Pernapasan

Fibrosis Paru

01 Jun 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Fibrosis Paru
Kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh fibrosis paru tidak dapat diperbaiki.
Fibrosis paru adalah keadaan yang menyebabkan paru-paru mempunyai jaringan parut/luka dan menjadi kaku. Hal Ini membuat Anda sulit bernapas dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Pada akhirnya, dapat terjadi gagal napas, gagal jantung, atau komplikasi lainnya.Para peneliti saat ini percaya bahwa kombinasi paparan iritan paru-paru seperti bahan kimia tertentu, merokok, dan infeksi, bersama dengan faktor genetik dan aktivitas sistem kekebalan tubuh, memiliki peran penting dalam fibrosis paru. Namun dalam sebagian besar kasus, penyebab penyakit ini tidak dapat ditemukan. Kondisi ini disebut juga dengan fibrosis paru idiopatik.Kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh fibrosis paru tidak dapat diperbaiki. Meski demikian, obat-obatan dan terapi dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Bagi beberapa orang, transplantasi paru-paru dapat menjadi pengobatan yang tepat.
Fibrosis Paru
Dokter spesialis Paru
GejalaSesak napas, batuk kering, penurunan berat badan tanpa sebab
Faktor risikoLaki-laki, usia 40-70 tahun, merokok
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes pencitraan, tes darah
PengobatanPemberian oksigen, obat-obatan, rehabilitasi paru
ObatPrednison, azathioprine, pirfenidone
KomplikasiHipertensi pulmonal, gagal jantung sisi kanan (cor pulmonale), gagal napas
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami kesulitan bernapas, demam, dan batuk berdahak 
Anda mungkin bisa mengalami fibrosis paru untuk beberapa waktu, tanpa mengalami gejala. Sesak napas biasanya merupakan gejala pertama yang terjadi.Tanda dan gejala yang ditimbulkan fibrosis paru adalah:
  • Napas yang pendek atau sesak (dispnea)
  • Batuk kering dan menahun
  • Mudah merasa lelah
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Pegal pada otot dan sendi
  • Pelebaran dan pembulatan ujung jari tangan atau kaki (clubbing finger)
Perjalanan penyakit fibrosis paru dan beratnya gejala dapat bervariasi pada setiap individu. Beberapa orang dalam waktu singkat dapat mengalami rasa sakit, dan sifatnya berat. Sementara itu, orang lainnya memilki gejala dengan tingkat sedang, yang memburuk secara perlahan, selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Penyebab fibrosis paru dapat dibedakan dalam beberapa kategori, yaitu:

Penyakit autoimun

Penyakit autoimun dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri. Kondisi autoimun yang dapat menyebabkan fibrosis paru termasuk:

Infeksi

Infeksi dari bakteri atau virus seperti hepatitis C, adenovirus, dan virus herpes dapat menyebabkan fibrosis paru.

Paparan lingkungan

Lingkungan hidup atau tempat kerja Anda juga dapat menyebabkan fibrosis paru. Misalnya, terkena paparan asap rokok yang mengandung banyak bahan kimia yang dapat merusak paru-paru dan dapat memicu penyakit ini. Selain itu, terkena beberapa paparan ini juga dapat membuat paru menjadi rusak:
  • Serat asbes
  • Butiran debu
  • Debu silika
  • Gas tertentu
  • Radiasi

Obat-obatan

Beberapa obat dapat memperbesar risiko terkena fibrosis paru. Apabila menggunakan salah satu dari obat-obatan ini secara rutin, maka Anda membutuhkan pemantauan secara ketat oleh dokter Anda. Contoh obat-obatan tersebut adalah:
  • Obat kemoterapi, seperti siklofosfamid
  • Antibiotik, seperti nitrofurantoin dan sulfasalazine
  • Obat jantung, seperti amiodarone
  • Obat biologis seperti adalimumab atau etanercept

Idiopatik

Sering kali yang menjadi penyebab pasti dari fibrosis paru belum diketahui. Kondisi ini ini dinamakan sebagai fibrosis paru idiopatik atau Idiopathic Pulmonary Fibrosis (IPF). Menurut National Heart, Lung, dan Blood Institute, kebanyakan orang dengan fibrosis paru, memiliki kondisi IPF.

Faktor Genetik

Berdasarkan data Pulmonary Fibrosis Foundation, sekitar 10-15% orang dengan IPF memiliki anggota keluarga lain dengan fibrosis paru. Kondisi ini dikenal sebagai fibrosis paru keluarga (familial pulmonary fibrosis) atau pneumonia interstisial keluarga (familial interstitial pneumonia). Para peneliti telah menghubungkan beberapa gen dengan kondisi tersebut, dan meneliti tentang faktor genetik yang sedang berlangsung.

Faktor Risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan seseorang terkena fibrosis paru, antara lain:
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Berusia antara 40-70 tahun
  • Memiliki riwayat merokok
  • Memiliki keluarga dengan riwayat fibrosis paru
  • Memiliki gangguan autoimun yang berhubungan dengan kondisi ini
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang berhubungan dengan kondisi ini
  • Menjalani pengobatan kanker, terutama radiasi pada daerah dada
  • Memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan peningkatan risiko akan fibrosis paru, seperti tambang, pertanian atau konstruksi.
Baca juga: 10 Pekerjaan Berisiko untuk Penyakit Paru paru
Jenis tes pertama yang dapat dilakukan dokter adalah tes pencitraan, di antaranya:
  • X-ray (ronsen) pada dada. Dengan dironsen, jaringan parut/luka pada paru-paru dapat terlihat. Tetapi, jika hanya mengandalkan ronsen, dada dapat terlihat normal padahal gejala seperti sulit bernapas masih dirasakan.
  • CT scan, pengambilan gambar dalam tubuh dari berbagai sudut. Metode ini dapat menentukan sejauh mana kerusakan paru yang ditimbulkan fibrosis paru.
  • Tes ekokardiogram (EKG) atau cardiac stress test yang menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan aktivitas jantung. Metode ini dapat menilai seberapa tinggi tekanan yang terjadi pada jantung bagian kanan.
Jenis tes lain bertujuan untuk mengukur fungsi paru-paru:
  • Tes fungsi pulmonari. Contoh tes ini ialah spirometry, di mana pasien diminta membuang napas pada tabung yang terhubung dengan sebuah mesin. Tes ini bertujuan untuk mengukur volume paru-paru.
  • Pulse oximetry, tes non-invasif yang berfungsi untuk mengukur kadar oksigen dalam darah Anda, sekaligus memonitor sudah separah apa penyakit yang diderita.
  • Tes paru-paru saat sedang berolahraga, untuk memonitor fungsi paru-paru saat sedang aktif.
  • Tes gas darah pada pembuluh, berfungsi untuk menilai kadar oksigen serta karbon dioksida dalam darah Anda secara akurat.
Sementara itu, fibrosis paru merupakan salah satu dari sekitar 200 jenis penyakit paru yang ada. Karena banyaknya penyakit paru yang ada, maka hal ini berpotensi menyulitkan dokter dalam mengidentifikasi fibrosis paru sebagai penyebab gejala Anda.Dalam sebuah survei oleh Pulmonary Fibrosis Foundation, sebanyak 55% responden melaporkan salah mendapatkan diagnosis dalam beberapa kasus. Kesalahan diagnosis yang paling umum adalah asma, pneumonia, dan bronkitis.Melalui pedoman terbaru, diperkirakan bahwa dua dari tiga pasien dengan fibrosis paru, sekarang dapat didiagnosis dengan benar tanpa biopsi. Dengan menggabungkan informasi klinis Anda dan hasil CT scan khusus dada, hal ini membantu dokter untuk mendiagnosis Anda secara akurat. Dalam beberapa kasus saat diagnosis belum jelas, sampel jaringan, atau biopsi mungkin dibutuhkan.Ada beberapa cara dalam melakukan biopsi paru, sehingga dokter dapat merekomendasikan prosedur terbaik untuk Anda:
  • Bronkoskopi, di mana jaringan yang amat kecil diambil dari paru-paru menggunakan alat bronkoskop (tabung kecil yang fleksibel).
  • Biopsi lewat operasi. Metode ini bersifat invasif, tetapi berguna untuk mengambil jaringan yang cukup besar dari paru-paru sehingga memungkinkan diagnosis untuk lebih akurat.
Beberapa alat atau prosedur lain yang digunakan untuk mendiagnosis fibrosis atau menyingkirkan kondisi lain yaitu:
  • Pemeriksaan darah yang berfungsi untuk menilai fungsi hati serta ginjal, sembari mencari penyakit autoimun, infeksi, dan anemia
  • Pengambilan sampel dahak, untuk memeriksa tanda-tanda infeksi
Belum ada pengobatan  yang tersedia untuk menyembuhkan fibrosis paru, terutama fibrosis paru idiopatik. Jaringan paru-paru tidak dapat kembali lagi menjadi normal, tetapi dokter dapat memberikan pengobatan untuk membantu memperbaiki pernapasan Anda dan memperlambat perkembangan penyakit. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan kondisi fibrosis paru yang lain (selain fibrosis paru idiopatik) merespon terhadap pengobatan dengan supresi sistem imun.Beberapa pengobatan ini dapat menjadi pilihan dalam perawatan fibrosis paru:
  • Oksigen tambahan, untuk mencegah kadar oksigen dalam darah berkurang drastis, sehingga dapat memicu kondisi lain seperti hipertensi pulmonari
  • Prednison, untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan
  • Azathioprine atau mycophenolate, untuk menekan sistem kekebalan tubuh anda
  • Pirfenidone atau nintedanib, yaitu obat antifibrotik yang berfungsi menghalangi pembentukan jaringan parut di paru-paru
Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan rehabilitasi paru-paru. Pengobatan ini melibatkan  program latihan, pendidikan, dan dukungan untuk membantu Anda belajar cara bernapas lebih mudah.Selain itu dokter juga akan menyarankan Anda untuk menjalani perubahan gaya hidup. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan yaitu:
  • Tidak merokok dan menjauhi perokok aktif, untuk menghindari paparan asapnya. Hal ini dapat memperlambat perkembangannya dan membuat Anda bernapas lebih baik.
  • Mengonsumsi makan dengan gizi seimbang
  • Berolahraga dengan bimbingan dan pengawasan dokter
  • Beristirahat dengan cukup, dan menghindari stres berlebih
Transplantasi paru-paru mungkin dapat disarankan untuk individu berusia di bawah 65 tahun, dengan penyakit yang berat. Pengobatan dengan cara ini juga disarankan bagi penderita fibrosis paru idiopatik karena kerusakan paru pada kondisi tersebut bersifat permanen.

Komplikasi

Jika tidak diobati dengan baik, fibrosis paru dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Tekanan tinggi pada darah di paru-paru (hipertensi pulmonari). Beda dengan kondisi tekanan darah tinggi biasa, kondisi ini hanya mempengaruhi pembuluh darah dalam paru-paru. Kondisi ini dipicu oleh pembuluh darah terkecil mengalami penyempitan dikarenakan jaringan parut/luka, yang kemudian menyebabkan hambatan pada aliran darah dalam paru-paru. Tak hanya itu, tekanan meningkat pada pembuluh darah pulmonari (pembuluh pada paru-paru) serta bilik jantung kanan bagian bawah (ventrikel kanan).
  • Gagal jantung bagian kanan (cor pulmonale). Kondisi ini terjadi saat ventrikel jantung mesti memompa darah lebih keras dari biasanya dikarenakan ada hambatan pada pembuluh darah pulmonari.
  • Gagal pernapasan. Kondisi biasanya tahap terakhir dari penyakit paru-paru kronis, dan terjadi saat oksigen dalam darah turun ke tingkatan yang berbahaya.
  • Kanker paru-paru. Fibrosis paru yang lama tak diobati dapat meningkatkan risiko tumbuhnya kanker pada paru-paru.
  • Komplikasi pada paru-paru. Seiring berjalannya waktu, fibrosis paru dapat berujung pada gumpalan darah dalam paru-paru, paru-paru yang kempes, atau infeksi paru-paru.
Baca jawaban dokter: Apakah infeksi paru-paru bisa sembuh?
Dalam beberapa kasus, penyakit ini tidak dapat dicegah. Namun, kondisi lain yang berhubungan dengan faktor risiko lingkungan dan perilaku,  dapat dikendalikan.Anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk memperkecil risiko tersebut.
  • Tidak merokok
  • Menghindar dari asap rokok
  • Menggunakan masker atau alat bantu pernapasan lain, jika Anda bekerja di lingkungan dengan paparan bahan kimia berbahaya
Deteksi dan pengobatan dini dapat meningkatkan prospek jangka panjang pada orang dengan banyak penyakit paru, termasuk fibrosis paru. Walalupun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, pengobatan dapat membantu memperlambat perjalanan penyakit.Baca juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru agar Bekerja Secara Optimal
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami beberapa kondisi ini.
  • Kesulitan bernapas, napas semakin cepat dan dangkal, sehingga sulit untuk mengambil napas dalam
  • Sering mengalami sakit kepala
  • Mudah bingung dan kerap mengantuk
  • Demam
  • Dahak yang berwarna gelap saat batuk
  • Perubahan warna kulit di sekitar kuku, atau pada ujung jari
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan, dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas, agar dokter dapat mendiagnosis dengan  baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan.
  • Kapan Anda mengalami gejala ini pertama kali?
  • Apakah Anda sedang atau telah menjalani pengobatan untuk kondisi medis lainnya?
  • Obat atau suplemen apa yang Anda konsumsi dalam 5 tahun terakhir?
  • Apakah Anda merokok? Jika iya, berapa banyak dan telah berapa lama Anda merokok?
  • Apa saja pekerjaan yang pernah Anda lakukan, walaupun hanya untuk beberapa bulan?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda menderita penyakit paru kronis?
  • Apakah Anda pernah menjalani kemoterapi atau radiasi untuk kanker?
  • Apakah Anda memiliki kondisi medis lainnya, terutama artritis?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis fibrosis paru agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/pulmonary_fibrosis/article.htm
Diakses pada 1 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pulmonary-fibrosis
Diakses pada 21 Desember 2018
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-fibrosis/symptoms-causes/syc-20353690
Diakses pada 1 Juni 2021
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000069.htm
Diakses pada 1 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email