Penyakit Lainnya

Ciguatera

27 Apr 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ciguatera
Ciguatera fish poisoning adalah salah satu bentuk keracunan makanan akibat memakan ikan yang terkontaminasi senyawa ciguatoxins. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami mual, nyeri, syok jantung, hingga gangguan saraf.Racun ciguatera diproduksi oleh mikroorganisme bentik (yang berada di dasar air) yang menempel pada alga di perairan terumbu karang (dinoflagellata). Senyawa ini tidak berbahaya bagi ikan, tetapi dapat berdampak buruk bagi manusia dan mamalia lainnya. Ada lebih dari 400 spesies ikan yang dapat terkontaminasi racun ciguatera dan menjadi penyebab ciguatera fish poisoning. Namun, paling sering terjadi pada ikan predator berukuran besar dengan berat lebih dari 2 kg seperti barakuda, kerapu, kakap, belut, kuwe batu, dan makarel Spanyol.Ikan yang sudah terkontaminasi racun ciguatera tidak akan berubah penampilan, rasa, atau baunya. Senyawa ciguatoxins juga dapat larut dalam lemak dan tahan panas atau dingin, sehingga tidak akan hilang walaupun sudah dimasak atau dibekukan. Oleh karena itu, cukup sulit bagi manusia untuk menghindarinya. Menurut jurnal Travel Medicine, perkiraan menunjukkan ada 50.000-500.000 kasus baru keracunan ciguatera di seluruh dunia setiap tahunnya.
Ciguatera
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaMual, muntah, diare, allodynia
Faktor risikoMemakan ikan laut, tidak mengolah ikan dengan baik dan benar
Metode diagnosisPenelusuran riwayat kesehatan pasien, pengujian laboratorium
PengobatanBilas lambung, obat-obatan, infus cairan tubuh
ObatKarbon aktif, diuretik osmotik, amitriptilin, diphenhydramine, NSAID
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala, terutama setelah memakan ikan
Gejala ciguatera biasanya muncul 3-6 jam setelah makan ikan yang terkontaminasi. Akan tetapi, beberapa orang baru merasakan efeknya setelah 30 jam kemudian. Gejala umum ciguatera fish poisoning meliputi:
  • Mual
  • Muntah 
  • Diare
  • Sakit perut
  • Nyeri otot
  • Pusing 
  • Sensasi terbakar saat bersentuhan dengan dingin (allodynia)
Gejala ciguatera yang kurang umum dapat meliputi:
Gejala tersebut biasanya berlangsung selama beberapa hari. Bahkan, dalam beberapa kasus dapat bertahan selama berbulan-bulan. Pada kasus keracunan ciguatera berat, pasien dapat mengalami sesak napas, air liur berlebihan, mata berair, menggigil, ruam, gatal, dan kelumpuhan. Bradikardia, koma, dan hipotensi juga pernah dilaporkan terjadi pada beberapa pasien ciguatera fish poisoning.
Ciguatera termasuk ke dalam foodborne illness, yakni gangguan kesehatan akibat makan makanan yang terkontaminasi racun berbahaya bernama ciguatoxins. Racun ini umumnya ditemukan pada ikan tropis atau subtropisBerdasarkan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, ciguatoxins dan prekursornya diproduksi oleh alga mikroskopis yang termasuk dalam kelompok dinoflagellata bentik. Mikroalga ini tumbuh menempel pada substrat, seperti terumbu karang atau padang lamun di perairan laut yang hangat. Ketika ikan herbivora kecil memakan alga yang tertempel ciguatoxins, racun tersebut dapat mengkontaminasi ikan dan menumpuk di organ dalam ikan seperti bagian hati, kulit, atau bahkan di telurnya. Racun ini akan berpindah pada ikan predator yang lebih besar saat ikan kecil menjadi mangsa, sampai akhirnya ikan tersebut dikonsumsi oleh manusia. Saat memasuki tubuh manusia, ciguatoxins akan memengaruhi sistem pencernaan, saraf, dan peredaran darah. Penularan ciguatera poisoning antar manusia sangat jarang terjadi. Tetapi, menurut National Organization for Rare Disorders, ciguatoxin dilaporkan telah ditemukan dalam air mani laki-laki yang terkena ciguatera fish poisoning. Hal ini dapat menjadi penyebab keracunan ciguatera pada wanita ketika berhubungan seksual dengan laki-laki tersebut. Ciguatoxins juga dapat masuk ke dalam ASI, sehingga ibu yang keracunan berisiko menularkan penyakit ini kepada anak-anak yang mereka susui.

Faktor risiko

Ciguatera fish poisoning dapat menyerang pria dan wanita dalam jumlah yang sama. Penyakit ini paling sering terjadi di negara tropis dan subtropis, terutama di kawasan Pasifik dan Karibia.Semua kelompok umur berisiko terkena ciguatera poisoning. Namun, gejala yang lebih parah dengan durasi yang lebih lama umumnya terjadi pada orang yang lebih tua. Anak-anak tampaknya mengalami gejala yang lebih ringan untuk periode waktu yang lebih singkat. Baca juga: Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan untuk Menghindari Keracunan
Hingga saat ini belum ada biomarker atau penanda khusus racun ciguatera pada manusia. Gejala ciguatera fish poisoning juga mirip dengan gejala keracunan makanan lainnya. Oleh karena itu berdasarkan informasi yang diterbitkan Department of Food Safety and Zoonoses dari WHO, diagnosis pada manusia dilakukan dengan menganalisis temuan berikut:
  • Kriteria paparan: didasarkan pada riwayat konsumsi ikan yang umum terkontaminasi racun ciguatera.
  • Kriteria klinis: pasien menunjukkan gejala neurologis yang telah dijelaskan sebelumnya, terutama alodinia, 48 jam setelah makan ikan. Gejala-gejala tersebut mungkin didahului atau disertai dengan gangguan pencernaan atau gangguan kardiovaskular.
Diagnosis ciguatera fish poisoning kemudian dapat diperkuat oleh kriteria berikut:
  • Kriteria laboratorium: pengujian di laboratorium untuk mengonfirmasi adanya ciguatoxins pada sisa ikan yang sebelumnya dimakan.
  • Kriteria epidemiologi: gejala dialami pasien pada kondisi yang mewabah, yakni dialami oleh banyak orang dalam satu wilayah.
Tidak ada antiracun spesifik yang tersedia untuk racun ciguatera. Pengobatan yang dilakukan biasanya bertujuan untuk mengurangi gejalanya.Pengobatan keracunan ikan ciguatera biasanya dilakukan di rumah sakit dengan segera memompa keluar semua isi lambung (gastric lavage). Jika pengobatan ini tidak dapat dilakukan, pasien akan dipaksa muntah dengan pemberian sirup ipecac. Saat ini, beberapa dokter merekomendasikan arang aktif untuk membersihkan saluran pencernaan dari racun. Arang aktif dapat menyerap racun dengan baik dari pencernaan jika dilakukan 3 sampai 4 jam setelah pasien mengonsumsi ikan beracun.Mual dan muntah yang tidak terkontrol harus diobati melalui rawat jalan dengan pemberian cairan intravena untuk mencegah dehidrasi. Jika terjadi syok, kejang, atau gagal napas, tindakan medis yang tepat harus segera dilakukan, misalnya dengan pemberian obat polisakarida, serum albumin, atau transfusi darah. Pengobatan ciguatera lainnya bersifat simtomatik dan suportif, antara lain:
  • Diuretik osmotik untuk membantu mengeluarkan racun melalui kencing
  • Amitriptilin dan gabapentin untuk mengurangi gejala nyeri saraf
  • Diphenhydramine dan hydroxyzine untuk membantu meredakan gatal
  • NSAID dan parasetamol yang berfungsi mengurangi rasa sakit
Setelah pasien pulih, pasien disarankan untuk menghindari konsumsi ikan, kacang-kacangan, alkohol, dan kafein setidaknya selama 6 bulan untuk mencegah gejala kembali.Baca juga: Obat Keracunan Makanan yang Efektif Hentikan Racun dan Gejalanya
Ikan yang terkontaminasi ciguatoxins sangat sulit dibedakan dengan ikan lainnya. Namun, Anda dapat mengurangi risiko terkena ciguatera fish poisoning melalui hal-hal berikut:
  • Jangan menangkap atau memakan ikan dari daerah wabah
  • Mengolah ikan dengan baik 
  • Hindari memakan bagian kepala, mata, telur, tulang, hati, atau jeroan ikan lainnya. Pasalnya, bagian ini terbukti mengandung kadar ciguatoxin yang lebih tinggi daripada dagingnya. 
  • Jika Anda mengonsumsi ikan laut dari perairan air hangat, makanlah dalam porsi kecil, tidak lebih dari 200 gram. 
  • Sebaiknya simpan sisa ikan yang dimakan (potongan ikan kurang lebih berukuran 20 gr) ke dalam freezer jika muncul gejala keracunan. Hal ini dapat membantu dokter memastikan diagnosis melalui analisis laboratorium.
  • Bagi wanita yang pasangan laki-lakinya keracunan ciguatera, hindari berhubungan seksual hingga pasangan Anda sembuh. 
  • Jika seorang ibu menyusui keracunan ciguatera, sebaiknya berhenti dulu memberikan ASI.
Baca jawaban dokter: Bagaimana cara mengolah ikan yang benar?
Jika Anda baru saja makan ikan dan menduga bahwa Anda menderita keracunan ciguatera dari gejala-gejala yang muncul, segera hubungi dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga
  • Ingat kembali kapan gejala muncul? Apakah setelah makan makanan tertentu?.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda baru saja makan ikan laut?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis ciguatera fish poisoning agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Travel Medicine (Fourth Edition). https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780323546966000495
Diakses pada 7 April 2022
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. https://media.neliti.com/media/publications/102645-ID-none.pdf
Diakses pada 7 April 2022
eMedicineHealth. https://www.emedicinehealth.com/wilderness_ciguatera_toxin/article_em.htm
Diakses pada 7 April 2022
Game Fishing Association Australia. https://gfaa.asn.au/ciguatera/
Diakses pada 7 April 2022
Department of Food Safety and Zoonoses-WHO. https://apps.who.int/iris/rest/bitstreams/1412192/retrieve
Diakses pada 7 April 2022
Rarediseases. https://rarediseases.org/rare-diseases/ciguatera-fish-poisoning/
Diakses pada 7 April 2022
Centers for Disease Control and Prevention. https://wwwnc.cdc.gov/travel/page/fish-poisoning-ciguatera-scombroid
Diakses pada 7 April 2022
The European Centre for Disease Prevention and Control. https://www.ecdc.europa.eu/en/all-topics-z/ciguatera-fish-poisoning/facts-ciguatera-fish-poisoning
Diakses pada 7 April 2022
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/ciguatera_poisoning/article.htm#when_should_i_see_a_doctor_for_ciguatera_poisoning
Diakses pada 7 April 2022
International Association for Medical Assistance to Travellers. https://www.iamat.org/risks/ciguatera-fish-poisoning
Diakses pada 7 April 2022
Marine Drugs. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2579736/
Diakses pada 7 April 2022
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email