Penyakit Lainnya

Hamartoma

09 Mar 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hamartoma
Hamartoma adalah tumor jinak (non-kanker) yang terbentuk dari campuran sel dan jaringan abnormal tempat mereka tumbuh. Tumor ini dapat tumbuh di paru-paru, jantung, kulit, otak, payudara, atau area tubuh lainnya.Tidak seperti tumor ganas (kanker), hamartoma biasanya tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Kebanyakan tumor ini tumbuh lambat, hampir sama dengan jaringan normal. Bedanya, hamartoma tumbuh menjadi massa yang tidak teratur dibandingkan sel normal.Hamartoma terkadang bisa hilang dengan sendirinya dengan hanya sedikit gejala, atau bahkan tanpa gejala sama sekali. Akan tetapi dalam kasus yang lebih parah, pertumbuhan massa abnormal ini dapat menyebabkan komplikasi serius.Tergantung tempat tumbuhnya, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi, infark, penyumbatan, anemia, benjolan yang terus membesar (transformasi neoplastik). Beberapa kasus hamartoma bahkan bisa mengancam nyawa.Semakin dini kondisi ini terdiagnosis, semakin cepat pengobatan bisa diberikan dan mencegah komplikasi.Baca juga: Perbedaan Tumor Ganas dan Tumor Jinak yang Perlu Anda Ketahui
Hamartoma
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Bedah, Onkologi
GejalaBenjolan, nyeri, serak, batuk kronis
Faktor risikoMenderita Sindrom Cowden dan tuberous sclerosis
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi, CT scan, MRI, USG
PengobatanPembedahan, obat-obatan sesuai gejala
ObatAntikonvulsan, obat batuk
KomplikasiBenjolan yang terus membesar, pubertas dini, berkembang menjadi kanker
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala, terutama jika memiliki faktor risiko
Hamartoma umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala utama dari hamartoma adalah ketidaknyamanan akibat massa abnormal yang tumbuh sehingga mendorong dan menekan organ dan jaringan di sekitarnya.Gejala hamartoma akan bervariasi tergantung lokasi munculnya tumor ini, yaitu:
  • Paru-paru: batuk kronis, suara pernapasan abnormal, dan hemoptisis atau batuk berdarah.
  • Kulit: hamartoma kulit dapat terjadi di kulit wajah, bibir, dan leher. Sering ditandai dengan pembengkakan, benjolan, serta nyeri di area tumbuhnya tumor.
  • Leher dan dada: pembengkakan, suara serak, batuk kronis.
  • Jantung: nyeri dada, berdebar, bengkak atau edema, sesak napas, sianosis, kulit dingin dan lembap, kelainan irama jantung.
  • Otak: perubahan perilaku dan suasana hati. Jika terjadi di hipotalamus bisa menyebabkan tekanan di ruang tertutup otak yang memicu kejang, perubahan kepribadian, dan pubertas dini pada anak-anak.
  • Ginjal: menyebabkan gejala gangguan ginjal.
  • Limpa: rasa sakit atau tidak nyaman di perut kiri bagian atas.
  • Payudara: muncul benjolan yang bisa mengubah bentuk penampilan payudara.
Penyebab hamartoma tidak diketahui dengan jelas. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Selain itu, ada beberapa faktor risiko hamartoma yang terkait penyakit genetik seperti Sindrom Pallister-Hall, Sindrom Cowden dan tuberous sclerosis.Pada Sindrom Cowden dan tuberous sclerosis, terjadi mutasi genetik dominan autosomal. Artinya, jika ayah atau ibu memiliki mutasi gen tersebut, kemungkinan 50% anaknya juga akan mengalaminya. Pada sindrom ini, hamartoma bisa muncul di lebih dari satu area dan ada kemungkinan berkembang jadi kanker. Baca jawaban dokter: Kenapa timbul benjolan setiap makan berbumbu atau pedas?
Dalam mendiagnosis hamartoma, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala yang dirasakan pasien dan riwayat kesehatan serta keluarga pasien. Selanjutnya, tergantung letak hamartoma yang dicurigai tumbuh, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan, seperti:
  • Tes darah, seperti pemeriksaan darah lengkap, elektrolit serum, kalsium, fosfat, kalium, urea, dan tes fungsi hati  
  • Bronkoskopi untuk melihat bagian dalam paru-paru dan saluran napas.
  • Rontgen dada, untuk memeriksa keadaan paru-paru
  • CT scan di bagian kepala, dada, perut, lutut hingga tulang belakang.
  • Pemindaian MRI, untuk menampilkan gambar organ serta jaringan di dalam tubuh secara lebih detail.
  • Mammografi untuk melihat gambaran jaringan payudara
  • Electroencephalography (EEG) untuk menampilkan pola kejang jika tumor dicurigai ada di otak
  • Ultrasonografi (USG), untuk menampilkan gambaran dalam tubuh
  • Biopsi untuk mengamati jaringan tubuh massa abnormal
Pilihan pengobatan untuk hamartoma akan sangat bergantung pada lokasi tumor dan gejala yang muncul. Dalam banyak kasus, hamartoma yang tidak menyebabkan gejala biasanya akan dibiarkan, sambil diamati dari waktu ke waktu dalam pengawasan dokter.Jika Anda mulai mengalami kejang, dokter mungkin meresepkan antikonvulsan untuk mengatasi kejang yang Anda alami. Beberapa obat-obatan lain akan diberikan berdasarkan gejala yang muncul.Apabila tumor ini sampai menyebabkan masalah pada otak, penanganan seperti terapi keterlambatan perkembangan atau masalah perilaku juga mungkin diperlukan.Operasi pengangkatan tumor akan dilakukan jika hamartoma menimbulkan gejala dan tidak juga sembuh setelah diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, pembedahan adalah prosedur invasif yang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, dokter akan melakukan pertimbangan menyeluruh berdasarkan ukuran, lokasi pertumbuhan, komplikasi akibat operasi dengan risiko kekambuhan hamartoma, dan risiko kematian.Baca juga: Apakah ada yang menyembuhkan tumor dengan efektif selain operasi?

Komplikasi

Hamartoma dapat menyebabkan komplikasi jika tidak dirawat dengan baik, antara lain:
  • Hamartoma yang terus membesar hingga menyebabkan kerusakan dan tekanan pada organ di sekitarnya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kematian.
  • Pubertas sebelum waktunya
  • Benjolan massa hamartoma yang berkembang menjadi kanker. Kondisi ini sering terjadi pada pasien yang juga menderita sindrom Cowden. 
Mengingat penyebab hamartoma belum diketahui, tidak ada cara pasti untuk mencegah terjadinya hamartoma.Akan tetapi, kebanyakan kasus hamartoma tidak sengaja terdiagnosis saat pasien sedang memeriksakan organ dalamnya. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sangat disarankan, terlebih apabila Anda memiliki faktor risikonya.Diagnosis lebih dini dapat mencegah terjadinya kasus hamartoma yang parah maupun komplikasinya.
Jika Anda memiliki gejala-gejala yang sudah dijelaskan dan sangat mengganggu terutama karena sakit yang dirasakan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.jika gejala yang timbul berupa rasa nyeri pastikan untuk menggambarkan dengan jelas rasa sakit Anda, termasuk:
    • Kapan rasa sakit mulai, dan apakah itu muncul secara bertahap atau tiba-tiba)
    • Lokasi sakit yang Anda rasakan
    • Beri tahu kapan Anda merasakan nyeri, seberapa sering dan lama rasa sakitnya muncul
    • Terangkan jenis rasa sakit yang muncul, beri tahukan jika ada sensasi terbakar atau nyeri yang menusuk
    • Jelaskan bagaimana nyeri memengaruhi kehidupan sehari-hari Anda.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat semua pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hamartoma?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hamartoma agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
NCBI https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562298/
Diakses pada 6 Maret 2022

Healthline https://www.healthline.com/health/hamartoma
Diakses pada 6 Maret 2022

National Cancer Institute https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/hamartoma
Diakses pada 6 Maret 2022

Boston Children Hospital https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/h/hamartoma
Diakses pada 6 Maret 2022

Patient https://patient.info/doctor/hamartomas
Diakses pada 6 Maret 2022

Verywell health https://www.verywellhealth.com/what-is-a-hamartoma-2248902
Diakses pada 6 Maret 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email