Gigi & Mulut

Gigi Goyang dan Sakit

13 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Gigi Goyang dan Sakit
gigi goyang menandakan gigi akan copot
Gigi goyang dan sakit seringnya menandakan gigi yang akan copot. Kondisi ini sangat wajar jika terjadi pada anak-anak. Secara alami, gigi susu yang dimiliki anak-anak akan terlepas secara bertahap untuk digantikan dengan gigi tetap.Lain halnya jika gigi goyang dan sakit dialami oleh orang dewasa, hal ini bisa menandakan adanya kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan. Sebab, gigi tetap seharusnya bersifat permanen dan dirancang untuk bertahan seumur hidup.Beberapa penyebab gigi longgar bukan suatu kondisi yang membahayakan. Namun, penyebab lainnya mungkin memerlukan perawatan dokter. Pada kasus yang parah gigi yang goyang mungkin harus dicabut dan diganti dengan dental bridge atau gigi palsu.
Sejumlah kondisi berikut dapat menjadi penyebab gigi goyang dan sakit, antara lain:

1. Cedera

Gigi goyang karena longgar dapat terjadi karena adanya cedera pada gigi. Misalnya akibat menggigit sesuatu yang sangat keras, dipukul dengan keras di area mulut, atau karena kecelakaan yang menyebabkan benturan di gigi.Berbagai hal tesebut dapat menghasilkan goncangan pada gigi dan membuat ligament periodontal, yakni jaringan ikat yang berfungsi menyangga gigi meregang sehingga membuat gigi goyang.

2. Kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism)

Kebiasaan menggertakan atau mengatupkan gigi biasanya terjadi tanpa disadari saat tidur di malam hari. kondisi ini disebut juga dengan bruxism. Selain itu, ketika stres, ada juga orang-orang yang sering menggertakan giginya dengan keras untuk menahan emosi. Penderita bruxism biasanya baru akan menyadari kebiasaan buruk ini ketika sudah terjadi efek pada fisiknya, seperti sakit kepala, gangguan rahang, gigi menjadi kendur dan goyang, serta kerusakan gigi lainnya.

3. Infeksi gusi (periodontitis)

Periodontitis adalah infeksi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang yang menopang gigi hingga dapat menyebabkan gigi menjadi goyang bahkan tanggal. Selain gigi yang goyang, kondisi ini juga menyebabkan rasa sakit saat mengunyah, bau mulut, dan gusi yang bengkak. Periodontitis dapat terjadi karena adanya infeksi bakteri akibat kebersihan gigi yang buruk.

4. Kehamilan

Peningkatan kadar estrogen dan progesteron selama kehamilan dapat memengaruhi tulang dan jaringan di mulut.Peningkatan hormon tesebut turut mengubah periodonsium, yang merupakan kumpulan tulang dan ligamen yang menopang gigi untuk menjaga gigi tetap pada tempatnya. Ketika periodonsium berubah, gigi bisa menjadi longgar dan goyang.Umumnya, gigi goyang pada ibu hamil akan kembali seperti semula setelah masa kehamilan usai. Meski begitu, apabila terdapat rasa sakit pada gigi goyang, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter gigi, dikhawatirkan adanya penyakit gusi yang menyertai.Kontrol rutin ke dokter gigi memang dianjurkan untuk ibu hamil. Sebab, penyakit gusi dan mulut dapat mengarah pada kelahiran prematur. Diungkapkan dalam suatu penelitian, bahwa ibu hamil yang memiliki masalah gigi seperti menumpuknya plak gigi atau gusi yang terinfeksi akan meningkatkan risiko persalinan yang terjadi sebelum 37 minggu dan rendahnya berat bayi yang dilahirkan.    

5. Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit yang menyebabkan menurunnya kepadatan tulang sehingga membuat tulang jadi keropos dan rapuh. Akibatnya, jika tulang terkena sedikit saja benturan, hal ini dapat menyebabkan patah tulang.Osteoporosis umumnya memengaruhi tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan, kondisi ini juga dapat merusak tulang di rahang yang menopang gigi. Jika tulang rahang menjadi kurang padat, gigi bisa mengendur dan tanggal. Sebuah studi juga mengungkapkan bahwa osteoporosis meningkatkan risiko terjadinya penyakit gusi yang dapat menyebabkan gigi goyang dan sakit.Di samping itu, meski jarang terjadi, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati osteoporosis ternyata dapat memberikan efek samping pada kesehatan gigi. Misalnya, obat yang disebut bifosfonat, yang berfungsi untuk mengobati keropos tulang, salah satu efek sampingnya dapat menyebabkan gigi goyang. Kondisi ini juga disebut sebagai osteonekrosis rahang.Dilaporkan dalam suatu penelitian, osteonekrosis rahang jarang terjadi pada pasien yang mengonsumsi bifosfonat dalam bentuk pil minum. Kondisi ini lebih sering terjadi akibat obat yang diberikan secara intravena.Selain akibat obat, cedera dari tindakan medis seperti prosedur bedah atau pencabutan gigi, juga dapat menyebabkan osteonekrosis.
Gigi goyang dan sakit dapat diperbaiki dan diobati sehingga bisa kembali seperti semula. Salah satu penanganannya yang paling utama adalah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, serta memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Di samping itu, Anda mungkin harus segera memeriksakan ke dokter gigi jika gigi goyang dan sakit yang dialami disertai pula dengan gejala berikut:
Penanganan medis dari dokter mungkin diperlukan segera pada gigi goyang dan sakit dengan kondisi demikian.

Healthline. https://www.healthline.com/health/loose-tooth
Diakses pada 25 Agustus 2021
Capstone Clintonville. https://capstoneclintonville.com/blog/why-are-my-teeth-loose-causes-treatment/
Diakses pada 25 Agustus 2021
Medicover Hospital. https://www.medicoverhospitals.in/symptoms/loose-teeth
Diakses pada 25 Agustus 2021
Journal of Naturan Science, Biology and Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3217279/
Diakses pada 25 Agustus 2021
Clinical Cases in Mineral and Bone Metabolism. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2781184/
Diakses pada 25 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email