Penyakit Lainnya

Glomerulonefritis Akut

25 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Glomerulonefritis Akut
Glomerulonefritis akut merupakan peradangan pada glomerulus
Glomerulonefritis akut adalah respons terhadap infeksi seperti radang tenggorokan atau gigi yang abses. Kondisi ini terjadi secara mendadak karena adanya masalah dengan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi berlebihan terhadap infeksi.Glomerulonefritis merupakan peradangan yang terjadi pada glomerulus, yaitu sebuah struktur dalam ginjal yang berfungsi menyaring darah dan membuang komponen yang tidak diperlukan. Zat yang perlu dibuang berupa elektrolit, cairan berlebih, dan zat lain ke dalam urine.Terjadinya glomerulonefritis bisa merupakan penyakit yang berdiri sendiri atau juga bisa menjadi salah satu bagian dari penyakit lain, misalnya lupus atau diabetes. Peradangan parah atau berkepanjangan yang terkait dengan glomerulonefritis dapat menyebabkan sakit ginjal.Selain akut, glomerulonefritis juga bisa bersifat kronis atau berlangsung lama dan bertahap. Glomerulonefritis kronis dapat terjadi selama bertahun-tahun tanpa ada gejala sama sekali. Kondisi ini dapat memicu kerusakan ginjal permanen dan gagal ginjal total. 
Glomerulonefritis Akut
Dokter spesialis Ginjal
GejalaBengkak pada wajah, buang air kecil lebih jarang dari biasanya. darah pada urine
Faktor risikoinfeksi bakteri Streptococcus, autoimun, amiloidosis
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, tes urinalisis
PengobatanObat-obatan 
ObatPlasmaferesis
KomplikasiGagal ginjal
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Gejala glomerulonefritis akut dapat berupa:
  • Wajah bengkak di pagi hari
  • Buang air kecil lebih jarang
  • Darah pada urine (air seni berwarna gelap atau kecokelatan).
  • Cairan berlebih pada paru-paru. Kondisi ini bisa menyebabkan batuk.
  • Tekanan darah tinggi
 
Penyebab utama glomerulonefritis akut adalah infeksi bakteri Streptococcus pada tenggorokanKondisi ini juga bisa disebabkan oleh radang tenggorokan. 

Faktor risiko glomerulonefritis akut

Beberapa faktor risiko glomerulonefritis akut meliputi:
  • Penyakit autoimun, seperti systemic lupus erythematosus atau sering disebut lupus dan Goodpasture syndrome
  • Amiloidosis, yaitu ketika protein abnormal yang dapat menyebabkan kerusakan menumpuk di organ dan jaringan Anda
  • Granulomatosis dengan polyangiitis (penyakit langka yang menyebabkan peradangan pembuluh darah)
  • Polyarteritis nodosa, penyakit dimana sel menyerang arteri
  • Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen dan naproxen, dalam jangka waktu yang lama atau tidak sesuai dengan rekomendasi dokter
 
Diagnosis glomerulonefritis akut dilakukan dengan pemeriksaan berikut:
  • Tes urine

Tes urine berguna untuk melihat protein total dalam darah, sel darah merah pada urine, sel darah putih, dan konsentrasi (kepekatan) urine.
  • Tes darah

Tes darah bermanfaat untuk mengetahui kerusakan ginjal dan kerusakan glomerulus dengan mengukur tingkat kreatinin dan nitrogen urea dalam darah.
  • Tes imunologi 

Berguna untuk melihat adanya kemungkinan sistem kekebalan tubuh yang merusak ginjal seperti pada penyakit autoimun.
  • Biopsi ginjal 

Biopsi ginjal mungkin diperlukan dengan mengambil sedikit jaringan ginjal.Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan penunjang, yaitu tes pencitraan, seperti CT scan, USG, dan rontgen. 
Pengobatan glomerulonefritis akut berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Berikut beberapa contoh perawatan yang mungkin diberikan:
  • Mengendalikan tekanan darah tinggi jika glomerulonefritis disebabkan karena hipertensi. Obat yang mungkin diberikan oleh dokter berupa captopril, lisinopril, dan perindopril.
  • Mengurangi peradangan pada glomerulus dengan plasmaferesis. Proses ini dilakukan dengan menghilangkan plasma darah dan menggantinya dengan cairan atau plasma yang tidak mengandung antibodi. Plasma dimasukkan ke tubuh pasien melalui infus ke pembuluh darah (intravena).
  • Jika kondisi ginjal semakin parah dan menyebabkan gagal ginjal, Anda mungkin perlu menjalani cuci darah atau bahkan transplantasi ginjal.
 

Komplikasi glomerulonefritis akut

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi glomerulonefritis akut:
  • Gagal ginjal akut
  • Penyakit ginjal kronis
  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar natrium atau kalium yang tinggi
  • Infeksi saluran kemih kronis
  • Gagal jantung kongestif karena retensi cairan atau kelebihan cairan
  • Edema paru akibat retensi cairan atau kelebihan cairan
  • Tekanan darah tinggi
  • Hipertensi maligna, yang dengan cepat meningkatkan tekanan darah tinggi
  • Peningkatan risiko infeksi
 
Cara mencegah glomerulonefritis akut belum tersedia hingga penyebabnya diketahui. Namun Anda bisa melakukan sederet langkah di bawah ini untuk mengurangi risikonya:
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
  • Segera mencari perawatan jika mengalami infeksi bakteri Streptococcus di tenggorokan.
  • Menghindari obat-obatan intravena (infus) yang diberikan tanpa pengawasan tenaga medis. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi virus, seperti HIV dan hepatitis, yang dapat menyebabkan penyakit ini.
  • Tidak berganti-ganti pasangan.
  • Melakukan hubungan seks yang aman, misalnya menggunakan kondom.
  • Mengendalikan kadar gula darah untuk mencegah diabetes.
 
Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala glomerulonefritis akut. Misalnya, kencing berdarah atau frekuensi berkemih lebih jarang dari biasanya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait glomerulonefritis akut?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis glomerulonefritis akut agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/glomerulonephritis
Diakses pada 2 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glomerulonephritis/symptoms-causes/syc-20355705
Diakses pada 2 Oktober 2019
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/glomerul
Diakses pada 2 Oktober 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/240337-overview
Diakses pada 25 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email