Jantung

Efusi Perikardium

04 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Efusi Perikardium
Efusi perikardium merupakan penumpukan cairan di jantung
Efusi perikardium adalah penumpukan cairan di antara jantung dan lapisan kantung di yang mengelilingi jantung (perikardium). Normalnya lapisan tersebut hanya berisikan sedikit cairan. Namun, cedera pada bagian ini dapat mengakibatkan cairan berlebih atau penumpukan cairan.Selain cedera, penyakit tertentu juga bisa menyebabkan perikardium memiliki cairan di atas normal. Meski tanpa peradangan, cairan juga bisa menumpuk di sekitar jantung. Biasanya, cairan keluar ketika jantung penderita mengalami pendarahan setelah bagian tersebut mengalami trauma.Kondisi ini bisa menyebabkan naiknya tekanan pada jantung. Akibatnya, fungsi jantung mengalami gangguan. Jika tidak segera ditangani, efusi perikardium bisa menyebabkan gagal jantung, bahkan kematian. 
Efusi Perikardium
Dokter spesialis Jantung
GejalaDemam, nyeri otot, jantung berdebar
Faktor risikoMenderita HIV, kanker yang menyebar ke jantung
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, ekokardiogram, pencintraan
PengobatanObat-obatan, operasi, menguras cairan
ObatAntibiotik, cimetidine, famotidine, ranitidine
KomplikasiTamponade jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami nyeri dan sesak dada lebih dari beberapa menit
Ada beberapa gejala yang ditimbulkan efusi perikardium, di antaranya:
  • Sesak dan napas pendek
  • Muncul perasaan tidak nyaman saat bernapas pada posisi berbaring (orthopnea)
  • Nyeri dada, biasanya di belakang tulang dada atau di sisi kiri dada
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Jantung berdebar
 
Efusi perikardium biasanya diakibatkan oleh peradangan dan penumpukan cairan yang menutup aliran darah (perikarditis). Selain itu, ada beberapa penyebab efusi perikardium, seperti:
  • Peradangan pada perikardium yang diakibatkan oleh operasi jantung atau serangan jantung
  • Penyakit autoimun, seperti lupus
  • Penyebaran sel kanker, khususnya kanker paru-paru, kanker payudara, serta leukemia
  • Kanker perikardium atau jantung
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif
  • Infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit
  • Trauma atau luka tusuk di jantung atau sekitar jantung
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti hydralazine (obat untuk tekanan darah tinggi), isoniazid (obat untuk tuberkulosis), dan fenitoin (obat untuk kejang)
  • Gagal ginjal
 

Faktor risiko efusi perikardium

Faktor risiko efusi perikardium biasanya terkait dengan berbagai kondisi medis yang ada dalam tubuh. Beberapa kondisi medis tersebut antara lain:
  • Kanker yang menyebar ke jantung
  • Kanker yang telah menyebar ke perikardium
  • Menderita HIV
 
Untuk mendeteksi efusi perikardium dokter biasanya melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan medis, seperti pemeriksaan detak jantung menggunakan stetoskop. Beberapa tes yang mungkin dilakukan dokter, antara lain:
  • Ekokardiogram

Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk menggambar ukuran, struktur, gerakan, dan fungsi jantung.
  • Tes pencitraan

Umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis adanya efusi perikardium dan menggambarkan kondisi jantung. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter, yaitu X-ray, CT scan, dan MRI. 
Pengobatan efusi perikardium berfokus untuk meredakan penyebabnya. Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan:
  • Obat radang

Pasien meminum obat untuk mengurangi dan mengendalikan peradangan agar tetap stabil. Beberapa obat berguna untuk mengurangi beban kerja jantung, mengobati gagal jantung, dan membantu mengendalikan detak jantung. Agar obat lebih efektif, pasien harus mengikuti petunjuk dokter.
  • Mengeluarkan cairan

Dokter akan menggunakan jarum yang mempunyai tabung (kateter) memasuki ruang perikardial untuk mengeluarkan penumpukan cairan di perikardium. Prosedur ini disebut perikardiosentesis.
  • Perikardiotomi

Dokter akan menggunakan balon kempes yang dimasukkan ke lapisan perikardium, yang nantinya akan dipompa agar mengembang untuk merenggangkan aliran perikardium.
  • Operasi jantung

Operasi bedah pada jantung dilakukan jika terjadi pendarahan pada perikardium. Hal ini terutama ketika pasien baru melakukan operasi jantung baru-baru ini. Operasi ini dilakukan oleh dokter bedah guna menguras perikardium dan memperbaiki kerusakan yang ada. 

Komplikasi efusi perikardium

Komplikasi efusi perikardium tergantung pada seberapa cepat penumpukan cairan terjadi. Perikardium sendiri biasanya akan meregang untuk menampung cairan yang berlebih. Jika cairan berlebih berlangsung lama, perikardium akan menekan jantung guna mencegah bilik terisi penuh.Kondisi tersebut secara medis biasa disebut dengan tamponade jantung. Situasi ini akan menyebabkan buruknya aliran darah sekaligus tubuh mengalami kekurangan oksigen. Tamponade bisa mengancam jiwa sehingga membutuhkan perawatan darurat. 
Kebanyakan kasus efusi perikardium tidak dapat dicegah. Tetapi Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi efusi perikardium menjadi lebih parah atau berkembang menjadi gangguan jantung. Perawatan dini dapat mencegah efusi perikardium agar tidak menjadi parah. 
Jika Anda mengalami nyeri dan sesak dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit, segera ke dokter atau unit gawat darurat. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait efusi perikardium?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis efusi perikardium agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Emedicine. https://emedicine.medscape.com/article/157325-overview#a1
Diakses pada Februari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pericardial-effusion/symptoms-causes/syc-20353720
Diakses pada 4 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/pericardial-effusion#1.
Diakses pada 4 Agustus 2021
Wellstar. https://www.wellstar.org/medical-care/cardiovascular/pages/pericardial-effusion-prevention.aspx
Diakses pada 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email