Penyakit Lainnya

Fibromyalgia

06 Oct 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Fibromyalgia
Fibromyalgia terjadi di beberapa bagian tubuh yang sensitif
Fibromyalgia adalah nyeri kronis di seluruh tubuh. Kondisi ini bisa disertai dengan gejala kelelahan yang berat serta gangguan tidur, mental dan emosional.Penyait fibromyalgia biasanya lebih banyak diderita oleh wanita daripada laki-laki, dan orang yang berusia 30-50 tahun. Penyebabnya belum diketahui. Tapi pada sebagian kasus, fibromyalgia dimulai setelah seseorang mengalami trauma fisik, pembedahan, infeksi, atau stres psikologis yang signifikan.Di samping itu, gejala fibromyalgia bisa muncul secara bertahap dan terus menumpuk tanpa ada pemicu utama.Orang dengan penyakit rematik memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita fibromyalgia. Misalnya, osteoartritis, lupus, rheumatoid arthritis dan ankylosing spondilitis. Penyakit ini juga mungkin berhubungan dengan mutasi genetik, sehingga dapat diturunkan. Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan fibromyalgia. Namun ada berbagai macam penanganan guna mengontrol gejalanya. Olahraga, teknik relaksasi, serta penanganan stres lainnya juga dikatakan bisa membantu penderita. 
Fibromyalgia
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Saraf
GejalaNyeri, sakit kepala, sulit tidur
Faktor risikoInfeksi, genetik, trauma
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan darah
PengobatanObat-obatan, terapi fisik, terapi okupasi
Obat Paracetamol, ibuprofen, naproxen sodium
KomplikasiDepresi, sakit kepala tegang, irratable bowel syndrome
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala fibromyalgia selama 3 bulan atau lebih
Gejala fibromyalgia sering dikaitkan dengan bagian tubuh tertentu yang sensitif terhadap sentuhan atau trigger points or tender points. Bagian-bagian tubuh ini bisa terasa sakit meski hanya mengalami tekanan atau sentuhan ringan.Terdapat 18 tender points pada tuuh manusia. Seseorang dikatakan mengidap fibromyagia bila ada setidaknya 11 titik yang terasa sakit. Rasa sakit yang disebabkan oleh tender points umumnya digambarkan sebagai rasa sakit yang tumpul dan mengenai banyak area tubuh.Sembilan pasang titik pemicu yang paling umum meliputi:
  • Kedua sisi bagian belakang kepala
  • Kedua sisi leher
  • Kedua bahu
  • Tulang belikat
  • Kedua sisi dari dada atas
  • Bagian luar dari masing-masing siku
  • Kedua sisi pinggul
  • Bagian dalam dari lutut
  • Bokong
Sementara gejala-gejala umum fibromyalgia bisa berupa:
  • Kelelahan berat
  • Sulit tidur
  • Tidur untuk waktu yang lama tetapi tetap merasa lelah
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Kegelisahan atau cemas
  • Ketidakmampuan untuk fokus atau kesulitan memperhatikan dan gangguan memori yang dikenal dengan “fibro fog” (kabut fibromyalgia)
  • Sakit atau pegal di perut bagian bawah
  • Menstruasi yang disertai rasa sakit
  • Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
  • Rasa sakit pada rahang atau muka
Gejala berasal dari otak dan saraf yang salah mengartikan atau reaksi berlebihan pada sinyal sakit yang normal, yang mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan kimiawi di dalam otak.Fibromyalgia seringkali berdampingan dengan kondisi menyakitkan lain yang meliputi:
  • Irritable bowel syndrome (IBS), gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Migraine dan jenis sakit kepala lainnya
  • Sistitis insterstisial atau painful bladder syndrome
  • Gangguan pada sendi rahang
 
Penyebab dari fibromyalgia masih belum diketahui sampai dengan saat ini. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya keterlibatan dari sistem saraf, terutama sistem saraf pusat (otak dan syaraf tulang belakang).Sementara beberapa teori menyebutkan bahwa ada kemungkinan otak menurunkan ambang rangsang, sehingga yang sebelumnya tidak terasa sakit, menjadi sakit seiring berjalannya waktu.Ada juga teori lain yang mengemukakan bahwa stimulasi saraf berulang menyebabkan otak pada penderita fibromyalgia berubah sehingga melibatkan peningkatan secara abnormal kadar zat kimia tertentu di dalam otak yang memberi sinyal rasa sakit (neurotransmitter).Selain itu, reseptor rasa sakit pada otak tampaknya menyimpan memori dari rasa sakit dan menjadi semakin sensitif, sehingga otak, saraf dan reseptor rasa sakit pada tubuh dapat bereaksi berlebihan terhadap rasa sakit. Fibromyalgia bukan penyakit autoimun, inflamasi atau radang, gangguan sendi atau otot. Namun, beberapa faktor diperkirakan mungkin dapat menjadi penyebab dari fibromyalgia.

 

Faktor risiko fibromyalgia

Terdapat beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena fibromyalgia. Faktor-faktor risiko ini meliputi:
  • Infeksi.Beberapa penyakit sebelumnya yang mungkin dapat memicu atau memperburuk fibromyalgia.
  • Keturunan. Penyakit ini dapat diturunkan dari dan oleh keluarga kepada anggota keluarga lainnya. Jadi jika Anda memiliki anggota keluarga yang terkena penyakit ini maka risiko Anda untuk terkena lebih tinggi. Mutasi genetik mungkin berperan dalam menyebabkan kondisi ini, tetapi belum dapat diidentifikasi sampai dengan saat ini.
  • Trauma. Orang yang mengalami trauma fisik atau emosional dapat menimbulkan penyakit fibromyalgia. Kondisi ini dihubungkan dengan post traumatic stress disorder (PTSD).
  • Stres atau tekanan, seperti trauma yang dapat menciptakan efek jangka panjang
  • Menderita penyakit sendi. Seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondilitis, lupus, depresi, gangguan tidur.
  • Usia. Sebagian besar dari penderita fibromyalgia didiagnosa dengan kondisi ini pada usia antara 20 sampai 50 tahun. Namun, penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, termasuk anak–anak. Fibromyalgia lebih banyak mengenai wanita dibandingkan laki–laki.
  • Obesitas atau berat badan berlebih.
 
Untuk mendiagnosis terkenanya penyakit ini adalah pertama apakah Anda merasakan rasa sakit pada seluruh badan selama tiga bulan atau lebih, tanpa ada penyebab utama.Tidak ada pemeriksaan penunjang khusus yang dapat mendiagnosa penyakit ini. Selanjutnya Anda akan melakukan pemeriksaan darah untuk menyingkirkan kondisi medis lain yang mempunyai gejala yang serupa dengan fibromyalgia. Pemeriksaan darah tersebut antara lain berupa:
  • Menghitung total darah Anda
  • Tingkat sedimentasi eritrosit
  • Tes cyclic citrullinated peptide
  • Faktor rematik
  • Tes fungsi tiroid
 
Pengobatan fibromyalgia umumnya dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mengonsumsi obat-obatan dan terapi diri atau merawat diri dengan membiasakan hidup sehat. Pengobatan dilakukan untuk meringankan gejala dan meningkatkan kesehatan secara umum.

Obat untuk fibromyalgia

Berikut ini merupakan obat-obatan yang umum dikonsumsi untuk meminimalisir rasa sakit dan meningkatkan kualitas tidur, yaitu:
  • Obat penghilang rasa sakit

Contoh obat bebas yang bisa digunakan meliputi paracetamol, ibuprofen atau naproxen sodium. Sedangkan obat yang diresepkan oleh dokter antara lain tramadol.Penggunaan obat pereda nyeri golongan narkotik tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan ketergantungan dan dapat memperburuk rasa sakit seiring berjalannya waktu.
  • Obat antidepresi

Contoh obat antidepresi yang dapat diresepkan oleh dokter adalah duloxetine dan milnacipran. Obat ini dapat membantu dalam meringankan rasa sakit dan kelelahan berat akibat fibromyalgia.Dokter juga mungkin meresepkan amitriptyline atau cyclobenzaprine guna membantu penderita untuk tidur.
  • Obat antikejang

Obat antikejang dirancang untuk mengobati epilepsi. Obat ini kerap digunakan untuk mengatasi nyeri jenis tertentu, termasuk fibromialgia. COntohnya adalah gabapentin dan pregabalin.

Terapi

Mengobati fibromialgia juga dapat dilakukan dengan menjalani beberapa terapi di bawah ini:
  • Fisioterapi untuk membantu meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan stamina pasien
  • Terapi okupasi untuk melatih pasien dalam mengerjakan aktivitas tertentu
  • Konseling dengan psikiater untuk membicarakan permasalahan pasien dan menyusun strategi untuk mengatasinya

Penanganan mandiri

Adapun cara lain yang dapat membantu mengurangi penyakit ini adalah:
  • Mengurangi stres
  • Tidur cukup
  • Rutin berolahraga
  • Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan memakan makanan yang sehat dan mengurangi kafein
 

Komplikasi fibromyalgia

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Lebih rentan menjalani rawat inap
  • Kualitas hidup yang menurun
  • Risiko depresi berat yang lebih tinggi
  • Peningkatan risiko bunuh diri
  • Peningkatan risiko cedera
  • Lebih berisiko untuk menderita arthritis
 
Cara mencegah fibromyalgia tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk mengurangi kambuhnya gejala:
  • Tidur cukup
  • Mengurangi stres emosional
  • Rutin berolahraga untuk menjaga persendian dan tulang agar tetap sehat
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala fibromialgia yaitu apabila Anda merasakan rasa sakit di seluruh tubuh selama tiga bulan atau lebih. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait fibromyalgia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis fibromyalgia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
ACR. https://www.rheumatology.org/I-Am-A/Patient-Caregiver/Diseases-Conditions/Fibromyalgia
Diakses pada 6 Oktober 2021
CDC. https://www.cdc.gov/arthritis/basics/fibromyalgia.htm
Diakses pada 6 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/fibromyalgia-causes
Diakses pada 6 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibromyalgia/symptoms-causes/syc-20354780
Diakses pada 6 Oktober 2021
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/search/mni/fibromyalgia
Diakses pada 6 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/fibromyalgia/default.htm
Diakses pada 6 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email