Kepala

Hidung bengkok

13 Jan 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hidung bengkok
Hidung bengkok paling umum disebabkan oleh deviasi septum
Hidung dikatakan bengkok apabila tidak mengikuti garis lurus vertikal di tengah wajah. Bentuk hidung yang bengkok mungkin berbeda pada tiap orang yang mengalaminya. Bentuk yang paling umum biasanya terlihat seperti huruf C atau S yang dapat mengarah ke kiri atau kanan.Hidung memiliki tulang pemisah bernama septum yang berada tepat di tengah dan membagi hidung menjadi dua area, yakni bagian kiri dan kanan. Umumnya hidung bengkok terbentuk akibat septum yang bergeser atau menyimpang dari bentuk seharusnya. Hal ini dapat terjadi karena perubahan yang dipicu cedera atau cacat lahir pada tulang atau jaringan lain di hidungHidung bengkok sebenarnya kondisi yang cukup umum. Kebanyakan juga tidak menimbulkan masalah medis serius dan lebih mengarah ke persoalan estetika. Namun, tergantung penyebabnya, bentuk hidung yang bengkok bisa memicu gangguan medis seperti sesak napas atau lebih rentan sinusitis.Pilihan pengobatan hidung bengkok akan bergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, mengetahui penyebabnya merupakan langkah utama guna mendapatkan perawatan yang paling tepat
Sejumlah kondisi berikut dapat menyebabkan bentuk hidung yang bengkok, di antaranya adalah:

1. Cacat bawaan lahir

Cacat lahir yang memengaruhi hidung dapat mengubah bentuk septum seseorang, memunculkan benjolan pada hidung, atau penyumbatan lubang tulang hidung yang membuat hidung terlihat bengkok.Suatu penelitian yang diterbitkan oleh Egyptian Journal of Ear, Nose, Throat, and Allied Sciences menemukan fakta bahwa cacat septum dapat terjadi pada persalinan yang dibantu oleh forceps, alat seperti sendok penjepit besar yang membantu keluarnya bayi saat melahirkan. Persalinan bayi sungsang juga bisa menjadi salah satu penyebab kondisi ini.Beberapa kasus hidung bengkok juga sering dikaitkan dengan bibir sumbing, yakni kelainan bawaan yang menyebabkan adanya celah pada bibir.

2. Cedera

Cedera pada hidung dapat menyebabkan hidung patah dan mengubah bentuk tulang atau tulang rawan di sekitarnya. Biasanya, cedera hidung disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas atau kegiatan olahraga di mana terdapat kontak fisik seperti tinju atau jenis olahraga bela diri. Pada jenis olahraga ini, wajah dapat terhantam sehingga memicu hidung menjadi bengkok.

3. Operasi

Operasi bedah hidung dapat menyebabkan komplikasi berupa bentuk hidung yang tidak berada di tengah sehingga terlihat bengkok. Jika hal ini terjadi, perlu dilakukan operasi lanjutan untuk memperbaiki bentuk hidung yang bengkok.

4. Deviasi septum nasal

Deviasi nasal septum adalah bengkoknya tulang pemisah yang ada di dalam hidung. Akibatnya, hidung bisa terlihat miring ke arah tertentu. Hidung yang bengkok karena deviasi septum nasal biasanya menimbulkan berbagai gejala medis, seperti lubang hidung mampet, mimisan, serta sesak napas.

5. Infeksi yang terjadi terus menerus

Infeksi di area hidung, misalnya yang diakibatkan oleh sinusitis atau rhinosinusitis dapat menyebabkan infeksi berlanjut. Pada akhirnya, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada septum dan struktur hidung yang membuat hidung terlihat bengkok.

6. Polip atau tumor

Tumor atau polip adalah jaringan abnormal yang dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, termasuk area hidung. Jika terdapat polip hidung atau lesi abnormal di sekitar tulang hidung atau septum, maka bentuk hidung pun bisa ikut terpengaruh.
Metode operasi biasanya diperlukan untuk gejala hidung bengkok yang tergolong parah. Ada beberapa metode operasi yang dapat dipilih, yaitu:
  • Rhinoplasty kosmetik, yaitu operasi plastik untuk memperbaiki bentuk hidung dengan cara memodifikasi tulang maupun tulang rawan pada hidung. Rhinoplasty bisa dilakukan karena alasan estetika maupun kesehatan.
  • Rhinoplasty fungsional. Berbeda dengan rhinoplasty kosmetik, rhinoplasty fungsional hanya bertujuan untuk memperbaiki fungsi dari bagian tubuh yang bermasalah. Misalnya untuk memperbaiki bentuk hidung yang menyebabkan sesak napas.
  • Septoplasty, operasi yang berfokus pada septum di bagian dalam hidung. Operasi ini dapat memperbaiki bentuk septum yang tidak normal akibat kecacatan atau deviasi septum nasal.
Untuk gejala hidung bengkok yang tidak tergolong parah, metode pengobatan berupa filler hidung yang dilakukan dengan menyuntikan bahan pengisi ke dalam jaringan hidung. Bahan ini akan mengisi area hidung yang tidak berbentuk dan bisa menyamarkan hidung yang bengkok.
Perawatan medis biasanya tidak diperlukan jika hidung Anda sudah bengkok sejak lahir dan tidak menimbulkan gejala apa pun.Akan tetapi, Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter jika hidung bengkok disertai gejala:
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman pada hidung
  • Sesak napas, atau napas berbunyi
  • Mimisan
  • Sulit tidur
  • Mengganggu kualitas hidup karena kepercayaan diri yang menurun.
Healthline. https://www.healthline.com/health/crooked-nose
Diakses pada 6 Desember 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/crooked-nose
Diakses pada 6 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email