Penyakit Lainnya

Hipermagnesemia

11 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Hipermagnesemia
Hipermagnesemia ditandai dengan wajah panas dan merah, mual, muntah, serta detak jantung lambat
Hipermagnesemia adalah keadaan ketika Anda mengalami kadar magnesium yang berlebihan di dalam darah. Kondisi ini dapat terjadi pada orang dengan penyakit ginjal kronis.Selain itu, kelebihan magnesium juga dapat disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi suplemen atau obat yang mengandung magnesium. Magnesium adalah zat mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga fungsi jantung, otot, saraf, serta kesehatan tulang. Mineral ini dapat ditemukan secara alami pada berbagai bahan pangan.Pada tubuh yang sehat, jumlah kadar magnesium dalam darah hanya berjumlah sedikit, yaitu sekitar 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter (mg/dL) magnesium setiap saat. Sedangkan pada orang yang menderita hipermagnesemia tingkat magnesium bisa mencapai 2,6 mg/dL atau lebih. 
Hipermagnesemia
Dokter spesialis Ginjal
GejalaMual, otot lemah, wajah memanas
Faktor risikoOverdosis suplemen magnesium, konsumsi obat tertentu, konsumsi obat litium
Metode diagnosisTes lesi kultur virus, PCR, tes darah
PengobatanObat-obatan, cuci darah, berhenti mengonsumsi suplemen atau obat yang mengandung magnesium
ObatObat diuretik
KomplikasiHipotensi, aritmia, lesu
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hipermagnesemia
Jika kadar magnesium dalam darah tidak terlalu tinggi dari batas normal, penderita kemungkinan tidak akan merasakan gejala apapun. Namun seiring dengan meningkatnya kadar mineral ini, Anda juga bisa mengalami gejala hipermanesemia yang meliputi:
  • Mual dan muntah
  • Kelemahan otot
  • Wajah memanas dan memerah
  • Detak jantung yang lambat atau tidak teratur
  • Sakit kepala, pusing, mengantuk, atau pingsan
  • Respons yang lambat
  • Bernapas lebih lambat dibandingkan biasanya
  • Kelumpuhan otot
 
Penyebab hipermagnesemia umumnya adalah disfungsi ginjal yang terjadi karena penyakit gagal ginjal. Hal ini menyebabkan ginjal tidak dapat membuang kelebihan magnesium, sehingga terjadi penumpukan di dalam darah.Di samping gangguan ginjal, beberapa hal di bawah ini juga bisa menjadi penyebab hipermagnesemia:
  • Overdosis suplemen magnesium
  • Konsumsi obat-obatan tertentu secara berlebihan, misalnya antasida, laksatif (pencahar), dan obat antinyeri
  • Terapi dengan obat litium
  • Penyakit tertentu, seperti hipotiroidisme dan penyakit Addison
  • Riwayat dalam keluarga yang memiliki kondisi hiperkalsemia
  • Milk-alkali syndrome, yaitu keadaan di mana tubuh terlalu banyak kalsium dan basa yang dapat merusak ginjal
 
Diagnosis hypermagnesemia dilakukan dengan cara tes darah. Tingkat magnesium yang ditemukan dalam darah dapat menunjukkan tingkat keparahan kondisi.Tingkat magnesium yang normal adalah antara 1,7 dan 2,3 mg/dL. Jika kadarnya di atas 7 mg/dL, kondisi ini dapat menyebabkan gejala ringan, termasuk muka memerah, mual, dan sakit kepala.Kadar magnesium antara 7 dan 12 mg/dL dapat berdampak pada jantung dan paru-paru, dan kadar di atas kisaran ini dapat menyebabkan kelelahan ekstrem dan tekanan darah rendah.Sementara kadar di atas 12 mg/dL dapat menyebabkan kelumpuhan otot dan hiperventilasi. Ketika kadarnya di atas 15,6 mg/dL, kondisi ini dapat memicu koma. 
Cara mengobati hipermagnesemia umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa cara mengobati hipermagnesemia yang biasanya disarankan dokter, yaitu:
  • Bila disebabkan oleh konsumsi berlebihan suplemen atau obat yang mengandung magnesium, penderita harus berhenti mengonsumsi.
  • Dialisis atau cuci darah mungkin dibutuhkan jika penderita mengalami gagal ginjal.
  • Suplai kalsium intravena (IV) yang dilakukan untuk mengurangi gejala seperti gangguan pernapasan, detak jantung tidak teratur, dan hipotensi, serta dampak neurologis.
  • Mengonsumsi obat diuretik tertentu seperti spironolakton dan amilorida.
 

Komplikasi hipermagnesemia

Jika tidak ditangani dengan benar, hipermagnesemia bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
 
Pencegahan hipermagnesemia dapat Anda lakukan dengan cara-cara di bawah ini:
  • Jika Anda mengdap penyakit ginjal, tanyakan pada dokter mengenai jenis obat yang dapat Anda konsumsi.
  • Perhatikan jenis obat yang Anda konsumsi. Pasalnya, beberapa obat mengandung magnesium. Misalnya, obat pencahar.
  • Berhati-hati dalam mengonsumsi obat pereda nyeri. Beberapa jenis obat pereda nyeri berpotensi memperlambat sistem pencernaan dan meningkatkan jumlah magnesium yang diserap oleh tubuh. Anda sebaiknya menggunakan obat ini nyeri sesuai dengan anjuran dokter atau aturan pakai pada kemasan.
  • Konsumsilah suplemen magnesium dan antasida sesuai dengan anjuran dokter. Kadar magnesium dalam darah dapat meningkat jika Anda mengonsumsi obat ini dengan dosis melebihi rekomendasi.
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada hipermagnesemia. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hipermagnesemia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hipermagnesemia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Drugs. https://www.drugs.com/cg/hypermagnesemia.html
Diakses pada 11 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/magnesium-overdose-whats-the-likelihood
Diakses pada 11 Agustus 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/246489-overview
Diakses pada 11 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318326.php
Diakses pada 11 Agustus 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549811/
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email