Jantung

Defek Septum Ventrikel

21 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Defek Septum Ventrikel
Defek septum ventrikel terjadi akibat adanya lubang pada jantung
Ventricular septal defect (VSD) atau defek septum ventrikel adalah cacat jantung bawaan akibat adanya lubang pada jantung yang terjadi bayi lahir (kongenital). Kelainan jantung ini berada di dinding (septum) pemisah ruang bawah atau bilik jantung (ventrikel), dan memungkinkan darah mengalir dari kiri ke sisi kanan jantung. Normalnya, sisi kanan jantung memompa darah ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen dan sisi kiri memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.VSD memungkinkan darah beroksigen bercampur dengan darah terdeoksigenasi sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah dan peningkatan aliran darah di arteri paru-paru. Hal ini membuat jantung dan paru-paru harus bekerja lebih keras.Dalam ukuran kecil, VSD bisa saja tidak menimbulkan gejala, dan dapat menutup dengan sendirinya. Sementara itu, VSD berukuran sedang dan besar kemungkinan membutuhkan operasi sedini mungkin, untuk mencegah komplikasi.Defek septum ventrikel terjadi selama kehamilan jika dinding yang terbentuk di antara kedua ventrikel tidak sepenuhnya berkembang, sehingga meninggalkan lubang. 
Defek Septum Ventrikel
Dokter spesialis Jantung
GejalaKurang nafsu makan, mudah lelah, pernapasan tidak teratur
Faktor risikoFaktor keturunan, faktor lingkungan, faktor genetik
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, EKG, ekokardiogram
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatBeta-blocker
KomplikasiGagal jantung, hipertensi pulmonal, endokarditis
Kapan harus ke dokter?Mengalami mudah lelah, sesak napas, napas cepat
Secara umum, gejala defek septum ventrikel meliputi:
  • Kurangnya nafsu makan, sehingga menghambat tumbuh kembang anak
  • Pernapasan yang tidak teratur dan cepat
  • Mudah lelah
Ciri atau gejala lain yang mungkin muncul akibat defek septum ventrikel adalah:
  • Sulit bernapas
  • Warna kulit pucat
  • Sering mengalami infeksi saluran pernapasan
  • Kulit kebiruan, terutama di sekitar bibir dan kuku
  • Berkeringat saat menyusui
Tanda dan gejala dari defek septum ventrikel ini mungkin tidak terdeteksi sewaktu lahir. Jika defek tersebut kecil, gejala mungkin tidak akan timbul sampai akhir masa kanak-kanak.Tanda dan gejala bervariasi, berdasarkan ukuran dari lubang pada jantung dan kelainan jantung terkait lainnya. 
Sampai sekarang, penyebab defek septum ventrikel belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko defek septum ventrikel tersebut meliputi:
  • Faktor lingkungan
  • Faktor genetik
  • Faktor keturunan
  • Menderita kelainan genetik, seperti sindrom Down
 
Diagnosis defek septum ventrikel dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik, EKG, ekokardiogram, tes pencitraan, dan keteterisasi jantung. Berikut penjelasannya.
  • Pemeriksaan fisik

VSD biasanya menyebabkan murmur (bunyi) pada jantung yang dapat didengar oleh dokter melalui stetoskop. Untuk defek septum ventrikel, dokter biasanya akan mencari gejala yang Anda alami.Jika ada gejala yang mengarah pada VSD, Anda perlu menjalani pemeriksaan berupa elektrokardiogram, echocardiogram, tes pencitraan, maupun kateterisasi jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG)

Prosedur EKG merupakan alat yang menggunakan elektroda untuk mendeteksi sinyal listrik pada jantung. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu mendiagnosis kelainan jantung atau masalah pada ritme jantung.
  • Ekokardiogram

Ekokardiogram dilakukan dengan menggunakan gelombang suara dan memang umum dilakukan. Pada pasien VSD, pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan ukuran, lokasi, dan beratnya penyakit.Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk mendeteksi kelainan jantung lainnya dan dapat dilakukan pada janin (fetal echocardiogram).
  • Tes pencitraan

Pemeriksaan dengan foto rontgen dada (thoraks) atau MRI dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya pembesaran jantung maupun cairan pada paru-paru.
  • Kateterisasi jantung

Dokter akan memasukkan selang kecil yang lentur ke dalam pembuluh darah melalui lengan, atau pangkal paha menuju jantung. Melalui kateterisasi jantung, dokter dapat mendiagnosis kelainan jantung bawaan dan menentukan fungsi katup serta bilik jantung.Pulse oximetry pun dilakukan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. 
Cara mengobati defek septum ventrikel umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Untuk bayi yang baru lahir, dokter biasanya belum melakukan pembedahan. Sebab, masih ada kemungkinan cacat jantung (lubang) dapat menutup sendiri. Setelah lahir, dokter akan memantau dan mengobati gejala yang terjadi sambil menunggu kemungkinan defek menutup sendirinya.Jika memang diperlukan, operasi akan dijalankan pada bayi dalam tahun pertama kelahiran.Sementara itu, anak dan orang dewasa dengan VSD berukuran sedang atau besar, yang menimbulkan gejala signifikan, mungkin membutuhkan operasi untuk menutup defek. Operasi bisa menutup VSD berukuran kecil, untuk mencegah komplikasi.Sebab, lokasinya biasanya terletak pada katup jantung, yang mengalami kerusakan. Bayi dengan VSD berukuran besar atau kondisi mudah lelah ketika menyusu, akan membutuhkan nutrisi tambahan untuk memperbaiki pertumbuhannya.Selain itu, pada dasarnya cara mengobati bisa dilakukan dengan obat-obatan maupun operasi. Berikut penjelasannya.

Obat-obatan

Pemakaian obat-obatan seperti obat golongan diuretik, berfungsi menurunkan jumlah cairan dalam sirkulasi darah dan paru-paru. Jadi, volume darah yang harus dipompa ke seluruh tubuh juga berkurang. Obat beta blocker, berguna untuk menjaga detak jantung tetap normal.

Operasi

Pembedahan dilakukan untuk menyumbat atau menambal lubang pada dinding ventrikel. Dokter menjalankan operasi berdasarkan ukuran, lokasi lubang, serta gejala yang timbul, dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan umum anak. Prosedur pembedahan meliputi:
  • Operasi jantung terbuka

Operasi ini dilakukan untuk menambal atau menjahit lubang agar tertutup
  • Katerisasi

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter (selang kecil) ke dalam pembuluh darah besar seperti yang terdapat pada pangkal paha. Kateter lalu perlahan-lahan diarahkan ke jantung.Setelah itu, dokter akan menutup lubang tempat masuknya kateter dengan alat khusus.
  • Hybrid

Prosedur ini mengombinasikan keteterisasi dan operasi. Kateter akan dimasukkan ke dalam jantung melalui insisi (sayatan) kecil. Selanjutnya, alat akan dimasukkan melalui kateter untuk menutup lubang pada jantung.Setelah dilakukan penutupan, pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan lubang tetap tertutup dan untuk mencari tanda-tanda komplikasi. 

Komplikasi defek septum ventrikel

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi defek septum ventrikel:
 
Langkah pencegahan defek septum ventrikel tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara menjaga kesehatan saat hamil, yaitu:
  • Rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter kandungan, bahkan saat Anda baru berencana untuk hamil
  • Konsumsi makanan bergizi dan konsumsi suplemen yang mengandung asam folat
  • Olahraga secara teratur
  • Berhenti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan obat-obatan terlarang
  • Lakukan vaksin untuk mencegah infeksi sebelum hamil
Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kelainan jantung atau kelainan genetik lainnya, pertimbangkan untuk berbicara dengan konselor genetik sebelum hamil. 
Hubungi dokter bila anak Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Mudah lelah saat makan atau bermain
  • Berat badan tidak bertambah
  • Sesak napas saat makan atau menangis
  • Napas cepat atau sesak napas
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Sesak napas saat beraktivitas atau saat berbaring
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Badan terasa Lelah dan lemah
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait defek septum ventrikel?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis defek septum ventrikel agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/VentricularSeptalDefect.html
Diakses pada 19 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/ventricular-septal-defect
Diakses pada 30 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ventricular-
septal-defect/symptoms-causes/syc-20353495
Diakses pada 19 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email