Pernapasan

Edema Paru

04 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Edema Paru
Edema paru umumnya disebabkan oleh beberapa penyakit seperti penyakit jantung dan hipetensi
Edema paru merupakan kondisi dimana paru-paru terisi oleh cairan. Penyakit ini juga dikenal juga sebagai sebagi lung congestion (penumpukan cairan di paru-paru) atau paru-paru berisi cairan.Saat kondisi ini terjadi, tubuh berusaha untuk mendapatkan oksigen yang cukup sehingga Anda mulai mengalami sesak napas atau nyeri dada. Edema adalah kondisi yang dapat diobati dengan pengobatan yang tepat berdasarkan penyebabnya.Kondisi ini ada yang berkembang secara tiba-tiba alias edema paru akut. Kondisi ini termasuk kondisi gawat darurat medis. Segeralah mencari bantuan medis agar penderita bisa diberi pertolongan dengan baik. Jika tidak dilakukan penanganan segera, edema paru bisa saja menyebabkan kematian.Perkembangan penyakit ini juga bisa berjalan lambat atau biasa disebut dengan edema paru kronis. Perawatan kondisi ini akan tergantung pada jenis yang dialami penderita. Selain itu, pengobatan juga tergantung pada penyebab terjadinya edema pada paru. 
Edema Paru
Dokter spesialis Paru
GejalaSesak napas mendadak seperti tenggelam, cemas, berat badan bertambah dengan cepat
Faktor risikoGagal jantung, aritmia, konsumsi alkohol
Metode diagnosisRontgen, CT scan, oksimetri
PengobatanObat-obatan, oksigen
KomplikasiHipertensi pulmonal, kesulitan bernapas, pembengkakan di kaki dan perut
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala edema paru
Tanda dan gejala pada penyakit ini adalah
  • Batuk darah
  • Kesulitan bernapas ketika berbaring (ortopnea)
  • Selalu merasa kekurangan oksigen
  • Napas berbunyi
  • Kelelahan saat berbicara karena kekurangan oksigen
Adapun gejala lain yang dapat terjadi yaitu:
 
Penyebab edema paru umumnya disebabkan oleh gangguan jantung, sehingga disebut edema paru kardiogenik. Edema paru menyebabkan salah satu bilik jantung tidak dapat memompa darah yang masuk melalui pembuluh darah dari paru-paru.Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dan meningkatkan tekanan di jantung. Bilik jantung juga bisa menjadi lemah karena pembuluh darah arteri yang sempit, kerusakan otot jantung, masalah katup jantung, dan tekanan darah tinggi.Selain jantung, berikut penyebab edema paru lainnya:
  • Mengidap acute respiratory distress syndrome (ARDS), atau sindrom gangguan pernapasan akut
  • Mengalami pembekuan darah
  • Terkena paparan amonia, klorin, atau racun lainnya
  • Menghirup asap yang mengandung bahan kimia tertentu
  • Mengalami cedera atau trauma pada otak atau sistem saraf
  • Mengalami cedera paru setelah pengangkatan bekuan darah
  • Reaksi terhadap beberapa obat
  • Infeksi virus
Penyakit ini juga dapat terjadi karena penderita berada di dataran tinggi, biasanya di atas 2400 meter. Oleh karena itu, para pendaki gunung harus turun ke bawah dan mencari bantuan medis jika mereka mengalami:
  • Rasa tidak nyaman pada dada
  • Batuk
  • Batuk yang mengandung darah
  • Memiliki detak jantung yang cepat dan tidak teratur
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Sulit saat berjalan di permukaan yang datar
 

Faktor risiko edema paru

Terdapat sejumlah faktor risiko edema paru yang membuat penyakit ini kian rentan diderita. Adapun beberapa faktor risiko tersebut, antara lain:
Faktor risiko selain di atas yang harus diperhatikan meliputi:
  • Beberapa kondisi sistem saraf
  • Kerusakan paru-paru karena terendam air
  • Pemakaian narkoba
  • Menghirup asap
  • Mengalami infeksi virus
  • Pembekuan darah
 
Umumnya dokter akan melakukan diagnosis endema paru setelah mnemukan cairan di paru-paru atau gejala yang disebabkan oleh cairan tersebut. Pemeriksaan fisik juga diperlukan untuk mendengarkan paru-paru Anda melalui stetoskop.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik tersebut dilakukan untuk mendeteksi:
  • Denyut jantung yang meningkat
  • Napas yang terlalu cepat
  • Suara berderik dari paru-paru Anda
  • Suara jantung yang abnormal
Dokter akan memeriksa leher untuk menemukan penumpukan cairan. Selain itu, dokter juga akan mencari pembengkakan pada kaki dan perut seta melihat apakah kulit Anda pucat atau biru.Dokter juga akan menanyakan gejala Anda dan riwayat medis Anda. Apabila dokter mencurigai Anda memiliki cairan pada paru-paru, dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Rontgen dada

Rontgen dada bertujuan memastikan diagnosis edema paru dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. Pemeriksaan ini dilakukan setelah tes pertama menandakan pasien memiliki tanda dan gejala penyakit ini.

CT scan

CT scan mungkin tidak memberi tahu penyebab edema paru secara langsung. Namun, CT scan pada dada dapat memberi petunjuk tidak langsung dalam membantu diagnosis penyakit ini.

Oksimetri nadi

Alat ini akan dipasang pada jari atau telinga pasien dengan menggunakan bantuan cahaya. Hal ini dilakukan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah pasien.

Analisis gas darah

Analisis gas darah akan memeriksa kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah pasien. Tes ini biasa disebut dengan tes gas darah arteri.

Tes darah BNP

Tes darah juga dilakukan untuk mengukur peptide natriuretik tipe B atau BNP. Pengukuran dilakukan sebab peningkatan kadar BNP bisa menandakan kondisi jantung seseorang.

Elektrokardiogram (EKG)

Tes EKG untuk mencari masalah irama jantung atau tanda-tanda serangan jantung. Tes ini dapat menunjukkan tanda terjadinya penebalan dinding jantung atau serangan jantung sebelumnya. 

Ekokardiogram

Ekokardiogram akan memunculkan gambar jantung dalam kondisi bergerak. Dilakukan dengan tujuan mengatahui sejauh mana kondisi aliran darah, kinerja katup, dan otot jantung. Tes ini juga bisa menunjukkan konsentrasi cairan di sekitar jantung.

Katerisasi jantung

Katerisasi jantung dilakukan jika EKG atau tes lain tidak menunjukkan penyebab edema paru. Prosedur ini akan dilakukan jika pasien mengalami nyeri dada.

USG paru-paru

USG paru bertujuan mengukur aliran darah yang melalui paru-paru. Metode ini juga dapat mengungkap dengan cepat cairan dan efusi. Ini merupakan cara yang paling akurat guna mendiagnosis edema paru. 
Penyakit ini biasanya mengharuskan Anda dirawat di unit gawat darurat pada rumah sakit dan harus dirawat secara intensif di ICU. Di ICU Anda akan mendapatkan pengobatan endema paru berupa oksigen melalui masker wajah atau tabung plastik yang diletakkan pada hidung.Jika oksigen yang diberikan melalui hidung dan mulut kurang, disarankan untuk memakai tabung pernapasan yang ditempatkan dalam tenggorokan (trakea) yang menghubungkannya ke mesin pernapasan (ventilator).Penyebab penyakit ini dapat dideteksi dengan cepat apabila disebabkan oleh penyakit jantung segera obati. Beberapa obat yang dapat Anda gunakan yaitu:
  • Diuretik yang berfungsi untuk mengatasi kelebihan cairan dari tubuh
  • Obat-obatan yang memperkuat otot jantung, mengontrol detak jantung, atau mengurangi tekanan pada jantung
  • Obat-obatan lain ketika gagal jantung bukan penyebab edema paru
 

Komplikasi edema paru

Komplikasi edema paru akan tergantung penyebab yang mendasarinya. Jika kondisi ini terus berlanjut, komplikasi paling sering muncul adalah naiknya tekanan pada arteri pulmonalis (hipertensi pulmonal).Jika hal itu terjadi, maka jantung akan menjadi lemah dan mulai mengalami kegagalan. Selain itu, hipertensi pulmonal akan membuat tekanan pada jantung dan paru-paru mengalami kenaikan.Selain itu, komplikasi yang mungkin muncul dari penyakit ini antara lain:
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan di kaki dan perut
  • Penumpukan cairan di selaput yang mengelilingi paru-paru (efusi pleura)
  • Penyumbatan dan pembengkakan pada liver
 
Untuk melakukan penncegahan edema paru, konsumsilah obat yang diresepkan oleh dokter untuk penyakit yang menjadi penyebab edema paru secara teratur. Serta melakukan diet yang sehat dan mengontrol faktor risiko. 
Apabila mengalami gejala edema paru, segera ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dema paru?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis edema paru agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/pulmonary-edema
Diakses pada 20 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-edema/symptoms-causes/syc-20377009
Diakses pada 4 Agustus 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000140.htm
Diakses pada 4 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/lung/the-facts-about-pulmonary-edema#1
Diakses pada 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email