Kulit & Kelamin

Benda Asing dalam Vagina

14 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Benda Asing dalam Vagina
Benda asing dalam vagina bisa terjadi secara sengaja atau tidak
Benda asing dalam vagina adalah suatu kondisi ketika Anda memasukkan benda asing ke dalam vagina atau miss V. Hal ini bisa terjadi secara sengaja atau tidak sengaja. Beberapa benda asing yang biasanya dimasukkan dalam vagina adalah alat kontrasepsi, tampon, dan obat yang harus dimasukkan lewat vagina.Benda kecil yang dimasukkan ke dalam vagina umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Benda yang dengan ukuran lebih besar dari diameter vagina biasa atau ukuran pintu masuk vagina (introitus), dapat menyebabkan nyeri karena distensi.Benda lain yang menjadi sumber rasa sakit adalah benda ujungnya yang tajam.  Jika dibiarkan hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi.Benda asing dalam vagina biasanya lebih sering dialami oleh anak-anak dibandingkan orang dewasa. Hal ini karena biasanya anak-anak sering mencoba memasukkan beberapa benda asing, seperti  potongan kertas toilet, mainan kecil, atau perlengkapan rumah tangga. 
Benda Asing dalam Vagina
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaPerdarahan ringan, gatal vagina, bau tidak sedap pada vagina
Faktor risikoAnak-anak
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, CT scan
PengobatanObat-obatan, bilas dengan air hangat
ObatAntibiotik
KomplikasiInfeksi vagina, inekontenesia urine
Kapan harus ke dokter?Mengalami keputihan berbau busuk
Beberapa gejala yang umum ditemui pada wanita yang memiliki benda asing dalam vaginanya meliputi:
  • Pendarahan ringan dari vagina
  • Rasa gatal pada vagina
  • Vagina berbau tidak sedap
  • Keputihan yang berbau busuk dan berwarna kekuningan, merah muda, atau cokelat
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri saat buang air kecil atau karena iritasi kulit di sekitar vagina
  • Nyeri perut atau panggul akibat masuknya benda asing hingga ke rongga perut
  • Kemerahan pada kulit di skeitar vagina
  • Pembengkakan vagina
  • Ruam di sekitar vagina
 
Pada anak-anak, benda asing dalam vagina dapat terjadi ketika anak mencoba memasukkan sesuatu ke dalam vaginanya. Misalnya, krayon.Tak hanya itu, benda lain juga dapat ditemukan karena tidak sengaja masuk ke dalam vagina anak. Contohnya, serpihan bahan pakaian atau benang karpet.Pada remaja perempuan atau wanita dewasa, benda asing dalam vagina yang sering ditemui mungkin adalah tampon. Salah satu bentuk pembalut ini bisa saja lupa dikeluarkan dan tak sengaja tertinggal dalam vagina.Selain itu, sisa kondom yang robek saat berhubungan intim pun dapat ditemukan di dalam vagina.Benda berukuran kecil dapat tetap berada dalam vagina tanpa menimbulkan gejala apapun. Sedangkan benda yang lebih besar bisa menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman. 
Diagnosis benda asing dalam vagina dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik dan beberapa tes tambahan. Berikut penjelasannya.
  • Pemeriksaan fisik

Pada anak-anak, dokter biasanya akan memeriksa vulva dan bukaan vagina dengan memisahkan bibir vagina. Apabila ada benda asing yang ditemukan, dokter akan segera mengeluarkannya.Sementara pada wanita yang sudah aktif secara seksual, spekulum (cocor bebek) sering digunakan untuk membantu dokter dalam memeriksa bagian dalam vagina serta menemukan benda asing dalam vagina.
  • Tes tambahan

Meskipun pemeriksaan fisik biasanya dapat menegakkan diagnosis, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan penunjang. Mulai dari CT scan, rontgen perut, atau USG guna memastikan letak benda asing dalam tubuh pasien. 
Penanganan utama pada benda asing dalam vagina adalah mengeluarkannya dari vagina. Pada anak-anak, dokter mungkin akan melakukan teknik pembilasan dengan air hangat untuk mengeluarkan benda tersebut. Sementara pada pasien dewasa, dokter dapat menggunakan forsep untuk mengambil benda asing dalam vagina.Apabila benda asing yang tersangkut berukuran terlalu besar dan menimbulkan rasa nyeri, dokter akan melakukan pembiusan. Dengan ini, rasa nyeri bisa berkurang dan otot-otot vagina akan menjadi lebih lemas.Pada kasus tertentu ketika benda asing dalam vagina masuk ke bagian tubuh lain (seperti rongga perut, kandung kemih, atau rektum), pembedahan mungkin diperlukan untuk mengeluarkan benda asing tersebut.Setelah benda asing dalam vagina dikeluarkan, dokter akan meresepkan obat antibiotik. Obat ini akan menangani infeksi bakteri yang mungkin dibawa oleh benda tersebut. 

Komplikasi benda asing dalam vagina

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi benda asing dalam vagina:
 
Beberapa upaya pencegahan benda asing dalam vagina yang dapat Anda dilakukan meliputi:
  • Ajari anak mengenai pentingnya berkomunikasi dengan orangtua apabila ada sesuatu yang tidak wajar terjadi pada tubuhnya.
  • Ajari anak untuk menjaga kebersihan area vagina sejak dini, misalnya menyeka vagina dari depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi yang berkaitan dengan benda asing dalam vagina.
  • Jangan biarkan benda asing tertinggal di dalam vagina, seperti tampon. Segera ganti tampon setelah digunakan selama enam hingga delapan jam.
  • Hindari aktivitas seksual yang berbahaya, misalnya memasukkan benda-benda yang tidak wajar ke dalam.
 
Segera berkonsultasi ke dokter apabila Anda:
  • Mengalami keputihan yang tidak normal, seperti berbau busuk atau berwarna kekuningan, merah muda, atau cokelat.
  • Mengalami pendarahan pada vagina di luar siklus menstruasi. Kondisi ini mungkin saja disebabkan oleh benda asing dalam vagina.
  • Menyadari adanya benda asing dalam vagina yang tidak bisa dikeluarkan. Kasus yang sering terjadi adalah tampon yang sulit dikeluarkan, sehingga tertinggal dalam vagina.
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait benda asing dalam vagina?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda telah berusaha mengeluarkan benda asing tersebut?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Dengan ini, penanganan benda asing dalam vagina bisa diberikan secara tepat. 
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/foreign-body-vagina#1
Diakses pada 26 Desember 2019
eMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/foreign_body_vagina/article_em.htm#what_facts_should_i_know_about_vagina_foreign_bodies
Diakses pada 26 Desember 2019
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1930043317302960
Diakses pada 14 Juli 2021
University of Michigan health. https://www.uofmhealth.org/health-library/tw9710
Diakses pada 14 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email