Pernapasan

Emfisema

09 Jun 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Emfisema
Terlalu sering menghirup asap rokok, polusi udara, bahan kimia, dan debu dapat menyebabkan terjadinya emfisema.
Emfisema adalah penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan penderitanya sesak napas. Emfisema dan bronkitis kronis merupakan dua jenis utama penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang menjadi penyebab kematian nomor lima di dunia. Kondisi ini disebut obstruktif karena seolah-olah ada sesuatu yang menghalangi aliran udara masuk dan keluar dari paru–paru.
Emfisema
Dokter spesialis Paru
GejalaSesak napas, batuk, mudah lelah
Faktor risikoMerokok, usia 40-60 tahun, paparan asap dan debu di tempat kerja
Metode diagnosisTes pencitraan, tes darah, tes fungsi paru
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatBronkodilator, steroid, antibiotik
KomplikasiParu-paru kolaps (pneumotoraks), masalah jantung, lubang besar di paru-paru (bula)
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala gangguan pernapasan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
Untuk beberapa kasus seseorang yang menderita penyakit ini tidak menyadarinya. Biasanya tanda dan gejala yang timbul pertama kali yaitu sesak napas dan batuk terutama saat berolahraga atau aktivitas fisik. Kondisi ini dapat memburuk sehingga menyebabkan sulit bernapas bahkan saat istirahat. Tanda dan gejala lain yang dapat ditimbulkan emfisema adalah:
  • Batuk parah disertai dahak
  • Rasa sesak di dada
  • Mudah merasa lelah
  • Menurunnya berat badan tanpa sebab
  • Mengalami depresi
  • Detak jantung yang terlalu cepat
  • Perubahan warna pada bibir menjadi abu-abu kebiruan atau kuku karena kekurangan oksigen.
  • Gangguan-gangguan saat tidur
Penyebab utama dari emfisema adalah terlalu sering terpapar iritasi udara secara jangka panjang, seperti:
  • Asap rokok
  • Merokok yang menggunakan ganja
  • Polusi udara
  • Asap kimia dan debu
Walaupun jarang, emfisema dapat disebabkan oleh kekurangan protein bawaan yang melindungi struktur elastis di jaringan paru-paru. Ini disebut emfisema karena defisiensi alpha-1-antitrypsin. Adapun faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini yaitu:
  • Kebiasaan merokok
  • Berusia lanjut pada kisaran 40 sampai 60 tahun
  • Terpapar asap rokok orang lain
  • Terpapar asap dan debu di tempat kerja
  • Terpapar polusi di dalam ruangan maupun di luar
Pada awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sambil mencari tahu bagaimana riwayat medis Anda dan mengajukan beberapa pertanyaan seperti  apakah Anda seorang perokok, dan apakah ada asap atau polutan berbahaya di tempat kerja atau di rumah. Adapun beberapa tes yang dapat Anda lakukan untuk mendeteksi penyakit ini yaitu:  
  • Tes pencitraan yang berfungsi untuk melihat kondisi paru-paru Anda. Tes pencitraan yang dapat Anda gunakan adalah rontgen dan CT scan.
  • Tes darah yang berfungsi untuk menentukan seberapa baik paru-paru Anda menransfer oksigen.
  • Pulse oximetry atau tes saturasi oksigen yang berfungsi untuk mengukur kandungan oksigen dalam darah Anda
  • Tes fungsi paru-paru dengan menggunakan alat yang disebut spirometer. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengukur kadar udara pada paru-paru Anda saat bernapas masuk dan keluar serta seberapa baik paru-paru Anda mengirimkan oksigen ke aliran darah Anda.
  • Tes analisis gas darah yang berfungsi untuk mengukur jumlah darah dan karbon dioksida dalam darah Anda. Sampel darah diambil dari pembuluh darah arteri.
  • Electrocardiogram (ECG) yang berfungsi untuk memeriksa fungsi jantung dan menyingkirkan penyakit jantung.
Belum ada metode pengobatan yang dapat mengobati emfisema, tetapi ada beberapa metode yang dapat mengurangi gejala dan menghambat perkembangan penyakit, yaitu obat-obatan, terapi, atau operasi. Apabila Anda seorang perokok sebaiknya Anda menghentikan kebiasaan merokok untuk membantu mengobati penyakit ini.
  • Obat-obatan. Beberapa obat-obatan dapat membantu Anda meringankan gejala emfisema antara lain:
    • Obat-obatan bronkodilator, diberikan dengan dihirup. Obat-obatan ini berfungsi untuk membantu saluran udara agar terbuka, dan membuat bernapas lebih mudah serta meredakan batuk dan sesak napas. Contoh bronkodilator yang mungkin diberikan yaitu: beta-agonis untuk membersihkan dahak; antikolinergik atau antimuskarinik seperti Ventolin untuk melemaskan otot halus pada batang bronkitis; atau steroid yang dihirup seperti flutikason untuk meredakan peradangan.
    • Steroid yang berfungsi untuk meringankan sesak napas
    • Antibiotik yang berfungsi untuk melawan infeksi yang dapat memperburuk kondisinya
  • Terapi. Melakukan terapi paru-paru atau berolahraga ringan seperti berjalan dapat membantu memperkuat otot-otot pernafasan dan meringankan gejala. Aktivitas ini membuatnya lebih mudah untuk bernapas dan menjadi aktif secara fisik. Yoga, tai chi, dan latihan pernapasan juga dapat membantu meringankan gejala. Ada juga terapi oksigen, yang dapat membantu memudahkan seseorang untuk bernapas. Orang dengan emfisema berat mungkin membutuhkan oksigen 24 jam sehari.
  • Operasi. Metode terakhir yang dapat dipilih terutama jika metode pengobatan lain tak membantu pasien. Pembedahan dilakukan untuk mengambil jaringan paru yang rusak, mengangkat lubang besar di paru-paru (bula) yang terjadi saat kantung udara rusak, atau transplantasi paru-paru untuk menggantikan seluruh paru-paru. Pembedahan ini dilakukan untuk orang dengan emfisema berat.

Komplikasi

Pasien penderita emfisema juga memiliki kemungkinan untuk mengalami komplikasi seperti:
  • Paru-paru yang kolaps (pneumotoraks). Kondisi ini dapat mengancam jiwa pasien penderita emfisema karena bukan hanya aliran udara ke dan dari paru-paru terhalang, tapi paru-parunya juga kempes dalam kondisi ini sehingga udara bocor sampai ke ruang dada.
  • Gangguan-gangguan pada jantung. Emfisema dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah antara jantung dan paru-paru. Hal ini dapat menimbulkan kondisi yang dinamakan cor pulmonale di mana salah satu bagian dari jantung membesar dan melemah.
  • Lubang besar di paru-paru (bula). Beberapa pasien emfisema juga mengalami kondisi ini, di mana terdapat ruang kosong di paru-paru, yang bisa mencapai setengah paru-paru. Selain itu, kondisi ini juga meningkatkan risiko pasien untuk menderita pneumotoraks tadi.
Untuk mencegah emfisema, sebaiknya Anda tidak merokok dan tidak menghirup asap rokok dari orang lain. Gunakan juga masker untuk melindungi paru-paru Anda saat bekerja di mana ada kemungkinan Anda terpapar asap kimia atau debu.
Apabila Anda mengalami gangguan pernapasan yang Anda tidak ketahui penyebabnya dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda jangan diabaikan terlebih lagi apabila Anda mengalami beberapa hal seperti ini yaitu
  • Sesak napas
  • Perubahan warna kuku
  • Kurangnya kewaspadaan diri
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalaminya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Anda dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin di ajukan:
  • Apakah Anda merokok?
  • Apakah Anda sering terpapar asap rokok orang lain?
  • Apakah Anda memiliki keluarga yang menderita penyakit paru-paru?
  • Apakah Anda batuk setiap hari?
  • Apakah Anda mengalami sesak napas?
Healthline. https://www.healthline.com/health/emphysema
Diakses pada 20 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/emphysema/symptoms-causes/syc-20355555
Diakses pada 20 Desember 2018
MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8934#symptoms https://www.medicalnewstoday.com/articles/8934#treatments
Diakses pada 2 Juni 2021
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/emphysema.html
Diakses pada 2 Juni 2021
WebMD. https://www.webmd.com/lung/copd/what-is-emphysema
Diakses pada 20 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email