Penyakit Lainnya

Dermatomiositis

28 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Dermatomiositis
Tanda dermatomiositis yang paling umum adalah ruam kulit yang disertai lemah otot
Dermatomiositis adalah penyakit inflamasi yang langka yang ditandai oleh kelemahan otot dan ruam kulit yang khas. Penyakit ini termasuk dalam satu dari tiga jenis peradangan otot atau miopati inflamasi.Penyakit inflamasi ini dapat terjadi pada orang dewasa, terutama pada wanita, dan anak-anak. Pada orang dewasa, dermatomiositis biasanya terjadi pada usia sekitar 40-60 tahun, sedangkan pada anak-anak terjadi pada usia 5-15 tahun.Dermatomiositis merupakan kondisi yang jarang terjadi. Di Amerika serikat penyakit ini di derita oleh kurang dari 10 dari 1 juta orang. Tidak ada obat untuk mengobati kondisi ini, pengobatan dermatomiositis ditujukan untuk mengendalikan gejala. 
Dermatomiositis
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Kulit
GejalaRuam berwarna merah atau ungu pada wajah, nyeri, gatal
Faktor risikoUsia 5-15 tahun, usia 40-60 tahun, wanita
Metode diagnosisTanya jawab, MRI, EMG
PengobatanObat-obatan, olahraga, terapi panas
ObatObat kortikosteroid, imunosupresan
KomplikasiKesulitan menelan, pneumonia aspirasi, gangguan pernapasan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala dermatomiositis
Secara umum, gejala dermatomiositis berupa ruam berwarna merah atau ungu pada wajah (kelopak mata, hidung, dan pipi), punggung, dada bagian atas, siku, lutut dan buku-buku jari. Ruam ini dapat terasa gatal atau menyakitkan.Ciri atau gejala lain yang mungkin muncul akibat dermatomiositis adalah:
  • Nyeri otot
  • Kaku otot
  • Kesulitan menelan
  • Masalah paru-paru
  • Endapan kalsium keras di bawah kulit
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Demam
 
Sampai sekarang, penyebab dermatomiositis belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko dermatomiositis tersebut meliputi:
  • Penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sel-sel tubuh Anda yang melawan penyakit (antibodi), menyerang jaringan tubuh sehat Anda.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu juga dapat berkontribusi untuk menderita penyakit ini. Misalnya, memiliki infeksi virus atau kanker dapat membahayakan sistem kekebalan Anda dan menyebabkan perkembangan dermatomiositis.
  • Usia 5-15 tahun
  • Usia 40-60 tahun
  • Wanita
 
Diagnosis dermatomiositis dilakukan dengan cara tanya jawab dan beberapa pemeriksaan tambahan. Berikut penjelasannya.

Tanya jawab

Dokter akan melihat riwayat medis dan menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala yang dialami. Dermatomiositis adalah penyakit inflamasi otot yang mudah untuk didiagnosis karena ruam yang khas.

Pemeriksaan tambahan

Dokter juga biasanya akan menyarankan Anda melakukan beberapa pemerikaan tes tambahan, seperti:
  • MRI untuk mengidentifikasi otot-otot abnormal
  • Electromyography (EMG) digunakan untuk merekam impuls listrik yang mengontrol otot-otot
  • Analisis darah untuk memeriksa kadar enzim otot, seperti creatinine kinase (CK) and aldolase, dan autoantibodi atau antibodi yang menyerang sel normal
  • Biopsi otot untuk mencari peradangan dan masalah lain yang terkait dengan penyakit
  • Biopsi kulit untuk mencari perubahan yang disebabkan oleh penyakit
 
Cara mengobati dermatomiositis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan yang biasanya disarankan dokter meliputi:

Konsumsi obat-obatan

Untuk mengobati dermatomiositis dokter biasanya akan menyarankan Anda mengonsumsi beberapa pilihan obat di bawah ini:
  • Kortikosteroid. Obat jenis ini dapat mengontrol gejala secara cepat, namun perlu diperhatikan pemakaian jangka panjangnya karena dapat menimbulkan efek samping.
  • Agen pendamping kortikosteroid. Obat jenis ini digunakan bersamaan dengan kortikosteroid untuk menurunkan dosis dan efek samping dari kortikosteroid.
  • Obat imunosupresan
  • Obat rheumatoid arthritis

Melakukan perawatan yang dapat membantu masalah otot

Beberapa pilihan cara membantu masalah otot yang biasanya disarankan dokter, yaitu:
  • Terapi panas
  • Olahraga
  • Orthotics
  • Perangkat yang membantu berdiri tegak
  • Beristirahat
Selain itu, dokter akan menyarankan Anda melakukan Pengobatan imunoglobulin intravena (IVIg) untuk menghambat antibodi yang abnormal yang menyerang sistem kekebalan tubuh. 

Komplikasi dermatomiositis

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi dermatomiositis:
 
Cara mencegah dermatomiositis adalah dengan menghindari paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan tabir surya. 
Konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada dermatomiositis. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dermatomiositis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dermatomiositis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/dermatomyositis
Diakses pada 28 Juli 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dermatomyositis/symptoms-causes/syc-20353188
Diakses pada 28 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/dermatomyositis
Diakses pada 28 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-dermatomyositis#1
Diakses pada 28 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email