya muncul di satu sisi tubuh saja (unilateral). Kondisi ini sering kali menjadi gejala dari sejumlah penyakit seperti gangguan hati, kerusakan otak (ensefalopati) metabolik, atau gagal napas. 
Asterixis (Flapping Hand Tremor)
Dokter spesialis Saraf
GejalaGerakan tremor seperti kepak sayap, nyeri, otot melemah
Faktor risikoMengidap stroke, gagal ginjal, epilepsi, gagal jantung
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes pencitraan, elektroensefalogram (EEG)
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik, ACE inhibitor
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan gejala asterixis
Gejala utama asterixis adalah tremor di kedua sisi tangan atau pergelangan tangan, dan area tubuh lain yang dikendalikan oleh sistem muskuloskeletal, seperti mulut, lidah, atau kaki.Gerakan tremor yang muncul bisa menyerupai gerakan mengepakkan sayap atau tersentak-sentak yang tidak disadari. Sederhananya, penderita asterixis tidak bisa mengendalikan postur tubuh yang terkena dalam posisi tetap diam. Selain itu, gerakan tremor pada asterixis dapat menyebabkan otot lengan menjadi lemah, tidak nyaman, dan nyeri pada persendian. Selain tremor, pasien dengan asteriksis dapat menunjukkan gejala lain tergantung penyebabnya. Misalnya, jika penyebab utamanya adalah ensefalopati metabolik, pasien mungkin menunjukkan gangguan metabolisme. Termasuk ke dalamnya adalah takikardia, kram perut yang tidak biasa, dan diare. Demikian pula apabila pasien menderita masalah pernapasan, terdapat gejala lain yang biasanya menyertai, seperti kesulitan bernapas dan sianosis, yakni kulit berubah warna menjadi kebiruan yang menunjukkan kekurangan oksigen dalam tubuh. Sementara jika asterixis disebabkan oleh gangguan pada otak, gejala lain yang dapat dirasakan penderitanya mencakup perubahan perilaku, rasa kantuk, dan kurang fokus. Baca juga: 10 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebab Kerusakan Otak Terjadi
Asterixis atau flapping hand tremor diduga disebabkan oleh kerusakan pada bagian otak yang mengontrol gerakan otot dan postur. Adapun penyebab terjadinya kerusakan tersebut tidak sepenuhnya diketahui. Namun para peneliti menemukan sejumlah penyakit yang sering dikaitkan dengan asterixis.  Salah satu yang paling umum adalah ensefalopati. Beberapa jenis ensefalopati yang dapat menyebabkan asteriksis di antaranya adalah:
  • Ensefalopati hepatik adalah kondisi yang terjadi ketika hati tidak mampu lagi membuang zat-zat racun dari dalam tubuh. Akibatnya, muncul penumpukan zat racun dalam otak, yang kemudian menyebabkan gangguan fungsi otak.
  • Ensefalopati metabolik biasanya muncul sebagai komplikasi penyakit hati atau ginjal yang diakibatkan oleh kadar vitamin atau mineral tertentu yang terlalu tinggi atau rendah. 
  • Ensefalopati jantung terjadi ketika jantung tidak memompa cukup oksigen ke seluruh tubuh termasuk pada area otak hingga fungsinya terganggu.
Selain ensefalopati, gangguan fungsi hati juga termasuk akar dari kebanyakan kasus asteriksis. Ketika fungsi hati terganggu, kemampuannya dalam menyaring racun pun ikut terpengaruh.Akibatnya, racun yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh malah menumpuk di dalam darah dan bisa mengalir hingga ke otak. Racun yang masuk ke otak tersebut kemudian akan mengganggu kinerja otak, kondisi ini disebut juga sebagai ensefalopati hati. Penyakit yang menyerang hati, seperti sirosis atau hepatitis, tentunya dapat meningkatkan risiko asteriksis. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan jaringan parut pada hati, sehingga kurang efisien dalam menyaring racun.Menurut Rare Disease Organization, diperkirakan sekitar 70% pasien sirosis juga mengalami gejala ensefalopati hati.Di samping itu, dalam jurnal yang diterbitkan StatPearls, disebutkan bahwa asteriksis bilateral juga dapat muncul pada pasien yang mengalami gagal jantung dan pernapasan, uremia, kelainan elektrolit (terutama hipoglikemia, hipokalemia, dan hipomagnesemia), serta keracunan obat. Kasus asterixis akibat keracunan obat yang paling sering dilaporkan disebabkan oleh penggunaan fenitoin, yakni obat antikejang (antikonvulsan) yang biasa digunakan pada pasien epilepsi. Jenis antikonvulsan lain yang dapat memicu asterixis termasuk valproat, gabapentin, carbamazepine.Obat antidepresan seperti benzodiazepin, barbiturat, dan litium juga dapat memengaruhi respons otak sehingga menyebabkan asterixis. Jenis obat-obatan lainnya yang diketahui bisa memicu asterixis meliputi ceftazidime dan metoklopramid.Sementara itu, asterixis unilateral (satu sisi) kebanyakan disebabkan karena adanya lesi atau jaringan abnormal yang tumbuh di otak bagian talamus.Baca juga: 11 Bagian Otak Manusia dan Masing-Masing Fungsinya Risk Factors (Faktor risiko)Hampir semua hal yang mempengaruhi fungsi otak dapat meningkatkan risiko terjadinya asterixis. Di antaranya adalah:
  • Stroke
  • Gagal ginjal
  • Gangguan ginjal yang disebabkan diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), lupus, kelainan genetik tertentu seperti penyakit Wilson.
  • Epilepsi
  • Gagal jantung
Diagnosis asterixis sering didasarkan pada pemeriksaan fisik dan tes laboratorium, antara lain:1. Pemeriksaan fisikPada pemeriksaan fisik untuk asterixis, dokter akan meminta pasien untuk mengulurkan tangan, merentangkan pergelangan tangan dan jari. Setelah beberapa detik, jika pasien mengalami asterixis, bagian tangan atau jarinya tanpa sadar akan “mengepakkan” pergelangan tangannya ke bawah, lalu kembali ke atas. Dokter juga mungkin juga menekan pergelangan tangan pasien untuk mengetes respons.Dokter mungkin juga memeriksa asteriksis di sendi pinggul dengan meminta pasien untuk berbaring telentang dengan wajah menghadap ke atas, lutut ditekuk ke luar, dan kaki yang diluruskan. 2. Tes darahPemeriksaan darah dilakukan untuk mendeteksi adanya penumpukan bahan kimia atau mineral yang ada dalam darah pasien. Tes darah dapat membantu mendiagnosis penyebab asterixis, seperti gagal ginjal dan penyakit hati.3. Tes pencitraanTes pencitraan, seperti CT scan atau MRI digunakan untuk memeriksa fungsi otak dan mendeteksi jika ada kelainan atau kerusakan pada otak4. Elektroensefalogram (EEG)EEG dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas listrik otak. Pemeriksaan ini dapat membantu mengkonfirmasi penyebab asterixis seperti ensefalopati dan stroke.
Perawatan asterixis akan bergantung pada penyebabnya. Ketika kondisi yang mendasari asterixis telah diobati, umumnya berbagai gejala akan membaik, bahkan hilang sama sekali.Beberapa pilihan pengobatan asterixis berdasarkan penyebabnya di antaranya adalah:1. Ensefalopati hati atau ginjalDokter dapat merekomendasikan beberapa langkah perawatan berikut:
  • Perubahan gaya hidup dan pola makan. Jika Anda kecanduan alkohol atau memiliki kondisi yang bisa merusak ginjal seperti diabetes, dokter akan mengatur rencana penanganan terkait diet dan gaya hidup yang harus dijalani.
  • Konsumsi pencahar seperti laktulosa dapat mempercepat pembuangan racun dari tubuh.
  • Antibiotik seperti rifaximin untuk mengurangi bakteri usus yang berlebihan agar produk limbah amonia tidak menumpuk di darah dan mengganggu fungsi otak.
  • Transplantasi. Dalam kasus kerusakan hati atau ginjal yang parah, transplantasi hati  dengan organ yang sehat mungkin diperlukan
2. Ensefalopati metabolikUntuk menangani ensefalopati metabolik, dokter akan menyarankan perubahan pola makan, meresepkan obat-obatan yang berfungsi untuk mengikat mineral dan membantu mengeluarkannya dari tubuh. Adapun obatnya akan bergantung pada jenis mineral apa yang menumpuk di dalam tubuh pasien.3. Ensefalopati yang disebabkan obatJika kerusakan otak disebabkan oleh konsumsi obat, dokter dapat mengubah dosis atau mengganti obat tersebut dengan jenis obat yang lain. 4. Ensefalopati jantungBentuk perawatan ensefalopati jantung umumnya berupa: 
  • Penurunan berat badan
  • Berhenti merokok
  • Minum obat darah tinggi, seperti ACE inhibitor yang dapat memperlebar arteri, dan beta-blocker yang berguna untuk memperlambat detak jantung.
5. Penyakit WilsonPengobatan penyakit Wilson mencakup pemberian obat-obatan seperti zinc asetat yang mencegah tubuh menyerap tembaga dalam makanan yang dikonsumsi. Dokter juga dapat meresepkan agen pengkelat seperti penisilamin yang dapat membantu mengeluarkan tembaga dari jaringan tubuh.
Cara mencegah asterixis adalah dengan menghindari faktor pemicu dari segala kondisi yang bisa menjadi penyebab asterixis. Termasuk ke dalamnya adalah langkah berikut:
  • Menerapkan gaya hidup sehat
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Mengurangi paparan terhadap zat beracun seperti obat-obatan terlarang
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang
  • Tidak memakai jarum suntik bersama dengan orang lain agar terhindar dari gangguan hati, terutama penularan infeksi
  • Berolahraga secara rutin agar tidak kegemukan
  • Menjalani pemeriksaan ke dokter secara rutin
 Baca jawaban dokter: Bagaimana cara berhenti dari kecanduan alkohol?
Konsultasikan ke dokter bila mengalami gejala asterixis, terutama yang jika sudah mengganggu kualitas hidup.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait asterixis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis asterixis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535445/
Diakses pada 8 April 2022
Journal of Postgraduate Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4944342/
Diakses pada 8 April 2022
Medscape. https://www.medscape.com/answers/182098-62178/what-are-the-signs-and-symptoms-of-liver-disease-in-portal-hypertension
Diakses pada 8 April 2022
Bel Marra Health. https://www.belmarrahealth.com/asterixis-types-causes-symptoms-risk-factors-diagnosis-treatment-2/
Diakses pada 8 April 2022
WebMD.https://www.webmd.com/brain/what-is-asterixis
Diakses pada 8 April 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/asterixis#treatment
Diakses pada 8 April 2022
Rare Disease Organization. https://rarediseases.org/rare-diseases/hepatic-encephalopathy/
Diakses pada 8 April 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email