Pernapasan

Epiglotitis

11 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Epiglotitis
Radang dan pembengkakan pada bagian belakang tenggorokan atau epiglotis
Epiglotitis adalah peradangan dan pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi atau cedera tenggorokan. Epiglotis merupakan jaringan di bawah lidah pada bagian belakang tenggorokan, yang berfungsi menutup batang tenggorokan (trakea) saat makan. Sehingga, makanan tidak masuk ke saluran napas.Kondisi ini termasuk keadaan darurat yang harus mendapatkan penanganan medis secepatnya. Jika terlambat ditangani, radang epiglotis bisa berakibat falat. Komplikasinya bisa berupa mati lemas.Kehadiran kondisi ini biasanya diawali dengan peradangan dan pembengkakan antara pangkal lidah dan epiglotis.Jika peradangan dan pembengkakan terus berlanjut, penyumbatan total pada jalan napas da[at terjadi. Bila tertutup total, pasien akan meninggal dunia. 
Epiglotitis
Dokter spesialis THT
GejalaDemam, sakit tenggorokan parah, stidor
Faktor risikoLaki-laki, imun lemah, tidak menerima vaksin
Metode diagnosisPemantauan pernapasan dan oksigen darah, pencitraan, kultur tenggorokan
PengobatanObat, bantuan pernapasan
ObatAntibiotik
KomplikasiGagal sistem pernapasan, penyebaran infeksi
Kapan harus ke dokter?Segera pergi ke UGD jika mengalami epiglotitis
Gejala epiglotitis kemungkinan berbeda antara yang diderita anak-anak dan orang dewasa. Waspadailah gejala dari kondisi ini karena dapat memburuk dengan cepat.

Gejala pada anak

  • Demam
  • Sakit tenggorokan yang parah
  • Muncul suara abnormal dan bernada tinggi saat bernapas (stridor)
  • Sakit atau susah menelan
  • Meneteskan air liur
  • Gelisah
  • Duduk atau mencondongkan tubuh ke depan membuat kondisi lebih baik

Gejala pada orang dewasa

  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan bernapas, yang mungkin membaik saat mencondongkan badan ke depan
  • Stridor
  • Demam 38°C atau lebih
  • Mudah marah dan gelisah
  • Suara teredam atau serak
  • Meneteskan air liur berlebih
 
Penyebab epiglotitis adalah infeksi bakteri, jamur atau virus. Penyebab infeksi yang umum adalah Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniae, dan bakteri atau virus pernapasan lainnya.Epiglotitis juga dapat terjadi setelah meminum cairan panas, mengonsumsi makanan padat yang sangat panas, atau menggunakan obat-obatan terlarang. 

Faktor risiko epoglotitis

Faktor risiko epoglotitis terdiri dari beberapa kondisi di bawah ini:
  • Laki-laki

Kondisi ini menyerang lebih banyak laki-laki dibadingkan perempuan.
  • Punya imun lemah

Kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit atau sedang menjalani pengobatan membuat rentan terkena infeksi bakteri penyebab penyakit ini.
  • Belum vaksin

Anak-anak yang melewatkan imunisasi rentan terkena infeksi bakteri Hib dan meningkatkan risiko terkena epiglotitis. 
Untuk melakukan diagnosis epiglotitis, dokter atau tim medis akan memantau pernapasan dan oksigen darah. Jika kadar oksigen turun terlalu rendah, diperlukan bantuan pernapasan.Tes lain yang mungkin akan dokter lakukan di antaranya adalah:
  • Pemeriksaan tenggorokan

Dokter akan menggunakan tabung serat optik yang fleksibel untuk melihat tenggorokan dan mengidentifikasi penyebab dasar. Anestesi lokal dapat dilakukan bila diperlukan.
  • Pemindaian

Rontgen dada maupun leher dapat mengidentifikasi epiglotis yang membesar. Untuk mendapatkannya, dokter biasanya akan menggunakan X-ray.
  • Kultur tenggorokan dan tes darah

Pengambilan sampel jaringan ada tenggorokan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium dapat dilakukan. Demikian pula dengan tes darah. 
Tujuan penanganan epiglotitis adalah untuk memastikan napas bisa berlangsung normal dan mengobati infeksi yang teridentifikasi.Penanganan untuk memastikan seseorang dapat bernapas, dilakukan dengan cara:
  • Mengenakan masker yang akan memberikan oksigen ke paru-paru.
  • Mengenakan tabung pernapasan yang ditempatkan pada hidung atau mulut, dan tenggorokan (intubasi).
  • Memasukkan jarum ke trakea (jarum krikotiroidotomi). Dokter mungkin akan membuat jalan napas darurat dengan memasukkan jarum langsung ke daerah tulang rawan pada trakea. Prosedur ini memungkinkan udara masuk ke paru-paru melalui laring. 
Pengobatan untuk mengobati infeksi antara lain menggunakan:
  • Antibiotik spektrum luas

Dokter akan segera meresepkan antibiotik sebelum menerima hasil darah dan kultur jaringan. Sebab, infeksi membutuhkan perawatan sesegera mungkin.
  • Antibiotik spesifik

Dokter akan memberikan resep berdasarkan bakteri penyebab penyakit. 

Komplikasi epiglotitis

Bila terus dibiarkan, epiglotitis bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Kegagalan pada sistem pernapasan

Bengkaknya epiglotis akan membuat saluran udara menyempit, bahkan tertutup sepenuhnya. Kondisi ini bisa memicu susah bernapas atau gagal napas.Pernapasan dengan masalah tersebut bisa mengancam jiwa karena oksigen dalam darah turun drastis sementara karbon dioksida meningkat.
  • Penyebaran infeksi

Pada kondisi tertentu, bakteri penyebab penyakit ini bisa menyebar ke area lain dalam tubuh. Kondisi ini dapat membuat tubuh mengalami berbagai penyakit, seperti pneumonia, meningitis, atau sepsis. 
Cara mencegah epiglotitis yang dapat dilakukan meliputi:
  • Imunisasi Hib untuk menghindari infeksi epiglotis akibat infeksi Hib
  • Tidak berbagi barang pribadi
  • Mencuci tangan secara rutin
  • Jika tidak tersedia sabun dan air bersih, gunakan hand sanitizer
 
Segera cari bantuan darurat atau pergi ke Unit Gawat Darurat rumah sakit terdekat. Usahakan agar penderita tetap tenang dan dalam posisi lurus. Sebab, posisi ini dapat memudahkannya bernapas. 
Epiglotitis termasuk kondisi medis darurat. Oleh karena itu, segera cari bantuan medis dan siapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait epiglotitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis epiglotitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epiglottitis/symptoms-causes/syc-20372227
Diakses pada 11 Agustus 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/epiglottitis/
Diakses pada 11 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/epiglottitis-infection-inflammation#1
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email