Penyakit Lainnya

Gangguan Pendengaran

02 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Gangguan Pendengaran
Gangguan pendengaran umum terjadi di usia tua
Gangguan pendengaran adalah kondisi yang terjadi ketika salah satu bagian telinga Anda tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Gangguan pendengaran dapat memengaruhi kualitas hidup dan hubungan.Telinga memiliki tiga bagian utama yang berperan dalam pendengaran dan menyalurkan gelombang suara, yaitu:
  • Telinga luar yang menyebabkan getaran di gendang telinga
  • Telinga tengah yang selanjutnya mendapat getaran. Bagian ini diperkuat oleh tiga tulang kecil
  • Telinga bagian dalam yang menampung koklea dan struktur berisi cairan berbentuk siput. Bagian ini memiliki rambut-rambut kecil yang mengubah getaran menjadi sinyal listrik dan mengirimkannya ke otak, di mana Anda mendengarnya sebagai suara.
 

Jenis-jenis gangguan pendengaran

Gangguan pendengaran memiliki tiga jenis berdasarkan lokasi kerusakan pendengaran. Apa sajakah itu?
  • Gangguan pendengaran konduktif

Kondisi ini terjadi ketika lokasi kerusakan berada telinga luar atau tengah.
  • Gangguan pendengaran sensorineural

Gangguan pendengaran sensorineural ini terjadi ketika lokasi kerusakan berada di telinga bagian dalam.
  • Gangguan pendengaran kombinasi

Kondisi ini terjadi ketika lokasi kerusakan berada telinga luar, tengah, dan dalam. 
Gangguan Pendengaran
Dokter spesialis THT
GejalaKesulitan mendengar, sering meminta orang lain untuk mengulang kata-kata, harus mendengar suara dengan volume keras
Faktor risikoSumbatan kotoran telinga, infeksi telinga, gendang telinga pecah
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, audiometri
PengobatanPembersihan kotoran telinga, alat bantu dengar, implan
KomplikasiPenurunan produktifitas, tidak percaya diri, gangguan keseimbangan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala gangguan pendengaran
Secara umum, gejala gangguan pendengaran meliputi:
  • Kesulitan mendengar dan salah memahami perkataan orang lain, terutama di tempat yang bising
  • Sering meminta orang lain untuk mengulang perkataan sebelumnya
  • Mendengarkan musik atau menonton televisi dengan volume keras
  • Harus berkonsentrasi penuh untuk mendengar apa yang dikatakan orang lain
 
Penyebab gangguan pendengaran bisa berbeda-beda. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Kehilangan pendengaran tiba-tiba pada satu telinga dapat disebabkan oleh kotoran telinga, infeksi telinga, gendang telinga berlubang, atau penyakit Meniere. Infeksi dapat dapat menyumbat saluran telinga dan mengurangi pendengaran.
  • Kehilangan pendengaran tiba-tiba pada kedua telinga dapat disebabkan oleh kerusakan telinga akibat suara yang sangat keras, atau setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Gangguan pendengaran bertahap pada 1 telinga mungkin disebabkan oleh sesuatu di dalam telinga, seperti cairan, pertumbuhan tulang abnormal (otosklerosis), atau penumpukan sel-sel kulit.
  • Gangguan pendengaran secara bertahap pada kedua telinga dapat disebabkan oleh proses penuaan atau paparan suara keras selama bertahun-tahun.
 

Faktor risiko gangguan pendengaran

Beberapa faktor risiko gangguan pendengaran meliputi:
  • Penuaan karena gangguan pendengaran biasanya mulai terjadi saat seseorang yang berusia 65 tahun ke atas
  • Keturunan
  • Sering mendengar suara keras saat bekerja
  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti gentamisin, sildenafil, obat kemoterapi, aspirin dosis sangat tinggi, obat pereda nyeri lain, obat antimalaria, atau diuretik loop
  • Menderita penyakit tertentu, misalnya demam tinggi, seperti meningitis, dapat merusak koklea
 
Diagnosis gangguan pendengaran dilakukan dengan cara melakukan beberapa tes berikut ini:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa telinga untuk mengetahui penyebab gangguan pendengaran. Seperti kotoran telinga atau peradangan akibat infeksi. Dokter juga akan mencari penyebab struktural dari masalah pendengaran.
  • Tes skrining umum

Untuk melakukan tes ini dokter akan meminta Anda untuk menutup telinga satu per satu. Hal ini bermanfaat untuk menilai seberapa baik Anda mendengar dan merespon kata-kata yang diucapkan dalam berbagai macam volume.
  • Tes garputala

Tes garputala adalah instrumen logam bercabang dua yang menghasilkan suara saat dipukul. Tes sederhana dengan garputala dapat membantu dokter mendeteksi gangguan pendengaran.Tes ini ini juga dapat mengungkapkan bagian mana di telinga Anda yang mengalami kerusakan.
  • Tes audiometri 

Pasien akan mengenakan earphone dan mendengar suara yang diarahkan ke satu telinga. Setiap nada diulangi pada tingkat yang samar untuk menemukan suara paling pelan yang dapat pasien dengar. 
Cara mengobati gangguan pendengaran umumnya akan tergantung dari penyebab dan tingkat keparahan penyakit. Beberapa pilihan cara mengobati gangguan pendengaran yang biasanya dianjurkan dokter meliputi:
  • Mengambil kotoran telinga

Jika gangguan pendengaran disebabkan oleh penyumbatan kotoran telinga. Dokter akan mengeluarkan kotoran telinga menggunakan alat hisap atau alat kecil dengan lingkaran di ujungnya.
  • Operasi

Beberapa jenis gangguan pendengaran dapat diatasi dengan pembedahan, termasuk kelainan pada gendang telinga atau tulang pendengaran (ossicles). Jika Anda mengalami infeksi berulang dengan adanya cairan, dokter akan memasukkan tabung kecil yang membantu mengeringkan telinga.
  • Alat bantu dengar

Jika gangguan pendengaran disebabkan oleh kerusakan pada telinga bagian dalam, pilihan cara mengobatinya adalah dengan menggunakan alat bantu dengar.
  • Implan koklea

Jika Anda mengalami gangguan pendengaran yang lebih parah dan tidak bisa diatasi dengan cara apapun. Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan implan koklea.Implan koklea akan dimasukkan ke bagian dalam telinga yang rusak atau tidak berfungsi dan secara langsung merangsang saraf pendengaran. 

Komplikasi gangguan pendengaran

Jika tidak ditangani dengan optimal, gangguan pendengaran dapat menyebabkan komplikasi berupa kehilangan pendengaran secara permanen.Tak hanya itu, penurunan pendengaran bisa memicu depresi dan perasaan terisolasi dari dunia di sekitarnya. 
Cara mencegah gangguan pendengaran yang bisa dilakukan meliputi:
  • Tidak memasang suara televisi, radio, atau musik terlalu keras
  • Mengenakan pelindung telinga jika bekerja di tempat bising seperti pabrik dan area konstruksi
  • Menggunakan pelindung telinga ketika pergi menonton konser atau acara lainnya dengan tingkat kebisingan tinggi
  • Tidak memasukkan benda, seperti kapas, korek kuping, atau jari ke telinga
 
Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami gangguan pendengaran atau kehilangan pendengaran, terutama di satu telinga. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gangguan pendengaran?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gangguan pendengaran agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/symptoms-causes/syc-20373072
Diakses pada 24 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hearing-loss/
Diakses pada 24 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/hearing-loss-causes-symptoms-treatment#1
Diakses pada 24 Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email