Mata

Endoftalmitis

02 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Endoftalmitis
Endoftalmitis ditandai dengan mata merah dan sakit, serta penglihatan menurun
Endoftalmitis adalah peradangan berat pada bagian dalam bola mata. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, baik yang berasal dari luar tubuh maupun menyebar dari infeksi lain di dalam tubuh. Endoftalmitis biasanya terjadi setelah seseorang mengalami operasi mata dan ditandai dengan munculnya cairan di dalam bola mata.Seringkali, endoftalmitis menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter mata jika mengalami gejala endoftalmitis. Hal ini bermanfaat untuk membantu dokter melakukan diagnosis dan memberikan penanganan yang cepat. 
Endoftalmitis
Dokter spesialis Mata
GejalaPenglihatan yang berkurang, mata merah, mata sakit
Faktor risikoMengidap HIV AIDS atau diabetes, memiliki sistem imun lemah
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, dan USG mata
PengobatanObat-obatan
ObatAntibiotik, antijamur, kortikosteroid
KomplikasiPenurunan kemampuan melihat, buta
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala endoftalmitis
Gejala endoftalmitis yang umum ditemui meliputi:
  • Penglihatan yang berkurang.
  • Mata merah.
  • Mata terasa sakit, terutama setelah cedera atau operasi. Tapi dalam beberapa kasus, mata bisa saja tidak terasa sakit.
  • Kelopak mata yang bengkak.
  • Hipopion atau tampak nanah pada billik mata depan.
  • Adanya floaters atau bercak gelap pada penglihatan.
Gejala penyakit ini bisa segera muncul, sekitar 2-6 hari setelah prosedur operasi atau adanya trauma mata. Sementara keluhan endoftalmitis yang lebih ringan mungkin baru muncul sekitar 6 minggu setelah operasi dengan gejala berupa penglihatan buram, sakit mata ringan, serta sensitif terhadap cahaya. 
Penyebab endoftalmitis didasarkan pada dua tipe endoflamitis, endoflamitis eksogen dan endoflamitis endogen. Berikut penjelasannya:

Endoflamitis eksogen

Endoflamitis eksogen merupakan tipe endoflamitis yang paling sering terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh masuknya bakteri atau jamur, setelah melakukan operasi mata. Selain itu, penyakit ini juga terjadi akibat luka tusukan pada mata. Bakteri yang masuk ke dalam mata kemudian bisa memicu infeksi di bola mata. Operasi katarak merupakan operasi yang paling sering memicu endoftalmitis eksogen. Sedangkan operasi lain yang dapat memicu endoftalmitis eksogen adalah operasi pada bagian luar mata atau intraocular surgery.

Endoflamitis endogen

Endoflamitis endogen disebabkan oleh infeksi dalam tubuh. Penyakit ini bisa terjadi saat kuman penyebab infeksi pada bagian tubuh yang lain, masuk ke dalam aliran darah, menembus lapisan pelindung mata, dan menginfeksi bola mata. Endoftalmitis jenis ini dapat dialami oleh orang-orang dengan sistem imun yang rendah. Misalnya, pengidap HIV/AIDS, kanker, diabetes, gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah, penyakit jantung, serta orang yang mengonsumsi antibiotik spektrum luas atau kortikosteroid jangka panjang.Jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan endoftalmitis adalah bakteri, virus, jamur dan parasit.Tindakan medis juga dapat menjadi sumber infeksi penyebab endoftalmitis. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Operasi besar, terutama yang melibatkan saluran cerna
  • Pemberian cairan nutrisi melalui infus intravena
  • Pemakaian infus intravena dalam waktu lama
Sedangkan sumber infeksi di dalam tubuh paling sering berasal dari:
 

Faktor risiko endoflamitis

Beberapa faktor risiko endoflamitis meliputi:
  • Berkurangnya cairan dalam mata
  • Penyembuhan luka yang tidak maksimal
  • Trauma mata
  • Waktu operasi yang lama
  • Pernah melakukan operasi untuk mengobati glaukoma
 
Kasus endoftalmitis biasanya ditangani langsung oleh dokter spesialis mata. Pemeriksaan mencakup tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala apa saja yang dialami oleh pasien dan keterkaitannya dengan faktor risiko endoftalmitis.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian memeriksa mata menggunakan slit lamp dan melakukan tes penglihatan.
  • USG mata

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) bola mata juga bisa dilakukan. Pemeriksaan ini bertujuan melihat ada tidaknya benda asing di dalam bola mata. 
  • Biopsi mata

Jika dicurigai ada infeksi, dokter mungkin mengambil cairan dari dalam bola mata menggunakan jarum halus. Sampel cairan ini lalu diperiksa di laboratorium guna mengetahui kuman penyebab infeksi. Prosedur pengambilan tersebut disebut biopsi, dan akan dilakukan di ruangan operasi. Selain untuk memastikan diagnosis, dokter juga dapat sekaligus menyuntikkan antibiotik ke dalam bola mata melalui prosedur biopsi. 
Cara mengobati endoftalmitis umumnya akan tergantung dari penyebabnya. Dokter bisa menganjurkan langkah-langkah berikut:
  • Pengobatan endoftalmitis eksogen

Terapi antibiotik spektrum luas adalah terapi utama dalam penanganan endoftalmitis yang disebabkan oleh kuman eksogen. Pemberian obat dilakukan melalui suntikan ke dalam bola mata. Penyuntikan tersebut merupakan satu-satunya cara untuk memastikan bahwa antibiotik yang masuk ke dalam bola mata dosis benar-benar cukup guna mengatasi infeksi. 
  • Pengobatan endoftalmitis endogen

Untuk endoftalmitis endogen, pemberian antibiotik langsung ke dalam bola mata juga dilakukan. Namun selain itu, terapi antibiotik diberikan secara sistemik untuk mengatasi sumber infeksi yang berasal dari organ lain.Sebagai penunjang pengobatan, obat kortikosteroid bisa diresepkan untuk mengendalikan reaksi peradangan pada mata. Dengan ini, kerusakan mata akibat reaksi radang tidak bertambah berat.Dalam kasus endoftalmitis akibat infeksi jamur, obat antijamur (seperti amphotericin B) juga diberikan untuk mengatasi infeksi. 

Komplikasi endoftalmitis

Jika tidak ditangani dengan optimal, endoftalmitis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Penurunan penglihatan
  • Buta
 
Cara mencegah endoftalmitis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Menggunakan pelindung mata jika melakukan aktivitas yang berisiko. Misalnya, menggergaji kayu atau melakukan olahraga kontak
  • Ikuti petunjuk perawatan di rumah sesuai anjuran dokter, setelah operasi mata atau suntikan mata. Misalnya, cuci tangan sebelum mengoleskan obat tetes mata. Jangan biarkan botol obat tetes menyentuh mata karena dapat mengotori pipet
  • Menggunakan helm maupun pelindung mata atau goggle
 
Segera berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami hal-hal berikut:
  • Trauma langsung pada bola mata, terutama jika luka tampak kotor atau disertai kecurigaan adanya benda asing masuk ke dalam mata
  • Mata bertambah sakit, tampak merah, atau penurunan kualitas penglihatan setelah menjalani operasi mata
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait endoftalmitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis endoftalmitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2850824/
Diakses pada 27 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/endophthalmitis#symptoms
Diakses pada 27 November 2019
Patient Info. https://patient.info/doctor/endophthalmitis
Diakses pada 27 November 2019
American Academy of Opthamology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-endophthalmitis
Diakses pada 2 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email