Infeksi

Flu Babi

11 Nov 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Flu Babi
Demam adalah salah satu gejala umum pada penderita flu babi
Flu babi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus infuenza tipe H1N1. Penyakit ini sebenarnya mengacu pada influenza yang diderita oleh babi. Namun virus H1N1 dapat ditularkan babi ke manusia. Manusia yang telah terinfeksi dapat menyebarkan infeksi ke orang lain.Infeksi H1N1 pertama kali ditemukan pada April 2009 di Mexico. Beberapa bulan setelah kasus ini dilaporkan, tingkat kasusnya meningkat di banyak negara di seluruh dunia.Pada Juni 2009, WHO menyatakan keadaan pandemi global. Saat itu, terdapat 74 negara yang melaporkan adanya kasus flu ini.Laporan jumlah kasus terakhir H1N1 di situs WHO bulan Oktober 2009 mencapai lebih dari 440.000 kasus.Lalu pada 10 Agustus 2010, Dirjen WHO menyatakan bahwa fase pandemi sudah lewat. Berdasarkan laporan WHO di tahun 2010, terhitung setidaknya ada 18.449 jiwa meninggal akibat flu babi. 
Flu Babi
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, batuk, radang tenggorokan
Faktor risikoLansia, balita, memiliki imun lemah
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, PCR, rapid test
PengobatanObat-obatan, penanganan mandiri
ObatOseltamivir, zanamivir
KomplikasiPneumonia, pemburukan asma, gagal napas
Kapan harus ke dokter?Mengalami flu saat sedang hamil atau memiliki penyakit kronis
Gejala flu babi mirip dengan jenis flu lainnya. Beberapa keluhan yang mungkin muncul meliputi:
Gejala-gejala tersebut dapat muncul satu sampai empat hari setelah terjangkit virus. 
Penyebab flu babi adalah virus influenza H1N1. Virus ini akan menginfeksi sel-sel yang melapisi hidung, tenggorokan, dan paru-paru.Virus tersebut memasuki tubuh ketika seseorang menghirup percikan (droplet) ludah atau ingus dari penderita, misalnya saat penderita batuk atau bersin. Tapi harap diingat bahwa mengonsumsi daging babi tidak bisa menyebabkan seseorang terkena flu ini. 

Faktor risiko flu babi

Faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami penyakit ini meliputi:
  • Orang yang lebih sering berinteraksi dengan babi, misalnya peternak babi atau dokter hewan
  • Orang yang bepergian ke wilayah dengan angka kasus flu babi yang tinggi
Baca juga: Mengenal Manfaat Daging Babi untuk Kesehatan dan Pengolahannya yang Benar 
Diagnosis flu babi dapat ditentukan melalui:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, faktor risiko (seperti riwayat bepergian), serta riwayat medis pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa tanda-tanda yang mengarah pada infeksi virus H1N1.
  • PCR

Tes PCR dapat memastikan apakah pasien mengidap flu babi atau jenis flu lainnya. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk mendeteksi keberadaan Covid-19.
  • Rapid test

Selain PCR, rapid test influenza bisa dilakukan guna mendeteksi keberadaan virus H1N1. Tes ini memiliki efektivitas yang bervariasi, jadi bisa saja memunculkan hasil tes negatif karena ada jenis virus flu tertentu dalam tubuh.Tes-tes tersebut akan dianjurkan jika pasien:
  • Sudah berada di rumah sakit dengan gejala
  • Berisiko mengalami komplikasi
  • Tinggal serumah dengan orang yang berisiko besar terkena komplikasi
Pemeriksaan akan menentukan apakah pasien benar-benar terkena flu babi, atau justru memiliki penyakit lain. Jenis gangguan kesehatan dengan kemiripan gejala meliputi gagal jantung, infeksi otot jantung, pneumonia, asma, ensefalofati, ensefalitis, syok septik, serta gagal organ. 
Infeksi virus, termasuk H1N1, umumnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Hal ini mungkin terjadi bila pasien memiliki kondisi tubuh yang sehat.Sebagian besar kasus flu, termasuk cara mengobati flu babi, biasanya memakai prosedur yang sama. Pasien hanya memerlukan pengobatan mandiri di rumah.Namun jika kondisi pasien memburuk atau pasien memiliki penyakit tertentu, penanganan medis wajib dilakukan.

Perawatan mandiri di rumah

Jika terindikasi mengalami gejala penyakit ini, pasien bisa melakukan perawatan mandiri berikut:
  • Banyak minum

Pastikan pasien mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Pasien bisa melakukannya dengan minum air putih, jus buah, atau sup hangat. Langkah ini penting untuk mencegah dehidrasi.
  • Istirahat

Istirahatkan tubuh guna membantu kinerja sistem kekebalan tubuh. Selama pasien tidur, sistem imun akan lebih efektif dalam melawan virus.
  • Konsumsi obat pereda nyeri

Jika diperlukan, pasien bisa mengonsumsi obat pereda nyeri. Contohnya, paracetamol, ibuprofen, serta aspirin.Namun harap diingat bahwa aspirin tidak boleh diberikan pada anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Obat ini dapat meningkatkan risiko sindrom Reye.

Pengobatan medis

Perlakuan berbeda akan diberikan untuk pasien dengan kondisi tertentu, yang lebih rentan mengalami komplikasi akibat flu babi.Obat antivirus seperti oseltamivir, peramivir, zaloxavir dan zanamivir dapat diresepkan oleh dokter, dalam satu atau dua hari ketika gejala muncul. Obat-obatan ini berfungsi mengurangi tingkat keparahan gejala atau risiko komplikasi.Namun pasien dan keluarga harus waspada akan kemungkinan obat-obat tersebut tidak ampuh lagi. Sebab, virus flu dapat berevolusi dan menjadi kebal (resisten) terhadap obat. 

Siapa saja yang lebih berisiko mengalami komplikasi flu babi?

Berikut sederet kelompok orang yang lebih rentan untuk mengalami komplikasi jika terjangkit flu ini:
  • Lansia di atas 65 tahun
  • Anak di bawah 5 tahun (balita)
  • Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya menderita HIV/AIDS, menjalani kemoterapi untuk menangani kanker, atau pernah menjalani transplantasi organ
  • Penderita penyakit kronis, seperti diabetes, gagal jantung, dan kanker
  • Penderita penyakit paru-paru kronis seperti asma, diabetes, penyakit jantung
  • Anak-anak dengan gangguan saraf
  • Penggunaan Aspirin jangka panjang
  • Sedang hamil
 

Komplikasi flu babi

Flu babi dapat menjadi fatal jika terjadi komplikasi berikut:
  • Pneumonia
  • Memburuknya kondisi penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau asma
  • Gangguan saraf, dari penurunan kesadaran hingga kejang
  • Gagal napas
 Baca juga: Sesak Napas karena Asma? Kenali Jenis Obat Asma Semprot yang Sesuai Fungsinya
 
Cara mencegah flu babi yang dapat dilakukan meliputi:
  • Menjalani vaksinasi flu setahun sekali untuk semua orang yang berusia lebih dari enam bulan
  • Tetap di rumah ketika sedang sakit
  • Mencuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan, setelah ke toilet atau bepergian, serta sesudah melakukan kontak dengan penderita
  • Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk dengan tisu atau sapu tangan guna mencegah kontaminasi virus ke tangan
  • Menghentikan kebiasaan menyentuh mata, hidung, atau mulut
  • Menghindari kontak langsung dengan penderita flu babi
  • Jika terpaksa bepergian ke daerah yang memiliki kasus flu babi, gunakan masker (terutama di tempat ramai)
  • Jangan membawa makanan atau minuman ke area yang memiliki babi
  • Jangan membawa mainan, dot, cangkir, botol, kereta bayi atau barang-barang bayi lainnya ke area yang memiliki babi
  • Menghindari kontak dekat dengan babi yang sakit
  • Jika babi peliharaan Anda sakit, segera kontak dokter hewan guna memberikan perawatan yang diperlukan
  • Jika terlanjur ada kontak dengan babi yang sakit, segera lakukan isolasi mandiri setidaknya selama tujuh hari
 
Anda mungkin tidak perlu berkonsultasi dengan dokter jika kondisi Anda sehat secara umum dan mengalami gejala flu, seperti demam dan batuk.Namun orang dengan kondisi tertentu yang mungkin meningkatkan risiko komplikasi, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala flu. Misalnya, wanita hamil, penderita penyakit kronis (seperti asma, emfisema, diabetes atau penyakit jantung), atau orang dengan sistem imun lemah. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat riwayat bepergian Anda.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait flu babi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis flu babi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/print/1801/waspada-flu.html
Diakses pada 20 Oktober 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/swine-flu/
Diakses pada 20 Oktober 2021
Mayo Clinic.  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swine-flu/diagnosis-treatment/drc-20378106
Diakses pada 20 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/flu-guide/h1n1-flu-virus-swine-flu#1
Diakses pada 20 Oktober 2021
CDC. https://www.cdc.gov/flu/swineflu/prevention.html 
Diakses pada 20 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/147720 
Diakses pada 20 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email