Kulit & Kelamin

Erisipelas

24 Nov 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Erisipelas
Erisipelas ditandai dengan munculnya area kemerahan mengilap yang menonjol
Erisipelas adalah infeksi bakteri yang menyerang jaringan lunak di lapisan atas kulit. Kondisi ini sering kali ditandai munculnya area kemerahan yang terlihat mengilap, menonjol dan membengkak.Biasanya, erisipelas terjadi di area wajah, tapi bisa juga terjadi di bagian lain, seperti telinga atau kaki bagian bawah. Pada bayi, kondisi ini sering terjadi di daerah pusar atau pada area dipasangnya popok.Siapa pun bisa terkena kondisi ini, tetapi paling sering menyerang bayi dan orang dewasa di atas usia 60 tahun. 
Erisipelas
Dokter spesialis Kulit
GejalaMuncul ruam kemerahan, bengkak, mengilap, demam, malaise
Faktor risikoMenderita penyakit kulit, diabetes yang tidak terkontrol, mengidap sindrom nefrotik
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah, kultur darah
PengobatanObat-obatan, perawatan kulit
ObatAntibiotik
KomplikasiBakteremia, abses, gangrene, tromboflebitis
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala
Sebelum gejalanya muncul, erisipelas biasanya memunculkan gejala awal berupa perasaan tidak enak badan (malaise), demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan mual.Setelah itu, erisipelas akan memunculkan gejala berupa:
  • Area kulit yang membengkak dan mengkilap dengan batas yang jelas
  • Panas dan nyeri ketika disentuh
  • Plak menonjol disertai kemerahan yang cerah
  • Lecet yang terlihat menyerupai kulit jeruk
  • Garis-garis merah
  • Area kemerahan yang berubah warna menjadi ungu atau hitam (pada kasus yang parah)
Tanda dan gejala tersebut sering kali muncul secara mendadak dan dapat bertambah parah dalam beberapa jam atau hari. 
Penyebab erisipelas adalah infeksi yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus, termasuk strain resistant methicillin (MRSA), Streptococcus pneumoniae, Klebsiella pneumoniae, Yersinia enterocolitica, dan Haemophilus influenzae,Erisipelas muncul ketika bakteri memasuki kulit melalui luka atau cedera pada kulit, seperti:
  • Bisul
  • Luka di kulit akibat tirah baring (bed rest)
  • Gigitan serangga atau hewan
  • Luka pascaoperasi atau akibat terapi radiasi

Faktor risiko

Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya erisipelas, baik yang berhubungan langsung dengan kulit maupun faktor lainnya, termasuk ke dalamnya adalah:
  • Eksim
  • Impetigo
  • Infeksi jamur
  • Psoriasis
  • Kutu air
  • Kegemukan
  • Kecanduan alkohol
  • Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
  • Gangguan sirkulasi darah
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS
  • Sindrom nefrotik
  • Gangguan pada drainase pembuluh darah atau sistem getah bening
  • Infeksi tali pusar (pada pasien bayi yang baru lahir)
  • Infeksi nasofaring
Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis erisipelas. Dimulai dari mengajukan beberapa pertanyaan terkait faktor risiko penyebab erisipelas, gejala yang dialami, dan riwayat kesehatan pasien.Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mencari tanda-tanda erisipelas di kulit. Erisipelas biasanya ditandai dengan ciri khas berupa ruam kemerahan yang membengkak dengan batas tegas.Jika dirasa perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter akan merekomendasikan sejumlah pemeriksaan penunjang sebagai berikut:
  • Tes darah jika ada tanda-tanda infeksi sistemik, seperti bakteri dalam darah (bakteremia). Tes ini juga dapat membantu mengungkapkan:
    • Peningkatan kadar sel darah putih, yang dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan dan infeksi bakteri
    • Peningkatan kadar protein C-reaktif, yang diproduksi oleh hati dalam jumlah tinggi ketika peradangan terjadi
  • Kultur darah untuk mengetahui jenis bakteri yang menginfeksi. 
  • Tes pemindaian seperti magnetic resonance imaging (MRI) atau computed tomography (CT) scan diperlukan untuk kasus infeksi yang parah,
Baca juga: 13 Jenis Penyakit Kulit dan Cara Mengobatinya
AntibiotikPengobatan erisipelas yang utama adalah dengan pemberian antibiotik karena merupakan infeksi bakteri. Golongan penisilin, seperti dikloksasilin, adalah antibiotik pilihan pertama. Namun jika mengalami alergi terhadap penisilin, dokter biasanya akan memberikan antibiotik golongan sefalosporin.  Jenis antibiotik vankomisin umumnya digunakan untuk erisipelas pada wajah yang disebabkan oleh bakteri MRSA.Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik minum dalam jangka waktu 7-14 hari. Pada kasus erisipelas yang parah, antibiotik dapat dimasukkan langsung ke dalam kulit melalui infus.Pasien yang mengalami episode erisipelas berulang mungkin memerlukan antibiotik jangka panjang.Perawatan kulit  Selain penanganan dengan obat-obatan, beberapa langkah pengobatan berikut dapat membantu meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan di kulit serta mempercepat proses penyembuhan, antara lain:
  • Istirahat di tempat tidur, posisikan area yang terinfeksi agar lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya.
  • Kompres es pada area kulit yang terdampak
  • Oleskan losion pelembap untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah
  • Gunakan stoking kompresi setelah infeksi sembuh
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen
  • Perawatan untuk kulit yang rusak dengan krim yang diresepkan dokter  
Penting untuk memulai pengobatan erisipelas sedini mungkin guna mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi.Baca juga: Bagaimana Mekanisme Kerja Antibiotik Agar Ampuh Lawan Bakteri?

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, erisipelas dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, di antaranya:
  • Necrotizing  fasciitis (NF) adalah infeksi berat pada jaringan ikat kulit dan dapat mengancam nyawa
  • Bakteremia, yaitu menyebarnya bakteri ke dalam darah. Ketika bakteremia terjadi, infeksi dapat meluas hingga ke katup jantung, sendi, dan tulang.
  • Erisipelas berulang. biasanya terjadi pada pasien yang memiliki faktor risiko atau mengalami kerusakan limfatik.
  • Syok septik (infeksi berbahaya di seluruh tubuh)
  • Abses
  • Gangrene
  • Tromboflebitis
  • Pembengkakan kaki kronis
  • Infeksi jauh ke lokasi erisipelas
  • Endokarditis infektif (katup jantung)
  • Artritis septik
  • Radang kandung lendir
  • Tendonitis
  • Glomerulonefritis pasca-streptokokus (kondisi ginjal yang mempengaruhi anak-anak)
  • Trombosis sinus kavernosus (bekuan darah berbahaya yang dapat menyebar ke otak)
  • Sindrom syok toksik streptokokus.
Beberapa hal berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya erisipelas, antara lain:
  • Jaga kesehatan kulit dengan menjaga kulit tetap lembap, melindungi kulit agar tidak terluka atau tergores.
  • Perubahan gaya hidup dan pola makan sering kali dapat membantu membatasi kemungkinan kembalinya erisipelas.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
Baca jawaban dokter: Bagaimana cara mengatasi kulit kering?
Hubungi dokter bila Anda mengalami:
  • Bila gejala erisipelas tak kunjung sembuh atau semakin parah.
  • Jika Anda memiliki tanda atau gejala atau kekhawatiran lain terkait kondisi kulit Anda.
  • Mengalami erysipelas berulang
  • Timbul komplikasi 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait erisipelas?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis erisipelas agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
DermnetNZ. https://dermnetnz.org/topics/erysipelas
Diakses pada 9 November 2021

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/dermatologic-disorders/bacterial-skin-infections/erysipelas
Diakses pada 9 November 2021
Rare Disease. https://rarediseases.org/rare-diseases/erysipelas/
Diakses pada 9 November 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317973
Diakses pada 9 November 2021

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000618.htm
Diakses pada 9 November 2021

American Osteopathic College of Dermatology. https://www.aocd.org/page/Erysipelas
Diakses pada 9 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email