Pernapasan

Efusi Pleura

21 Oct 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Efusi Pleura
Efusi pleura terjadi karena penumpukan cairan di rongga pleura
Efusi pleura adalah suatu kondisi yang menyebabkan penumpukan cairan pada rongga pleura. Pleura merupakan area antara membran pelapis paru-paru dan rongga dada.Adanya penumpukan cairan di paru-paru dapat menimbulkan masalah pada saluran pernapasan. Gejala yang ditimbulkan berupa batuk, nyeri dada hingga kesulitan bernapas.Secara umum, penumpukan cairan di pleura terjadi ketika pleura mengalami iritasi, pembengkakan, atau infeksi. Berbagai kondisi tersebut membagi efusi pleura menjadi dua jenis, yakni transudatif atau eksudatif. Keduanya memiliki penyebab dan pilihan pengobatan yang berbeda. 
Efusi Pleura
Dokter spesialis Paru, Penyakit Dalam
GejalaSesak napas, batuk, demam
Faktor risikoKebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, terpapar asbes, infeksi
Metode diagnosisSesak napas, batuk, demam
PengobatanTorakosentesis, pengobatan penyakit pemicu
KomplikasiPneumotoraks, empyema, sepsis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala efusi pleura
Secara umum, gejala efusi pleura meliputi:
 
Berdasarkan jenisnya, penyebab efusi pleura terdiri dari:

Penyebab efusi pleura transudatif

Penyebab terjadinya efusi pleura transudatif adalah adanya kebocoran cairan akibat tidak seimbangnya tekanan cairan di dalam rongga pleura. Kejadian ini dapat dipicu oleh beberapa hal seperti:
  • Gagal jantung kongestif
  • Sirosis atau gangguan fungsi hati yang buruk
  • Atelektasis akibat emboli paru, atau gumpalan darah dan penyumbatan di arteri paru-paru
  • Hipoalbuminemia akibat kadar albumin dalam darah di bawah normal.
  • Sindrom nefrotik, yang meningkatkan kadar protein di dalam urine karena kerusakan pada ginjal
  • Miksedema, yaitu suatu kondisi akibat kurangnya kadar hormon tiroid dalam darah
  • Perikarditis konstriktif, yaitu peradangan perikardium (lapisan tipis jaringan yang mengelilingi jantung)
  • Urinothorax, yaitu penumpukan urine di area pleura
  • Kebocoran cairan serebrospinal ke pleura
  • Fistula duropleural
  • Komplikasi dari dialisis peritoneal
  • Komplikasi akibat kesalahan lokasi pemasangan kateter vena sentral

Penyebab efusi pleura eksudatif

Efusi pluera eksudatif timbul dari pleura yang mengalami pembengkakan, penyumbatan pembuluh atau infeksi akibat suatu kondisi medis.Yang termasuk kondisi medis tersebut antara lain:
  • Pneumonia
  • Tumor ganas dari berbagai kanker seperti kanker paru-paru, payudara, limfoma, dan leukemia
  • Emboli paru
  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis
  • Tuberkulosis
  • Pankreatitis
  • Sarkoidosis
  • Infeksi jamur
  • Komplikasi dari operasi jantung terbuka
 

Faktor risiko efusi pleura

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya efusi pleura.
  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Hipertensi
  • Paparan asbes
Baca juga: 10 Pekerjaan Berisiko untuk Penyakit Paru paru 
Untuk menentukan diagnosis efusi pleura, dokter dapat menganjurkan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan, faktor risiko, serta riwayat penyakit pasien maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengetuk dada pasien dan mendengarkannya dengan stetoskop. Bila terdapat penumpukan cairan, bunyi redup seperti berisi cairan akan muncul.
  • Rontgen dada

Penumpukan cairan biasanya tampak seperti asap atau bintik-bintik putih pada foto rontgen dada.
  • CT scan

CT scan berfungsi menggambarkan seluruh struktur dada dan paru-paru pasien. Hasil tes ini dapat memperlihatkan kondisi rongga dada yang lebih jelas daripada rontgen.
  • USG

Probe USG akan diletakkan pada dada pasien untuk melihat bagian dalam rongga dada. Prosedur ini juga bisa digunakan sebagai pemandu agar dokter dapat menemukan lokasi cairan pada biopsi.
  • Torakosintesis

Torakosintesis dilakukan dengan memasukkan jarum dan kateter di antara tulang rusuk pasien hingga mencapai rongga pleura. Tujuannya adalah mengambil sampel cairan untuk dianalisis di laboratorium.Baca juga: Apakah Cairan di Paru-Paru Bisa Hilang? Ini Penjelasannya 
Cara mengobati efusi pleura yang dianjurkan oleh dokter meiputi:

Mengeluarkan cairan dari rongga pleura

Proses ini dilakukan untuk membuat paru-paru mengembang dengan baik agar pasien dapat bernapas lebih mudah. Beberapa prosedurnya meliputi:
  • Torakosentesis

Tak hanya untuk biopsi, prosedur ini berfungsi mengeluarkan cairan berlebih pada pleura.
  • Tube thoracostomy (chest tube)

Dokter akan membuat sayatan kecil di dinding dada dan memasukkan selang ke dalam rongga pleura untuk mengeluarkan cairan hilang. Selang ini bisa dipasang selama beberapa hari hingga cairan tersebut habis.
  • Pleural drain

Jika efusi pleura terus terjadi, dokter dapat memasang kateter dalam rongga pleura untuk mengeringkan cairan yang telah menumpuk.Kateter tersebut juga bisa digunakan secara mandiri di rumah pasien. Dokter akan mengajarkan cara dan memberitahukan waktu yang tepat untuk mengeringkan cairan.
  • Pleurodesis

Pleurodesis bertujuan menempelkan paru-paru pada dinding dada. Dokter akan menyuntikkan zat khusus ke dalam rongga pleura.Zat tersebut dapat menimbulkan iritasi pada lapisan pleura, sehingga permukaannya akan lengket dan menyatu. Dengan ini, rongga yang terbentuk di antara lapisan pleura dan cairan yang menumpuk di dalamnya, akan hilang.Selain untuk mengobati, prosedur ini juga dilakukan agar penumpukan cairan tidak terjadi lagi di kemudian hari.
  • Operasi rongga pleura (pleural decortication)

Pleural decortication dilakukan untuk mengangkat lapisan pleura dengan membuat sayatan kecil (torakoskopi) atau sayatan besar (torakotomi).

Mengobati penyakit yang memicu penumpukan cairan

Agar penumpukan cairan tidak kembali terjadi, dokter akan memberikan pengobatan untuk penyebabnya. Berikut contohnya:
  • Bila penumpukan cairan disebabkan oleh gagal jantung, dokter bisa menyarankan pemakaian diuretik dan obat gagal jantung lain
  • Bila penumpukan cairan disebabkan oleh infeksi, dokter bisa memberikan antibiotik
  • Bila pasien juga mengidap kanker, dokter bisa menganjurkan kemoterapi, radioterapi, atau operasi
 

Komplikasi efusi pleura

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi berupa:
 
Cara mencegah efusi pleura dapat dilakukan dengan menjalani pengobatan dini pada penyakit yang berpotensi memicu penumpukan cairan di paru-paru. Namun tidak semua kasusnya bisa dihindari.Sementara itu, guna menghindari kambuhnya kondisi ini, dokter mungkin dapat menganjurkan pleurodesis. 
Segera berkonsultasi dengan dokter atau ke unit gawat darurat apabila Anda mengalami gejala efusi pelura, misalnya sulit bernapas. 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter biasanya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap efusi pleura?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis efusi pleura agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/pleural-effusion
Diakses pada 19 Oktober 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/pleural_effusion_fluid_in_the_chest_or_on_lung/article.htm
Diakses pada 19 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/lung/pleural-effusion-symptoms-causes-treatments#1-4
Diakses pada 19 Oktober 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000086.htm
Diakses pada 19 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email