Penyakit Lainnya

Feokromositoma

04 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Feokromositoma
Feokromositoma menyerang kelenjar adrenal
Feokromositoma (Pheochromocytoma) adalah tumor yang terbentuk di kelenjar adrenal. Tumor ini termasuk jenis yang sangat jarang terjadi.Sebagian besar pheochromocytoma bersifat jinak. Hanya sekitar 3 hingga 13 persen tumor ini yang bersifat ganas dan dapat menyebar ke organ selain kelenjar adrenal.Umumnya, tumor feokromositoma ini cuma menyerang salah satu kelenjar adrenal. Namun tumor juga bisa muncul pada kedua kelenjar.Kelenjar adrenal terletak menempel di atas ginjal dan berfungsi menghasilkan hormon adrenalin serta noradrenalin. Kedua hormon ini bertugas mengatur denyut jantung, metabolisme, dan tekanan darah.Ketika muncul feokromositoma, tumor dapat menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin yang jauh melebihi biasanya. Akibatnya, peningkatan tekanan darah yang bersifat sementara atau terus-menerus dapat terjadi.Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa menyebabkan gangguan medis yang serius hingga mengancam jiwa penderita. Khususnya pada jantung dan pembuluh darah.Feokromositoma dapat terjadi kapan saja. Tetapi tumor ini paling sering menyerang orang dewasa berusia 30 hingga 50 tahun. Hanya sekitar 10 persen kasus feokromositoma yang dialami oleh anak-anak. 
Feokromositoma
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit kepala, jantung berdebar, keringat berlebih
Faktor risikoFaktor keturunan, melakukan aktivitas fisik yang berat
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes genetik
PengobatanObat-obatan, operasi pengangkatan tumor
ObatObat penurun tekanan darah
KomplikasiGagal ginjang, stroke, penyakit jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala feokromositoma
Secara umum, gejala feokromositoma meliputi:
 
Hingga kini, penyebab feokromositoma belum diketahui. Namun penyakit ini ada faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya, yaitu faktor genetik.Pheochromocytoma dapat berkembang menjadi kanker dan muncul secara acak, serta berisiko menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang dengan gangguan atau memiliki penyakit keyurunan yang meliputi:
  • Neoplasia endokrin tipe 2
  • Penyakit Von Hippel-Lindau
  • Neurofibromatosis 1 (NF1)
  • Sindrom paraganglioma herediter
 

Faktor risiko feokromositoma

Beberapa faktor risiko feokromositoma meliputi:
  • Aktivitas fisik yang berat.
  • Gangguan kecemasan atau stres.
  • Persalinan.
  • Pembedahan dan pembiusan.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang kaya tiramin, seperti keju, bir, wine, cokelat, daging asap, atau daging yang dikeringkan. Zat ini bisa mempengaruhi tekanan darah.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.
 
Karena tergolong penyakit yang jarang terjadi dan memiliki gejala yang berbeda-beda tiap penderita, diagnosis feokromositoma cukup sulit dipastikan. Untuk menentukan diagnosis, dokter akan melakukan proses tanya jawab yang mendetail.
  • Tanya jawab

Dalam proses tanya jawab, gejala yang dialami oleh penderita akan ditanyakan secara rinci. Demikian juga riwayat keluarga dan penyakit genetik yang terkait.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Contohnya, mengecek tekanan darah, suhu tubuh, dan sebagainya.
  • Pemeriksaan laboratorium

Tes urine atau tes darah merupakan contohnya. Kedua tes ini bertujuan mengukur kadar hormon adrenalin, hormon nonadrenalin, atau produk sisa dari kedua hormon tersebut di dalam tubuh.
  • Pencitraan

Jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kemungkinan feokromositoma, dokter akan menganjurkan pemeriksaan pencitraan untuk menemukan tumor. Contohnya, CT scan, MRI, pemindaian dengan M-iodobenzylguanidine (MIBG), dan PET scan.
  • Tes genetik

Dokter juga dapat menganjurkan tes genetik untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara feokromositoma dengan penyakit genetik. 
Penanganan feokromositoma tergantung pada ukuran dan jenis tumor, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Berikut penejelasannya:
  • Operasi pengangkatan tumor

Ini merupakan pengobatan feokromositoma yang utama. Pada sebagian besar kasus, kelenjar adrenal dan tumor akan diangkat melalui operasi laparoskopi yang meminimalisir luka sayatan operasi.Kelenjar adrenal yang sehat dapat menggantikan fungsi dari kelenjar adrenal yang diangkat, dan tekanan darah akan kembali normal.
  • Obat-obatan

Sebelum melakukan pembedahan, dokter akan meresepkan obat penurun tekanan darah. Dengan ini, risiko terjadinya peningkatan tekanan darah selama pembedahan juga akan berkurang.Obat antihipertensi yang umumnya diberikan meliputi obat alpha blockers dan beta blockers. Obat-obatan ini perlu dikonsumsi selama 7-10 hari sebelum operasi.Pada kasus feokromositoma yang bersifat ganas, penanganan biasanya yang dilakukan dengan terapi isotop iodin, kemoterapi, radiaoterapi, atau operasi. 

Komplikasi feokromositoma

Jika tidak ditangani dengan benar, feokromositoma bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Gagal ginjal
  • Masalah dengan saraf mata
 
Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, cara mencegah feokromositoma juga tidak tersedia. 
Berkonsultasilah dengan dokter sesegera mungkin, apabila memiliki kondisi berikut ini.
  • Sulit untuk menjaga tekanan darah
  • Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan genetik
Selain itu, segera periksakan diri ke dokter apabila Anda memiliki gejala-gejala yang terkait dengan feokromositoma. Misalnya, tekanan darah tinggi, sakit kepala, berkeringat, dan jantung berdebar.Untuk pasien yang telah terdiagnosis mengidap feokromositoma dan mengalami kekambuhan gejala, sebaiknya segera kembali memeriksakan diri ke dokter. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat penyakit genetik dalam keluarga Anda.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter, kepada Anda.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan Anda mengetahui adanya tanda dan gejala tersebut pertama kali?
  • Apakah gejala tersebut terjadi terus-menerus atau hilang dan timbul?
  • Apakah ada hal yang dapat mencetuskan gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko genetik terkait pheochromocytoma?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis feokromositoma. Dengan ini, langkah pengobatan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pheochromocytoma/symptoms-causes/syc-20355367
Diakses pada 4 Agustus 2021
National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/pheochromocytoma/
Diakses pada 4 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pheochromocytoma
Diakses pada 4 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318203.php
Diakses pada 4 Agustus 2021
Medline Plus: https://medlineplus.gov/ency/article/000340.htm
Diakses pada 4 Agustus 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/phaeochromocytoma/
Diakses pada 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email