Penyakit Lainnya

Cedera Rotator Cuff

14 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Cedera Rotator Cuff
Cedera rotator cuff terjadi pada otot yang mengelilingi bahu
Cedera rotator cuff adalah cedera pada otot atau tendon yang mengelilingi sendi bahu. Rotator cuff merupakan sekelompok otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu dan menjaga kepala tulang lengan atas tetap kuat di dalam soket bahu yang dangkal.Setiap kali Anda menggerakkan bahu, Anda menggunakan rotator cuff untuk menstabilkan dan membantu menggerakkan sendi.Cedera rotator cuff dapat menyebabkan nyeri bahu, jika Anda menjangkau barang yang jauh dengan mengangkat bahu. Cedera rotator cuff sering terjadi dan meningkat seiring bertambahnya usia.Kondisi juga merupakan kondisi yang umum terjadi. Pada dasarnya cedera rotator cuff bisa diobati dengan melakukan latihan terapi fisik yang meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot di sekitar sendi bahu. 
Cedera Rotator Cuff
Dokter spesialisFisioterapi, Ortopedi
GejalaNyeri bahu, kesulitan untuk menggerakkan tangan ke belakang
Faktor risikoUsia 40 tahun ke atas, atlet, faktor keturunan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen, MRI
PengobatanObat-obatan, kompres dingin atau panas, istirahatkan lengan
ObatObat antiinflamasi
KomplikasiDegenerasi progresif pada sendi bahu, bahu beku
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala cedera rotator cuff
Gejala cedera rotator cuff bisa berlainan pada tiap penderita. Namun secara umum, indikasi cedera ini bisa berupa:
  • Nyeri tumpul yang terasa di bahu, khususnya di malam hari
  • Nyeri yang muncul ketika menggerakkan lengan ke atas, misalnya saat meraih barang di tempat tinggi
  • Kesulitan untuk menggerakkan tangan ke belakang, contohnya untuk menggaruk punggung
  • Sulit untuk tidur miring pada salah satu sisi tubuh karena bahu dan lengan cedera akan tertekan
  • Bahu yang tidak bisa digerakkan dengan leluasa
  • Rasa lemah pada bahu yang perlahan-lahan memburuk
 
Penyebab cedera rotator cuff umumnya adalah pergerakan lengan yang dilakukan atau terjadi secara berlebihan. Akibatnya, rotator cuff meregang melebihi kemampuannya.Berdasarkan tingkat keparahannya, cedera rotator cuff memiliki beberapa tipe yang meliputi:
  • Tendinitis pada rotator cuff

Tendinitis adalah peradangan pada tendon akibat terlalu banyak digunakan. Dalam hal ini, inflamasi terjadi pada salah satu tendon penyusun rotator cuff.Tendonitis pada rotator cuff mengakibatkan munculnya rasa nyeri saat Anda melakukan gerakan pada tendon yang bersangkutan.
  • Bursitis bahu

Bursitis pada bahu juga dikenal dengan istilah subacromia bursitis. Kondisi ini merupakan peradangan pada bursa, yaitu kantung berisi cairan yang berfungsi melumasi tendon-tendon rotator cuff.Nyeri bursitis bahu biasanya akan semakin parah pada malam hari dan bisa muncul ketika Anda menggerakkan bahu.
  • Rotator cuff yang robek

Bila terus-menerus mengalami peradangan, tendon pada rotator cuff bisa saja robek. Robekan ini pun dapat terjadi secara total maupun sebagian.Selain inflamasi, robekan juga dapat terjadi secara tiba-tiba dengan gejala rasa sakit yang parah dan muncul mendadak. Misalnya karena kecelakaan berkendara maupun cedera saat olahraga. 

Faktor risiko cedera rotator cuff

Risiko seseorang untuk mengalami cedera rotator cuff bisa meningkat karena faktor-faktor di bawah ini:
  • Pengaruh usia

Seiring bertambahnya usia Anda, risiko cedera rotator cuff pun akan semakin tinggi. Cedera ini umum terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun.
  • Profesi

Atlet pada cabang olahraga yang menuntut banyak gerakan bahu dan lengan berisiko lebih tinggi untuk terkena cedera rotator cuff. Contohnya, atlet baseball, tenis, atau panahan.Demikian pula dengan buruh bangunan. Profesi ini menuntut Anda untuk menggunakan otot-otot tubuh secara maksimal, termasuk rotator cuff.
  • Faktor keturunan

Anda mungkin saja memiliki kelainan bawaan lahir yang membuat Anda lebih rentan mengalami cedera rotator cuff. 
Sama seperti penyakit pada umumnya, diagnosis cedera rotator cuff juga dilakukan dengan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. 

Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda rasakan, kegiatan Anda akhir-akhir ini, serta riwayat medis Anda maupun keluarga.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh dokter dengan cara:
  • Mengamati kondisi bahu dan lengan Anda untuk melihat ada tidaknya pembengkakan ataupun perubahan warna pada kulit Anda
  • Mencoba menekan bahu dan lengan Anda guna melihat lokasi yang terasa nyeri ketika ditekan
  • Meminta Anda untuk menggerakkan bahu dan lengan, untuk mengevaluasi ROM (range of motion) aktif dan pasif

Pemeriksaan penunjang

Untuk memastikan diagnosis cedera rotator cuff, dokter dapat mengajukan sederet pemeriksaan pemindaian berupa X-ray, USG, serta MRI. 
Penanganan cedera rotator cuff akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tingkat keparahannya. Langkah-langkah penanganan yang mungkin disarankan oleh dokter meliputi:
  • Mengistirahatkan bahu sebanyak mungkin

Dokter juga mungkin membalut bahu dan lengan Anda dengan perban elastis guna menghindari pergerakan.
  • Menggunakan kompres dingin

Anda bisa mengompres bagian yang cedera dengan es batu yang telah dilapisi kain atau handuk. Lakukan langkah ini selama 20 menit dan ulang sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Mengonsumsi obat pereda sakit

Contoh obat ini meliputi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau paracetamol.
  • Memberikan suntikan kotrikosteroid

Langkah ini hanya dilakukan oleh dokter jika obat pereda sakit tidak efektif untuk Anda.
  • Menjalani terapi fisik

Dokter akan merujuk Anda ke fisioterapis profesional untuk menjalani latihan yang bertujuan meningkatkan kelenturan dan kekuatan bahu Anda.
  • Melakukan operasi

Jika langkah-langkah lain tidak memberikan hasil yang efektif, tindakan operasi bisa dianjurkan. Mulai dari memperbaiki rotator cuff hingga menanam sendi bahu artifisial untuk menggantikan sendi Anda yang sudah rusak. 

Komplikasi cedera rotator cuff

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi cedera rotator cuff:
  • Bahu beku
  • Degenerasi progresif pada sendi bahu
  • Hilangnya gerak atau kelemahan bahu secara permanen
 
Cara mencegah cedera rotator cuff yang bisa Anda lakukan adalah dengan berhati-hati dan menghindari cedera. Misalnya dengan cara-cara berikut ini:
  • Sebisa mungkin tidak bertumpu pada tangan saat hendak bangkit dari duduk
  • Bagi orang yang memiliki kondisi kaki lemah (seperti pada penderita athritis), disarankan untuk melakukan latihan otot kaki
  • Lakukan latihan untuk memperkuat rotator cuff
  • Biasakan untuk selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga
  • Gunakan bangku atau tangga ketika Anda ingin mengambil barang dari tempat tinggi
 
Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala cedera rotator cuff. Terutama bila keluhan tersebut terus berlangsung lebih dari seminggu, atau Anda merasakan kelemahan pada bagian bahu. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Catat kegiatan fisik yang Anda lakukan.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cedera rotator cuff?
  • Apakah ada anggota keluarga yang pernah mengalami keluhan serupa?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya. Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cedera rotator cuff agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rotator-cuff-injury/symptoms-causes/syc-20350225
Diakses pada 22 November 2019
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/rotator-cuff-injury-a-to-z
Diakses pada 22 November 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/92814-clinical#b4
Diakses pada 22 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/rotator-cuff-injury
Diakses pada 22 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/what-is-my-rotator-cuff#1
Diakses pada 14 Juli 2021
WebMD.  https://www.webmd.com/pain-management/what-is-my-rotator-cuff#1
Diakses pada 14 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/what-is-subacromial-bursitis
Diakses pada 14 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/how-to-prevent-shoulder-injuries
Diakses pada 14 Juli 2021
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/injuries-poisoning/sports-injury/rotator-cuff-injury-subacromial-bursitis
Diakses pada 14 Juli 2021
Ortho info. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/rotator-cuff-tears/
Diakses pada 14 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email