Kulit & Kelamin

Eritrasma

02 Feb 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Eritrasma
Eritrasma adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium minutissimum. Penyakit ini umumnya terjadi di lipatan kulit, seperti ketiak, selangkangan, atau sela jari kaki. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya bercak yang menyebabkan perubahan warna kulit.Berdasarkan lokasi kemunculannya, eritrasma diklasifikasikan menjadi tiga jenis, antara lain:
  • Eritrasma interdigital: tumbuh di antara sela jari kaki ketiga, keempat, dan kelima
  • Eritrasma intertriginosa: muncul di ketiak, selangkangan, di bawah payudara, dan pusar
  • Eritrasma generalisata/disciformis: muncul di bagian batang tubuh 
Ruam yang muncul pada penderita eritrasma biasanya tidak berbahaya dan bisa sembuh dalam 2-4 minggu. Meski begitu, pada beberapa kasus, eritrasma bisa menjadi tanda awal kondisi yang lebih serius, seperti diabetesEritrasma lebih sering terjadi di iklim panas dan lembap. Meski bisa dialami oleh setiap orang, seringnya penyakit ini muncul pada orang dewasa yang lebih tua.
Eritrasma
Dokter spesialis Kulit
GejalaMuncul ruam merah muda hingga cokelat yang cukup lebar, gatal, kulit pecah-pecah
Faktor risikoLansia, diabetes tipe II, obesitas
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes swab, tes KOH, biopsi kulit
PengobatanObat-obatan, terapi fotodinamik, penyesuaian gaya hidup
ObatSabun antibakteri, antibiotik oles atau minum, aluminium klorida
KomplikasiSelulitis, septikemia, endokarditis
Kapan harus ke dokter?Jika menemukan ruam di lipatan tubuh yang menyebabkan gatal dan perubahan warna
Berikut ini merupakan gejala eritrasma yang paling umum:
  • Bercak berwarna merah muda, merah, atau cokelat yang cukup lebar
  • Ruam terasa gatal
  • Kulit yang bersisik atau berkerut 
  • Kulit pecah-pecah di area jari kaki 
Biasanya, ukuran bercak yang timbul, bervariasi. Pada awalnya, ruam yang muncul akan berwarna merah muda kemudian menjadi semakin gelap, sehingga kulit terlihat berubah warna.Pada kondisi yang lebih parah, eritrasma dapat menyebabkan kulit yang membengkak dan menebal.Baca juga: 13 Jenis Penyakit Kulit dan Cara Mengobatinya
Penyebab eritrasma adalah infeksi bakteri Corynebacterium minutissimum. Biasanya, ruam akan muncul di area tubuh yang lembap, seperti daerah lipatan.Daerah lipatan umumnya lebih banyak punya kelenjar keringat dan kelenjar minyak. Ketika kondisi lembap, produksi keringat dan minyak pun meningkat.Kondisi itu menjadi tempat yang ideal bagi bakteri Corynebacterium berkembang biak. Bakteri ini dapat menginfeksi sepertiga atas stratum korneum (lapisan terluar kulit).

Faktor risiko

Walau bisa terjadi pada siapa saja, ada beberapa orang yang berisiko lebih tinggi mengalami eritrasma, antara lain:
  • Punya diabetes tipe 2
  • Tinggal di tempat yang hangat dan lembap
  • Sering berkeringat
  • Obesitas
  • Lansia
  • Menjalani gaya hidup yang tidak sehat
  • Tidak menjaga kebersihan diri dengan baik
  • Memiliki kondisi medis yang berdampak pada sistem kekebalan tubuh (immunocompromised)
Baca jawaban dokter: Badan mudah berkeringat, kenapa?
Dalam mendiagnosis eritrasma, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan seperti:

1. Tanya jawab 

Dokter akan menanyakan gejala yang Anda rasakan serta riwayat kesehatan dan kebiasaan yang menyangkut kebersihan dalam gaya hidup Anda.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit. Eritrasma sering kali dapat didiagnosis berdasarkan ciri fisiknya. Bercak cokelat yang khas dengan sisik halus biasanya menjadi tanda dari eritrasma yang membedakannya dari infeksi jamur yang bentuk ruamnya serupa. Misalnya pada tinea cruris (gatal selangkangan) yang lebih kemerahan dan memiliki sisik lebih tebal di sepanjang tepinya.

3. Pemeriksaan fisik di bawah lampu wood

Untuk menegakkan diagnosis eritrasma, dokter dapat memeriksa lebih lanjut ruam menggunakan sinar ultraviolet khusus, yang dikenal sebagai lampu Wood. Di bawah lampu ini, bakteri penyebab eritrasma akan berpendar dalam warna merah atau coral.

4. Tes swab

Tes swab atau tes usap dapat dilakukan untuk memastikan jenis mikroorganisme yang menyebabkan ruam di kulit. Pemeriksaan ini melibatkan pengambilan sampel usapan kulit yang akan diperiksa di bawah mikroskop dengan periodic acid Schiff, methenamine silver, atau pewarnaan Gram.

5. Tes KOH

Tes KOH mungkin diperlukan jika ruam muncul pada jari kaki. Tes ini dilakukan untuk membedakan eritrasma dari dermatofitosis (kurap). Tes KOH dilakukan dengan mengambil sampel kerokan kulit yang akan dicampurkan dengan larutan kalium hidroksida (KOH).

6. Biopsi kulit

Dokter juga dapat merekomendasikan biopsi kulit. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan kulit yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium. Biopsi kulit dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang memiliki gejala serupa. 

7. Tes gula darah

Eritrasma yang terjadi berulang atau telah meluas ke berbagai area tubuh mungkin memerlukan tes gula darah acak atau tes glukosa darah puasa sebagai deteksi dini diabetes tipe 2.
Pengobatan utama eritrasma biasanya melibatkan penggunaan sabun antibakteri untuk mengatasi infeksi ringan yang diaplikasikan dengan cara berikut:
  • Menggosok dengan lembut area ruam menggunakan sabun antibakteri
  • Menjaga area ruam tetap kering
Perawatan eritrasma umumnya memakan waktu 2-4 minggu. Anda juga mungkin perlu mencoba kombinasi perawatan.Tergantung pada tingkat keparahan kondisi eritrasma yang dialami pasien, dokter biasanya merekomendasikan salah satu atau kombinasi dari perawatan berikut:

1. Antiseptik atau antibiotik oles, seperti:

  1. Antibiotik minum
Infeksi dengan ruam yang meluas dapat diobati dengan antibiotik oral dari golongan eritromisin atau tetrasiklin.

3. Larutan aluminium klorida

Larutan aluminium klorida berfungsi untuk menghambat keringat dan kelembapan yang dapat memperparah gejala eritrasma.

4. Terapi fotodinamik

Terapi fotodinamik menggunakan lampu merah pada gelombang 635 nm juga dapat digunakan untuk merawat pasien eritrasma.

Komplikasi

Eritrasma sebenarnya jarang menimbulkan komplikasi. Namun pada kasus tertentu, terutama pada individu immunocompromised, eritrasma yang tidak ditangani dengan baik bisa berkembang jadi kondisi yang lebih serius, seperti:
Selain itu, jika eritrasma terkadang terjadi bersamaan dengan dermatitis kontak, infeksi jamur, atau infeksi bakteri lainnya, bisa menyebabkan bakteri menginfeksi lapisan kulit yang lebih dalam.Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya abses atau infeksi kulit yang dikenal sebagai selulitis.Dalam kasus yang jarang terjadi, eritrasma juga bisa menyebar hingga ke darah dan menyebabkan sepsis.
Cara mencegah eritrasma yang paling utama adalah dengan menjaga kebersihan diri dengan baik dan menjalani gaya hidup sehat.Beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai upaya pencegahan eritrasma, antara lain:
  • Menjaga kulit agar tetap kering dan bersih
  • Pastikan kulit Anda kering sepenuhnya setelah mandi
  • Hindari berkeringat berlebih
  • Pastikan sepatu Anda kering sebelum menggunakannya
  • Gunakan pakaian yang bersih dan kering
  • Hindari area yang panas dan lembap
  • Obati penyakit yang mendasarinya, seperti diabetes
  • Gunakan sabun antibakteri saat mandi
Baca juga: Cara Menjaga Kebersihan Tubuh agar Terhindar dari Penyakit
Temui dokter jika Anda mengalami ruam yang muncul di area lipatan kulit dan telah menyebabkan berubahnya warna kulit. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait eritrasma?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Pengobatan apa saja yang pernah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis eritrasma agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
DermNet New Zealand. https://dermnetnz.org/topics/erythrasma
Diakses pada 25 Januari 2022
Statpearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513352/
Diakses pada 25 Januari 2022
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1052532-overview#a5
Diakses pada 25 Januari 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/erythrasma#treatment
Diakses pada 25 Januari 2022
Skinsight. https://www.skinsight.com/skin-conditions/adult/erythrasma
Diakses pada 25 Januari 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-lesion-koh-exam
Diakses pada 25 Januari 2022
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-the-erythrasma-skin-infection-1069432
Diakses pada 25 Januari 2022
National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/ency/article/001470.htm
Diakses pada 25 Januari 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email