Infeksi

Demam Rematik

29 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Demam Rematik
Tidak hanya anak usia 5-15 tahun, demam rematik juga dapat menyerang balita dan dewasa
Demam rematik adalah peradangan yang dapat berdampak pada jantung, sendi, kulit, atau otak. Penyakit ini terjadi sebagai komplikasi dari radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus yang tidak ditangani dengan baik.Meskipun sering terjadi pada anak usia 5-15 tahun, demam rematik juga dapat dialami oleh remaja yang lebih tua hingga orang dewasa.Di Indonesia, demam rematik masih cukup umum ditemui dan seringkali menyebabkan kerusakan permanen pada jantung. Penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi berat dan kekambuhan penyakit ini. 
Demam Rematik
Dokter spesialis Umum, Anak
GejalaDemam, nyeri sendi, nyeri dada
Faktor risikoTinggal di lingkungan padat penduduk, keturunan, anak-anak
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, swab tenggorokan, tes darah
PengobatanIstirahat, obat-obatan, operasi
ObatAntibiotik, antikejang, OAINS
KomplikasiPenyempitan dan kebocoran katup jantung, dan kerusakan otot jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami radang tenggorokan disertai demam, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut
Demam rematik merupakan komplikasi dari radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus. Gejalanya bisa muncul kira-kira dua sampai empat minggu setelah infeksi pada tenggorokan.Secara umum, gejala demam rematik meliputi:
  • Demam.
  • Nyeri sendi, terutama ketika disentuh. Pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, dan siku merupakan sendi yang paling sering terkena dampaknya. Rasa nyeri ini juga berpindah-pindah.
  • Sendi-sendi yang tampak memerah, terasa panas, dan bengkak.
  • Nyeri pada dada.
  • Bising jantung atau murmur jantung (heart murmur). Gejala ini terjadi karena katup jantung tidak menutup dengan benar.
  • Mimisan.
  • Lesu dan lelah.
  • Ruam-ruam pada kulit dengan tepi tidak beraturan. Bentuknya bisa rata dengan kulit atau membentuk benjolan, namun tidak terasa sakit.
  • Daya fokus yang menurun.
  • Gerak tubuh spontan yang tidak dapat dikendalikan. Gejala ini dikenal dengan istilah Sydenham chorea. Kaki, wajah, dan tangan paling sering mengalaminya.
  • Perilaku yang tidak normal, misalnya mendadak tertawa atau menangis tanpa sebab. Gejala ini bisa menjadi penyerta munculnya Sydenham chorea.
Gejala-gejala tersebut terjadi akibat adanya peradangan yang telah menyebar ke jantung, sendi, sistem saraf pusat, atau kulit. 
Penyebab utama infeksi bakteri adalah Streptococcus grup A. Bakteri ini memicu radang tenggorokan. Mekanisme dan hubungan antara radang tenggorokan dan demam rematik sejatinya belum diketahui dengan pasti.Meski begitu, para pakar memperkirakan bahwa demam rematik dipicu oleh reaksi dari sistem imun akibat bakteri streptokokus tersebut.Bakteri streptokokus memiliki protein yang menyerupai protein pada beberapa jaringan tubuh. Kondisi ini membuat sistem imun tubuh keliru mengidentifikasi jaringan-jaringan tubuh yang sehat tersebut sebagai benda asing serupa bakteri dan menyerangnya. Akibatnya, muncullah gejala demam rematik. 

Faktor risiko demam rematik

Beberapa faktor risiko penyakit ini meliputi:
  • Berada di lingkungan padat penduduk
  • Faktor keturunan. Beberapa gen tertentu dapat menyebabkan mudah terjadinya demam rematik pada seseorang
  • Anak-anak
Selain itu, demam berdarah dan radang tenggorokan yang tidak ditangani juga dapat meningkatkan risiko demam rematik. 
Sampai sekarang, belum ada pemeriksaan medis khusus untuk mendeteksi penyakit ini. Diagnosis demam rematik dapat dipastikan berdasarkan metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan mengajukan pertanyan-pertanyaan seputar gejala serta riwayat penyakit pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan gejala demam rematik pada tubuh pasien (misalnya ruam atau sendi yang sakit dan bengkak), pengukuran suhu tubuh, pengecekan detak jantung dengan stetoskop.
  • Swab tenggorokan

Tes ini dilakukan guna membuktikan ada tidaknya bakteri Streptococcus di tenggorokan pasien.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan memeriksa keberadaan antibodi terhadap bakteri Streptococcus grup A dalam tubuh pasien.
  • Elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiogram

Pemeriksaan EKG dan ekokardiogram diperlukan untuk menilai ada tidaknya kelainan pada jantung sebagai komplikasi dari demam rematik. 
Pengobatan demam rematik bertujuan memberantas bakteri Streptokokus dari tubuh penderita, mengendalikan peradangan, mengurangi gejala, dan menurunkan risiko kambuh maupun komplikasi pada jantung.Dokter dapat menyarankan cara mengobati demam rematik di bawah ini:
  • Banyak istirahat

Dokter akan menganjurkan penderita (khususnya anak-anak) untuk beristirahat dan tidak banyak gerak selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
  • Obat antibiotik

Penisilin merupakan salah satu contoh antibiotik yang biasa diresepkan oleh dokter. Konsumsi obat ini bisa berlangsung cukup lama, tergantung pada kondisi penderita.Jangan menghentikan penggunaan obat antibiotik apapun tanpa anjuran dokter. Berhenti meminum antibiotik sembarangan bisa memicu bakteri yang resistensi terhadap antibiotik.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

Obat ini akan diberikan untuk mengatasi demam, nyeri otot, serta peradangan. Aspirin, ibuprofen, serta naproxen merupakan beberapa contoh OAINS yang bisa dresepkan.Namun ingatkah bahwa aspirin tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak karena dapat memicu Sindrom Reye.
  • Obat antikejang

Dokter akan meresepkan obat antikejang untuk kondisi demam reumatik yang disertai kejang.
  • Operasi

Pada kasus inflamasi jantung yang parah, dokter bisa menganjurkan operasi untuk memperbaiki kerusakan pada jantung penderita. Prosedur ini dilakukan guna mencegah gagal jantung.

 

Komplikasi demam rematik

Komplikasi dapat terjadi apabila sudah ada kerusakan permanen pada jantung. Kondisi ini biasanya terjadi pada 10-20 tahun setelah demam rematik. Kerusakan jantung dapat berupa:
  • Penyempitan katup jantung
  • Penyakit jantung rematik
  • Kebocoran katup jantung
  • Kerusakan otot jantung
  • Stroke
  • Kerusakan permanen pada jantung
  • Kematian
 
Satu-satunya cara mencegah demam rematik adalah mengatasi radang tenggorokan secepat mungkin. Dengan begitu, komplikasi ini pun tidak terjadi.Anda juga bisa mencegah infeksi bakteri Streptococcus grup A dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Berikut contohnya:
  • Senantiasa mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, terutama sebelum makan dan menyiapkan makanan, maupun setelah ke toilet dan bepergian. Bila tidak ada air bersih dan sabun, Anda bisa menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol (hand sanitizer).
  • Menutup mulut dengan punggung tangan atau lengan bawah saat batuk maupun bersin. Anda juga bisa menggunakan tisu.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
  • Jangan saling meminjamkan barang dengan orang yang sedang sakit.
Baca juga: Langkah Cuci Tangan yang Efektif Singkirkan Kuman 
Periksakan anak atau diri Anda ke dokter jika mengalami radang tenggorokan dengan gejala berikut:
  • Demam
  • Sakit tenggorokan yang datang secara tiba-tiba
  • Sakit kepala
  • Nyeri saat menelan
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit perut
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter mungkin akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan? Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Apakah anak Anda mengalami batuk dan pilek sebelumnya?
  • Apakah ada faktor risiko yang menyebabkan anak Anda tertular bakteri Streptococcus?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis demam rematik sekaligus penanganan yang tepat. 
CDC. https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/rheumatic-fever.html
Diakses pada 29 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatic-fever/symptoms-causes/syc-20354588
Diakses pada 29 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-rheumatic-fever-basics#2
Diakses pada 29 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/rheumatic-fever#outlook
Diakses pada 29 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email