Kulit & Kelamin

Bowenoid Papulosis

23 Mar 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bowenoid Papulosis
Bowenoid papulosis adalah infeksi menular seksual langka yang disebabkan oleh human papilloma viruses (HPV). Penyakit ini ditandai dengan tumbuhnya lesi seperti kutil yang tampak sebagai benjolan datar, berwarna gelap di area kelamin. Kebanyakan lesi papulosis bowenoide bersifat jinak (non-kanker). Meskipun begitu, bowenoid papulosis memiliki potensi untuk berkembang menjadi sel kanker. Kondisi ini sering dianggap sebagai tahap peralihan dari penyakit kutil kelamin menuju penyakit Bowen yang merupakan bentuk awal dari kanker kulit. Meski virus HPV itu sendiri sulit diberantas, kutil pada bowenoid papulosis dapat diobati dengan pemberian obat-obatan maupun tindakan medis seperti cryotherapy atau operasi pembedahan di area tumbuhnya kutil. Diagnosis dinisangat dibutuhkan guna pengobatan yang lebih cepat dan efektif serta untuk menghindari komplikasinya.
Bowenoid Papulosis
Dokter spesialis Kulit
GejalaKutil di area kelamin berbentuk datar, halus, padat berwarna coklat keunguan, rasa gatal, panas, dan nyeri di area benjolan
Faktor risikoBerhubungan seksual tidak aman, mengidap gangguan imunodefisiensi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi, anoskopi 
PengobatanObat-obatan, tindakan medis
ObatImiquimod, podofilin, 5-fluorouracil, retinoid
KomplikasiKanker kulit, serviks, penis
Kapan harus ke dokter?Memiliki kutil yang memicu rasa tidak nyaman atau sakit
Gejala utama bowenoid papulosis adalah munculnya kutil dengan karakteristik berikut:
  • Benjolan berbatas tegas berwarna merah-cokelat hingga keunguan
  • Biasanya berukuran kurang dari 1 cm
  • Permukaan kutil bisa datar, halus, dan terasa padat 
  • Beberapa benjolan dapat tumbuh tunggal atau muncul bersamaan dan menyatu sehingga tampak sebagai plak berukuran besar 
  • Terkadang, kutil papulosis bowenoide bisa muncul sebagai plak berwarna putih
Pada pria, lesi bowenoid papulosis sering muncul di batang penis, tetapi bisa juga tumbuh di kulup, kelenjar, buah zakar (skrotum), serta anus. Sedangkan pada wanita, kutil biasanya tidak jelas terlihat karena tumbuh di bagian yang lebih dalam seperti bagian dalam serviks. Namun pada beberapa kasus, kutil ini juga bisa muncul di area luar vagina meliputi labia mayor, labia minor, klitoris, serta di selangkangan atau anus. Kemunculan kutil ini biasanya tidak disertai gejala lain. Namun beberapa pasien dapat merasakan gejala seperti rasa gatal (pruritus) dan sensasi terbakar serta nyeri di area yang terkena. Pada kasus yang langka, bowenoid papulosis juga dapat menyerang area wajah, jari atau leher.Pada pasien yang berusia muda, kutil akibat bowenoid papulosis dapat bertahan selama dua minggu sampai berbulan-bulan. Tetapi pada pasien yang lebih tua atau memiliki kondisi kekebalan tubuh yang lemah, lesi tersebut bisa bertahan lebih lama. 
Penyebab bowenoid papulosis adalah infeksi human papilloma viruses (HPV). Virus HPV bisa ditularkan lewat hubungan seksual melalui oral (mulut), vagina, atau anal. Di beberapa kasus, penyakit ini juga bisa menular melalui kehamilan dari ibu kepada janinnya. Terdapat lebih dari 100 jenis virus HPV yang dapat menyebabkan infeksi kulit. Kebanyakan kutil bowenoid papulosis yang berpotensi berkembang menjadi kanker berasal dari virus HPV tipe 16. Suatu penelitian yang diterbitkan oleh Australasian Journal of Dermatology mengungkapkan, tipe HPV lain yang menyebabkan bowenoid papulosis dapat berasal dari tipe HPV 18, 31, 33, 34, 35, 39, 42, 48, 51, 52, 53 dan 54. 

Faktor risiko

Kasus bowenoid papulosis pada pria dan wanita memiliki jumlah yang berimbang dengan usia rata-rata 31 tahun. Namun beberapa faktor berikut dapat meningkatkan seseorang terkena bowenoid papulosis atau risiko kekambuhannya, antara lain:
  • Aktif secara seksual
  • Mempraktikkan hubungan seksual yang tidak aman seperti tidak menggunakan kondom dan berganti-ganti pasangan
  • Berhubungan seks dengan seseorang dengan riwayat seksual yang tidak diketahui
  • Merokok
  • Mengidap gangguan immunocompromised, seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Mempunyai ibu dengan riwayat infeksi HPV sewaktu melahirkan
  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya
  • Mengalami stres dan infeksi virus lainnya pada saat bersamaan, seperti HIV atau herpes simpleks.
Baca jawaban dokter: Belum pernah melakukan hubungan seksual, namun kenapa ada kutil kelamin?
Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan seputar riwayat kesehatan, riwayat seksual, gejala yang dialami. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik. Penilaian fisik yang dilakukan akan meliputi pemeriksaan daerah oral, genital, dan anus. Selain itu, anoskopi akan disarankan pada pasien yang memiliki riwayat anal seks. Berbagai pemeriksaan tersebut harus dilakukan untuk pasien dan juga pasangannya.Kutil yang disebabkan papulosis bowenoide bisa mirip dengan penyakit kulit lainnya. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan biopsi, yakni prosedur pengambilan sampel kulit untuk diteliti di bawah mikroskop. Ketika dilihat di bawah mikroskop, struktur jaringan papulosis bowenoid akan tampak seperti karsinoma sel skuamosa pra-invasif (suatu bentuk sel kanker). Perbedaannya terletak pada pola pada batas benjolan, pertumbuhan lesi, jumlah folikel rambut, serta jumlah pembuluh darah yang melebar.Selain itu perlu adanya konsultasi dengan beberapa dokter spesialis, seperti:
  • Dokter spesialis kulit dan kelamin: untuk memberikan pengobatan utama untuk kondisi ini
  • Dokter spesialis kandungan: untuk pemeriksaan area serviks dan menilai ada tidaknya tanda-tanda keganasan
  • Dokter spesialis urologi: untuk menilai adakah gangguan pada saluran kemih.

Baca jawaban dokter: Kenali Ciri-ciri Tumor Jinak di Kulit, Sebelum Berkembang Menjadi Kanker
Hingga saat ini belum ada pengobatan HPV, termasuk pada bowenoid papulosis yang bisa menghilangkan virus ini dari tubuh. Pengobatan umumnya dilakukan untuk menghilangkan kutil yang terbentuk dan mencegahnya berkembang menjadi kankerPada pasien berusia muda dan tidak mengalami gejala lainnya, kutil bisa berkurang hingga sembuh dengan sendirinya rata-rata dalam 8 bulan. Aktivitas seksual harus dibatasi untuk menghindari menginfeksi orang lain selama tahap ini.Jika kutil kelamin menyebabkan gatal, rasa seperti terbakar dan nyeri, maka perawatan yang diberikan dapat meliputi:

Obat-obatan 

1. Imiquimod 5%

Imiquimod 5% adalah obat oles berbentuk krim yang bekerja dengan meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kutil bowenoid papulosis. Selama menggunakan obat kutil kelamin ini, hindari berhubungan seksual karena krim ini bisa merusak lapisan kondom dan menyebabkan iritasi pada kulit pasangan Anda.2. Podofilin Podophyllin adalah resin tumbuhan yang dapat menghancurkan jaringan pada kutil kelamin di beberapa area. Obat ini hanya boleh dioleskan oleh dokter. Pada suatu jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Pediatrics, penggunaan podofilin 25% selama 8 minggu pada pasien imunodefisiensi dapat meredakan lesi bowenoid papulosis dalam 1 bulan dengan total pengobatan selama 1 tahun. 3. 5-fluorouracil  Pada kasus bowenoid papulosis yang lebih ringan, penggunaan 5-Fluorouracil dalam bentuk obat oles juga dapat digunakan. Obat ini bekerja dengan mencegah pembelahan DNA HPV, yang menyebabkan sel-sel yang membentuk kutil kelamin mati. Obat 5-fluorouracil umumnya tersedia sebagai krim 5% yang dioleskan ke kutil selama lima hingga tujuh hari dan dibasuh 3-10 jam setelah dioleskan. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kutil yang tumbuh di vagina bagian dalam. 4. Retinoid Penggunaan retinoid baik yang diminum maupun dioles dapat mengobati kutil kelamin bowenoid papulosis. Sebuah riset yang diterbitkan di tahun 2021 mengungkapkan bahwa kombinasi retinoid berjenis isotretinoin yang diminum dan 1% 5-fluorouracil oles dapat mengurangi lesi secara signifikan dalam rentang waktu 3 minggu.Sementara pada laporan lainnya dijelaskan bahwa perpaduan retinoid jenis lain yakni acitretin oral dan Imiquimod 5% oles juga dapat memberikan hasil yang baik setelah 8 minggu pengobatan.Jenis retinoid lain yang telah diteliti, yaitu tazarotene juga dilaporkan berhasil mengatasi kutil akibat bowenoid papulosis. 

Tindakan medis

1. Operasi 

Pada operasi ini, dokter bedah akan mengangkat kutil dengan memotongnya menggunakan alat bedah. Biasanya prosedur ini dilakukan secara rawat jalan dan akan menbggunakan bius lokal.2. Krioterapi (cryosurgery)Cryotherapy adalah prosedur menggunakan nitrogen cair bersuhu dingin untuk membekukan kutil. Saat kutil berhasil dihancurkan, kutil akan mengelupas sehingga memungkinkan terbentuknya kulit baru. Anda mungkin harus menjalani tindakan ini berulang kali. Efek samping utamanya termasuk nyeri dan bengkak.3. Terapi fotodinamikTerapi fotodinamik adalah metode yang menggunakan obat-obatan sensitif cahaya dan sinar ultraviolet yang dapat menghancurkan sel kutil. 4. ElektrokauterElectrocautery melibatkan penggunaan arus listrik untuk membakar kutil.5.Diatermi elektrokoagulasiDiatermi elektrokoagulasi dapat memusnahkan jaringan lebih luas dan efektif jika dibandingkan dengan elektrokauter. Akan tetapi, prosedur ini dilakukan dengan bius total. Opsi ini dipilih jika kutil berada di bagian kulit yang luas dan dalam. 6. LaserMetode ini biasanya digunakan untuk kutil yang sulit dihilangkan dengan metode lain. Perawatan ini bekerja dengan memanfaatkan sinar cahaya laser yang intens. Efek samping tindakan ini adalah munculnya jaringan parut dan nyeri.7. Terapi radiasiTerapi ini biasanya dilakukan jika hasil biopsi pada jaringan kutil bowenoid papulosis telah berkembang menjadi sel kanker. Radioterapi dilakukan menggunakan sinar radiasi bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker tersebut. Beberapa jenis pengobatan kanker kulit lainnya juga mungkin akan direkomendasikan tergantung kondisi lesi bowenoid papulosis yang pasien miliki. Baca juga: Cara Menghilangkan Kutil Kelamin dengan Bahan-bahan Alami 

Komplikasi 

Jika tidak segera ditangani dengan baik, bowenoid papulosis dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, seperti:1. KankerInfeksi HPV seperti bowenoid papulosis sering dikaitkan sebagai penyebab kanker serviks, vulva, anus, penis, kulit, mulut, dan tenggorokan. Tidak semua infeksi HPV menyebabkan kanker serviks. Namun sangat penting bagi wanita untuk pap smear secara teratur demi kesehatan jangka panjang.Lesi bowenoid papulosis juga berisiko tinggi untuk berkembang menjadi sel kanker kulit (karsinoma sel skuamosa) terutama pada pasien dengan gangguan imunitas atau pasien lansia dengan lesi yang besar.2. Kekambuhan kutil kelaminDikarenakan virus HPV tetap berada di dalam tubuh meskipun kutil kelamin telah diangkat atau hilang, maka risiko untuk kambuh atau munculnya kembali kutil akan tetap ada.
Anda dapat mencegah penyebaran bowenoid papulosis dengan:
  • Tidak berhubungan seks saat sedang menjalani perawatan kutil kelamin.
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seks vaginal, anal, atau oral. Namun, jika terdapat virus pada daerah yang tidak terlindungi oleh kondom, maka kutil tersebut masih dapat menular.
  • Tidak bergonta-ganti pasangan seks
  • Setia pada pasangan
  • Mendapatkan vaksin HPV
  • Berhenti merokok dan menerapkan pola hidup sehat
Konsultasikanlah pada dokter jika Anda atau pasangan menemukan benjolan atau kutil pada area kelamin.
Sebelum melakukan konsultasi, sebaiknya Anda membuat daftar gejala yang dialami, aktivitas atau sejarah seksual, informasi pribadi, dan beberapa pertanyaan, seperti:
  • Apakah saya memiliki kutil kelamin bowenoid papulosis?
  • Pengobatan atau perawatan apa yang direkomendasikan untuk kondisi saya?
  • Apakah saya harus menjalani pemeriksaan?
  • Kapan saya dapat kembali berhubungan seksual?
  • Apa risiko dari bowenoid papulosis yang saya alami?
  • Seberapa sering saya harus melakukan skrining untuk kesehatan lain yang terkait dengan bowenoid papulosis?
  • Bagaimana cara mengurangi risiko menular infeksi pada orang lain?
  • Apa yang menyebabkan gejala saya muncul dan faktor apa saja yang bisa membuatnya lebih parah?
Dalam proses konsultasi, biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:
  • Apa saja gejala Anda?
  • Kapan gejala tersebut Anda alami?
  • Seberapa parah gejala yang dialami?
  • Apakah Anda dalam jangka waktu dekat ini berhubungan seksual dengan pasangan baru?
  • Apakah Anda telah melakukan vaksinasi HPV? Kapan?
  • Apakah Anda hamil atau berencana untuk hamil?
  • Apakah Anda melakukan aktivitas seks dengan aman? Sejak kapan Anda aktif dalam melakukan hubungan seksual?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis bowenoid papulosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539887/
Diakses pada 12 Maret 2022
Rare Diseases. https://rarediseases.org/rare-diseases/bowenoid-papulosis/
Diakses pada 12 Maret 2022
DermNet. https://dermnetnz.org/topics/bowenoid-papulosis
Diakses pada 12 Maret 2022
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/what-is-bowens-disease#091e9c5e814ce952-1-4
Diakses pada 12 Maret 2022
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1131696-treatment#d5
Diakses pada 12 Maret 2022
Indian Journal of Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2810700/
Diakses pada 12 Maret 2022
American Osteopathic College of Dermatology. https://www.aocd.org/page/BowenoidPapulosis
Diakses pada 12 Maret 2022
Anais Brasileiros de Dermatologia. https://www.scielo.br/j/abd/a/TKSXnk4f3c4VXWcbfnTwWpp/?lang=en
Diakses pada 12 Maret 2022
Australasian Journal of Dermatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26952903/
Diakses pada 12 Maret 2022
The Journal of Pediatrics. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12837910/
Diakses pada 12 Maret 2022
Journal of Evolution of Medical and Dental Sciences. https://www.researchgate.net/publication/354727912_Response_of_Bowenoid_Papulosis_to_Combination_Treatment_of_Oral_Isotretinoin_and_Topical_1_5-Fluorouracil
Diakses pada 12 Maret 2022
The Journal of Drugs in Dermatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25116965/
Diakses pada 12 Maret 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email