Infeksi

Infeksi ESBL

12 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Infeksi ESBL
Seseorang dapat terkena infeksi ESBL dengan menyentuh air atau tanah yang terkontaminasi bakteri
Infeksi ESBL merupakan infeksi yang menyerang extended spectrum beta-lactamase (ESBL). Beta-laktamase merupakan enzim yang dapat membuat bakteri yang memproduksinya resisten terhadap beberapa jenis antibiotik.Antibiotik umum seperti sefalosporin dan penisilin yang sering digunakan untuk mengobati infeksi bakteri menjadi tidak efektif dengan adanya infeksi ESBL. Enzim ESBL biasanya diproduksi oleh bakteri yang terdapat di usus.ESBL bisa menyebar dan masuk ke dalam tubuh melalui sentuhan. Misalnya saat bersalaman atau memegang benda yang telah dipegang orang lain. 

Jenis-jenis bakteri yang memproduksi ESBL

Beberapa jenis bakteri yang paling umum memproduksi ESBL meliputi:
  • Escherichia coli (E. coli)

Bakteri E. coli biasanya merupakan bakteri tidak berbahaya yang hidup di usus. Namun, bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi dan keracunan makanan jika jumlahnya terlalu banyak.
  • Klebsiella

Bakteri ini juga merupakan bakteri tidak berbahaya yang biasanya hidup di mulut, hidung, dan usus. Namun, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Bakteri ini juga ditemukan pada lingkungan rumah sakit dan dapat menyebabkan penyebaran infeksi dalam rumah sakit.E. coli dan Klebsiella biasanya dapat diobati dengan antibiotik umum seperti penisilin dan sefalosporin. Tapi jika bakteri ini memproduksi enzim ESBL, infeksi tidak dapat lagi diobati dengan antibiotik tersebut. Dokter kemudian perlu mencari penanganan lain. 
Infeksi ESBL
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, nyeri, penurunan nafsu makan
Faktor risikoMemiliki sistem imun yang lemah, pengidap kanker, dan diabetes
Metode diagnosisPemeriksaan darah, urine, feses
PengobatanAntibiotik
ObatCarbapenem, sefamisin, fosfomisin
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala infeksi ESBL
Gejala infeksi ESBL akan bergantung pada jenis bakteri yang memproduksi enzim ESBL serta lokasi infeksi.

Gejala infeksi ESBL di usus

  • Penurunan selera makan
  • Adanya darah di feses
  • Kram perut
  • Diare
  • Kembung
  • Demam

Gejala infeksi ESBL yang sudah meluas dalam aliran darah

  • Linglung
  • Demam
  • Menggigil
  • Mual
  • Muntah
  • Kesulitan bernapas

Gejala infeksi ESBL pada saluran kemih

  • Demam
  • Nyeri
  • Merasa terbakar dengan buang air kecil
 
Hingga kini, penyebab infeksi ESBL belum diketahui. Namun peneliti menduga bahwa ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risikonya.Faktor-faktor risiko infeksi ESBL tersebut meliputi:
  • Penyalahgunaan atau penggunaan antibiotik yang berlebihan
  • Memiliki sistem imun yang lebih lemah
  • Memiliki penyakit kronis seperti kanker dan diabetes
  • Sudah pernah diobati dengan antibiotik sebelumnya
  • Baru menjalani operasi
  • Pernah tinggal di rumah sakit berulang kali atau untuk jangka waktu yang lama
  • Memiliki luka terbuka
  • Lansia
  • Menderita gagal ginjal
  • Memiliki kateter urine atau tabung atau saluran pembuangan lainnya yang dimasukkan ke dalam tubuh
 
Diagnosis infeksi ESBL dilakukan dengan cara:
  • Tes darah
  • Tes urine
  • Pemeriksaan sampel feses
  • Biopsi pada jaringan yang mengalami masalah, misalnya di sekitar dubur
 
Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi ESBL meliputi:
  • Karbapenem
  • Sefamisin
  • Fosfomisin
  • Nitrofurantoin
  • Inhibitor (penghambat) beta-laktamase (asam klavulanik, tazobaktam, atau sulbaktam)
  • Antibiotik non beta-laktamase
  • Kolistin, jika semua obat ternyata tidak ampuh juga
Pada beberapa kasus, terutama pada individu dengan sistem imun yang lebih lemah, isolasi dan rawat inap diperlukan. Kebanyakan infeksi memerlukan waktu beberapa minggu atau beberapa bulan. 

Komplikasi infeksi ESBL

Komplikasi infeksi ESBL yang mungkin Anda alami, yaitu:
 
Cara mencegah infeksi esbl yang bisa dilakukan meliputi:
  • Mencuci tangan, terutama jika sedang berada di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain.
  • Menggunakan sarung tangan jika berada di sekitar individu yang terinfeksi atau memegang benda yang ada di rumah sakit.
  • Mencuci baju, selimut, dan benda lain yang disentuh atau dipakai selama menderita infeksi ESBL.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang atau hewan yang terinfeksi bakteri.
  • Menghindari memegang wajah dan mulut.
  • Menggunakan pakaian lengan panjang ketika berada di sekitar orang yang terinfeksi.
  • Mengonsumsi antibiotik seperti yang diinstruksikan dokter.
Bagi orang yang menderita infeksi ESBL, ia harus mengisolasikan diri agar penularan pada orang lain bisa dihindari. Durasi isolasi ini akan tergantung pada tingkat keparahan infeksi yang diderita. 
Jika Anda merasakan gejala infeksi ESBL, buatlah janji untuk berkonsultasi ke dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait infeksi ESBL?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis infeksi ESBLagar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healtline. https://www.healthline.com/health/esbl
Diakses pada 26 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/e-coli/symptoms-causes/syc-20372058
Diakses pada 26 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/e-coli/diagnosis-treatment/drc-20372064
Diakses pada 26 Desember 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319535.php
Diakses pada 26 Desember 2018
Mount Nittany. https://www.mountnittany.org/articles/healthsheets/10029
Diakses pada 26 Desember 2018
Memorial Sloan Kettering Cancer Center. https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/extended-spectrum-beta-lactamase
Diakses pada 26 Desember 2018
PHA. http://www.publichealth.hscni.net/sites/default/files/ESBL_Leaflet_04_16.pdf
Diakses pada 26 Desember 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2946684/
Diakses pada 12 Mei 2021
Intermountain Health Care. https://intermountainhealthcare.org/ckr-ext/Dcmnt?ncid=529406222
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email