Kulit & Kelamin

Dermatitis Herpetiformis

28 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Dermatitis Herpetiformis
Gejala awal dermatitis herpetiformis antara lain kulit yang terasa terbakar
Dermatitis herpetiformis adalah suatu kondisi kronik yang ditandai dengan gatal parah, ruam kulit, dan kulit melepuh yang merupakan manifestasi dari enteropati. Kondisi ini terjadi akibat intoleransi terhadap gluten (gluten-sensitive enteropathy) atau yang umumnya disebut sebagai penyakit celiac.DH atau yang juga disebut sebagai Duhring’s disease, menyerang atau timbul kurang lebih pada 10% pasien dengan penyakit celiac. Istilah herpetiformis pada DH merujuk pada timbulnya lepuhan atau benjolan kulit yang muncul berkelompok, menyerupai lepuhan pada penyakit herpes, tetapi lepuhan tersebut tidak disebabkan oleh infeksi virus herpes.Penyakit ini umumnya diderita oleh pria dewasa yang tinggal di daerah Eropa utara. Dermatitis herpetiformis (DH) merupakan penyakit kulit autoimun yang sangat jarang terjadi pada orang dengan ras Afrika Amerika dan Asia Amerika. Dermatitis herpetiformis juga jarang terjadi pada anak-anak. 
Dermatitis Herpetiformis
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit seperti terbakar atau tersengat, muncul lepuhan
Faktor risikoPria, faktor keturunan, usia 30-40 tahun
Metode diagnosisBiopsi, pemeriksaan auto-antibodi
PengobatanObat-obatan, hindari makanan yang mengandung gluten
ObatDapsone, krim kortikosteroid
KomplikasiKanker usus, kekurangan vitamin, anemia
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala dermatitis herpetiformis
Secara umum, gejala dermatitis herpetiformis adalah kulit yang terasa seperti terbakar atau tersengat di beberapa lokasi. Kemudian, setelah gejala tersebut muncul, timbul benjolan kecil yang berkelompok dan terasa sangat gatal. Benjolan ini dapat memiliki karakteristik yang berbeda, seperti:
  • Lepuhan
  • Luka yang berisi cairan di dalamnya
  • Luka yang menyerupai urtikaria
  • Luka yang meninggi
  • Plak berwarna merah dan menebal yang menyerupai gejala kulit pada dermatitis, skabies, dan urtikaria papular
  • Erosi atau krusta akibat garukan pada kulit yang gatal
Pada tahap ini, manifestasi klinis kulit pada DH kerap disalahartikan sebagai eksim. Seringkali, manifestasi klinis kulit pada DH muncul pada daerah tertentu seperti:
  • Siku
  • Lutut
  • Kulit kepala
  • Bokong
  • Punggung
  • Bahu
Tidak menutup kemungkinan manifestasi kulit ini juga muncul pada badan, leher, sekitar paha, bahkan muncul pada enamel gigi. Umumnya, manifestasi kulit ini muncul pada kedua sisi dari tubuh atau memiliki distribusi yang simetris.Lepuhan pada DH umumnya akan mengering dan menyembuh dalam waktu 1-2 minggu. Namun, lepuhan baru muncul di lokasi yang sama. Pada manifestasi kulit DH yang telah mulai sembuh, dapat muncul post-inflammatory hypopigmentation atau hyperpigmentation.


Penyebab utama dermatitis herpetiformis adalah deposisi dari Imunoglobulin A (IgA) pada kulit yang memicu timbulnya reaksi imunologi, yang berakibat munculnya manifestasi lesi kulit DH. Pada kasus penyakit celiac, gluten memicu produksi dari IgA di dalam usus, yang menimbulkan reaksi lokal di dalam usus. Pada kasus DH, IgA tersebut memasuki aliran darah dan menumpuk di bawah kulit.Sebagai dampaknya, terjadi manifestasi eksternal dari penyakit celiac, dan IgA bereaksi terhadap antigen pada kulit yaitu epidermal transglutaminase, yang memicu timbulnya gejala klinis kulit pada DH. 

Faktor risiko dermatitis herpetiformis 

Beberapa faktor risiko dermatitis herpetiformis meliputi:
  • Pria
  • Faktor keturunan
  • Usia 30-40 tahun
  • Keturunan Eropa
 
Diagnosis dermatitis herpetiformis  dilakukan dengan cara biopsi, pemeriksaan usus halus, pemeriksaan auto-antibodi, dan biopsi usus halus. Berikut penjelasannya.
  • Biopsi atau pengambilan jaringan kulit

Biopsi atau pengambilan jaringan kulit dilakukan untuk menegakkan diagnosis DH. Pada DH umumnya ditemukan gambaran lepuhan subepidermal, sel peradangan netrofil dan eosinofil pada papilla dermis, dan deposisi granula dari IgA pada papila dermis.
  • Pemeriksaan status nutrisi

Pemeriksaan status nutrisi bertujuan mendeteksi gangguan autoimun lain. Pada pemeriksaan ini, tes darah dilakukan untuk mengevaluasi darah lengkap, fungsi hati, fungsi kelenjar tiroid, serum kalsium, evaluasi zat besi, vitamin B12, dan folat.
  • Pemeriksaan auto-antibodi

Pemeriksaan auto-antibodi untuk mengevaluasi kondisi auto-antibodi terhadap IgA dan IgG. DH umumnya dikaitkan dengan pembentukan IgA terhadap epidermal transglutaminase.
  • Biopsi usus halus

Biopsi usus halus dilakukan untuk mengonfirmasi keberadaan penyakit celiac.Dokter juga akan menyarankan pemeriksaan lain, seperti tes HLA-DQ2 dan HLA-DQ8. 
Cara mengobati dermatitis herpetiformis umumnya dilakukan untuk mengurangi gejala. Beberapa pilihan penanganan yang biasanya disarankan dokter meliputi:
  • Konsumsi dapsone dapat mengurangi gatal dan benjolan dalam waktu 1-3 hari
  • Mengoleskan krim kortikosteroid
  • Apabila penyebab dari DH adalah penyakit celiac, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan perubahan gaya hidup dengan menghindari makanan yang mengandung gluten dan iodine
 

Komplikasi dermatitis herpetiformis 

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi dermatitis herpetiformis:
 
Pada penderita penyakit celiac, cara mencegah dermatitis herpetiformis yang bisa dilakukan adalah dengan menjalani diet bebas gluten. 
Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala dermatitis herpetiformis. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dermatitis herpetiformis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dermatitis herpetiformis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NIH. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/dermatitis-herpetiformis/health-care-professionals
Diakses pada 28 Juli 2021
Cleveland clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21460-dermatitis-herpetiformis
Diakses pada 28 Juli 2021
DermNetNZ. https://www.dermnetnz.org/topics/dermatitis-herpetiformis/ 
Diakses pada 28 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/dermatitis-herpetiformis
Diakses pada 28 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-dermatitis-herpetiformis#1
Diakses pada 28 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email