Kepala

Hidrosefalus Tekanan Normal

26 May 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hidrosefalus Tekanan Normal
Hidrosefalus tekanan normal umumnya dialami orang yang berusia di atas 60 tahun
Hidrosefalus tekanan normal adalah salah satu jenis penyakit hidrosefalus, yakni kondisi terjadinya penumpukan cairan serebrospinal dalam rongga otak. Cairan serebrospinal adalah cairan di sekeliling otak dan sumsum tulang belakang yang berfungsi untuk melindunginya, memberi nutrisi, dan membuang limbah sisa metabolisme.Normalnya, cairan serebrospinal akan diserap oleh pembuluh darah sehingga jumlahnya tidak berlebihan. Sedangkan pada penderita hidrosefalus, terjadi gangguan pada penyerapan cairan tersebut. Hal ini kemudian menyebabkan ventrikel atau rongga-rongga di otak membesar dan menekan jaringan lain di sekitarnya.Hidrosephalus tekanan normal sering kali ditandai gejala seperti kesulitan berjalan atau gerakan motorik lainnya, kehilangan kendali untuk menahan buang air, dan menurunnya kesehatan mental.Hidrosephalus tekanan normal biasanya diderita oleh orang berusia di atas 60 tahun, namun tidak menutup kemungkinan bahwa usia yang lebih muda pun bisa mengalaminya. Penyakit ini termasuk penyakit yang terjadi secara bertahap, dimana kondisi semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Bila penyakit ini dibiarkan, tekanan dari cairan berlebih dapat menyebabkan cedera otak, dan bahkan menyebabkan kematian.
Hidrosefalus Tekanan Normal
Dokter spesialis Saraf
GejalaKesulitan berjalan, gangguan berkemih, hilangnya ingatan jangka pendek
Faktor risikoLansia, infeksi otak, pernah mengalami cedera kepala
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes pencitraan, pemeriksaan cairan serebrospinal
PengobatanOperasi pemasangan shunt
KomplikasiKesulitan berjalan, sulit berpikir, kehilangan kontrol kandung kemih
Kapan harus ke dokter?Memiliki gejala hidrosefalus
Gejala hidrosefalus tekanan normal yang umum ditemui pada penderita meliputi:
  • Kesulitan berjalan
Tingkat kesulitan berjalan bisa ringan maupun berat. Kesulitan berjalan bisa diumpamakan seperti berjalan diatas kapal yang bergoyang-goyang, dimana gaya berjalan menjadi lambat, tidak seimbang, dengan jarak kaki yang lebar dan langkah terseret seolah-olah telapak kaki sulit diangkat dari lantai.
  • Gangguan buang air kecil
Gejala seperti buang air kecil yang semakin sering, rasa ingin buang air kecil yang muncul tiba-tiba, dan inkontinensia (tidak bisa menahan buang air kecil atau mengompol) dapat dikeluhkan oleh penderita. Umumnya gejala ini muncul belakangan dibandingkan dengan kesulitan berjalan.
  • Demensia
Gejala demensia meliputi hilangnya ingatan jangka pendek, pelupa, kesulitan berkonsentrasi, perubahan suasana hati, kebingungan, dan kurangnya minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-geala tersebut akan muncul secara perlahan dan memburuk seiring berjalannya waktu.Meningkatnya tekanan dalam otak pun dapat menyebabkan sakit kepala, mual, dan kesulitan penglihatan untuk fokus.
Penyakit hidrosefalus tekanan normal termasuk jarang terjadi. Hingga saat ini, penyebab menumpuknya cairan serebrospinal yang kemudian mengakibatkan penyakit ini masih belum diketahui secara pasti. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa terjadi karena adanya gangguan medis lain pada otak yang berupa:
  • Perdarahan otak karena cedera atau stroke
  • Infeksi pada otak seperti meningitis
  • Terdapat tumor pada otak

Faktor Risiko

Orang berusia di atas 60 tahun memiliki risiko tinggi untuk terkena hidrosefalus tekanan normal. Faktor-faktor lain yang juga dapat meninggikan risiko terjangkit penyakit ini diantaranya:
  • Mengidap penyakit yang melibatkan pembuluh darah di otak (cerebrovascular)
  • Mengidap penyakit atau gangguan pada pembuluh darah
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Menderita penyakit Alzheimer
  • Mengalami cidera di kepala
  • Mengalami infeksi pada otak
  • Telah menjalani operasi pada otak
  • Terdapat tumor pada otak
Karena gejala hidrosefalus tekanan normal mirip dengan gejala penyakit Alzheimer, Parkinson dan Creutzfeldt-Jakob, seringkali terjadi kesalahan diagnosis. Adanya kesulitan berjalan, buang air, dan gangguan ingatan merupakan ciri utama seseorang terjangkit hidrosefalus tekanan normal, namun tidak semua penderita mengalami tiga gejala tersebut sekaligus.Untuk memastikan diagnosis hidrosefalus tekanan normal, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala dan riwayat medis pasien. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh serta beberapa pemeriksaan penunjang yang meliputi:
  • Pemeriksaan pencitraan

Pemeriksaan seperti CT scan atau MRI otak dapat melihat adanya pembesaran pada ventrikel otak karena penumpukan cairan. Pembesaran ini merupakan ciri utama dari penyakit hidrosefalus tekanan normal. Meskipun dalam beberapa gangguan otak lainnya, seperti penyakit Alzheimer, ventrikel otak juga terlihat lebih besar, namun keadaan tersebut diakibatkan karena jaringan otak menciut. Pada hidrosefalus tekanan normal, ventrikel otak membesar tanpa ada perubahan ukuran jaringan otak.
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal

Dokter juga dapat melakukan pengambilan cairan serebrospinal dengan pungsi lumbal atau drainase lumbal.
  • Pemeriksaan cara berjalan

Pada pemeriksaan ini, pasien akan diminta berjalan sejauh 10 meter. Gaya berjalan pasien akan diamati oleh dokter untuk mendeteksi adanya gangguan.
  • Pemeriksaan neuropsikologi

Pemeriksaan neuropsikologi meliputi tes memori, konsentrasi, dan pemecahan masalah. Masalah pada kemampuan-kemampuan ini dapat mengindikasikan adanya gangguan fungsi otak.
Tidak ada penanganan khusus yang dapat mengobati hidrosefalus tekanan normal. Meski demikian, gejala-gejala yang mengganggu dapat diatasi dengan operasi.Operasi yang dilakukan adalah dengan pemasangan selang (shunt) untuk mengeluarkan cairan dari otak. Selang ini akan dihubungkan ke rongga perut, sehingga cairan berlebih dari otak dapat diserap kembali ke dalam tubuh melalui rongga tersebut. Terdapat katup pada selang ini yang berfungsi menjaga cairan tetap mengalir ke perut dengan kecepatan yang tepat. Selang ini akan digunakan seumur hidup oleh penderita.Sebagaimana operasi lainnya, setelah prosedur pemasangan shunt pasien hidrosefalus harus diawasi untuk mengantisipasi adanya komplikasi. Karena shunt akan dipasang seumur hidup, tidak jarang pasien harus melakukan operasi lagi jika shunt harus diperbaiki atau diganti. Shunt bisa mengalami malfungsi atau kerusakan yang menyebabkan munculnya beberapa komplikasi baru setelah operasi, yakni:
  • Infeksi
  • Kejang-kejang
  • Perdarahan otak
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Rasa kantuk atau lelah
  • Rasa pegal di leher atau pundak
  • Demam ringan
  • Kematian

Komplikasi

Hidrosefalus tekanan normal merupakan penyakit progresif, sehingga komplikasi yang muncul dalam jangka panjang tanpa penanganan bisa berbeda-beda untuk tiap penderita, tergantung dari gejala apa yang dialami. Secara garis besar, semakin lama kondisi ini dibiarkan, gejala-gejala hidrosefalus tekanan normal seperti kesulitan berjalan, kesulitan menahan buang air, dan gangguan kognitif akan semakin memburuk. Selain itu, tekanan cairan serebrospinal pun dapat menyebabkan sakit kepala, mual, bahkan hingga cedera otak.Menanggulangi gejala yang diderita pasien hidrosefalus tekanan normal akan semakin sulit jika keadaannya sudah memburuk. Maka dari itu sangat penting untuk mendiagnosis dan menangani penyakit ini secepatnya.
Karena penyebabnya tidak diketahui, pencegahan hidrosefalus tekanan normal juga belum tersedia. Meski demikian, penanganan cepat dan tepat setelah gejala ditemukan dapat mencegah pemburukan gejala, sekaligus meningkatkan kemungkinan perbaikan total dari kerusakan yang terjadi akibat gejala tersebut.
Kesulitan berjalan, gangguan buang air kecil, gangguan suasana hati, dan kelupaan seringkali dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan, padahal hal-hal tersebut bisa saja merupakan tanda adanya penyakit hidrosefalus tekanan normal. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala tersebut, usahakanlah segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan adanya penyakit atau tidak.
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal berikut:
  • Membuat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Mencatat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat konsultasi. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit pada otak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba dan bagaimanakah efektivitasnya?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hidrosefalus tekanan normal. Ini dilakukan agar pengobatan bisa diberikan dengan tepat.
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15849-normal-pressure-hydrocephalus-nph
Diakses pada 22 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/brain/normal-pressure-hydrocephalus
Diakses pada 22 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/normal-pressure-hydrocephalus-nph
Diakses pada 22 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email