Infeksi

Infeksi Luka Pasca Operasi

12 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Infeksi Luka Pasca Operasi
Bakteri dapat menyebabkan inflamasi pada luka pasca operasi
Infeksi luka operasi atau infeksi luka pasca operasi adalah infeksi yang terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke tubuh melalui luka operasi. Pembedahan ini bisa melibatkan sayatan pada kulit (insisi) maupun drainase.Infeksi luka pasca operasi biasanya timbul selama kurang lebih 30 hari setelah operasi. 

Kategori luka pasca operasi

Luka pasca operasi dikelompokkan dalam empat kategori. Pengelompokkan ini dilakukan berdasarkan tingkat kebersihan luka tersebut dan kaitannya dengan kontaminasi bakteri, risiko terjadinya infeksi pada luka tersebut, maupun lokasi luka pasca operasi tersebut.
  • Derajat I

Luka pasca operasi yang dikategorikan bersih dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi maupun peradangan (inflamasi). Luka ini biasanya adalah luka pasca operasi pada mata, kulit, maupun sistem peredaran darah.
  • Derajat II

Luka pasca operasi yang dikategorikan bersih dan sedikit terkontaminasi. Meski belum ditemukan tanda-tanda infeksi, risikonya akan meningkat karena lokasi luka. Contohnya, luka pasca operasi di saluran cerna.
  • Derajat III

Luka akibat benda asing yang bersentuhan dengan kulit sejak sebelum operasi. Luka ini memiliki risiko tinggi untuk terkontaminasi oleh bakteri.Contoh luka derajat III adalah luka tembak. Bakteri yang menempel di peluru dapat mencemari kulit di sekitar area operasi.
  • Derajat IV

Luka pasca operasi yang mutlak terkontaminasi, misalnya luka yang terpapar oleh feses. 
Infeksi Luka Pasca Operasi
Dokter spesialis Bedah
GejalaNyeri, kemerahan, bau busuk
Faktor risikoMerokok, menderita penyakit lain
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, perawatan di rumah
ObatAntibiotik, obat pereda nyeri
KomplikasiDemam, hematoma
Kapan harus ke dokter?Keluar nanah dari luka operasi, bau tidak sedap
Secara umum, tanda dan gejala infeksi luka pasca operasi meliputi:
  • Bekas operasi berwarna kemerahan
  • Nyeri atau sakit
  • Panas bila tersentuh
  • Luka pasca operasi tidak kunjung pulih
  • Keluarnya bau busuk atau tidak sedap dari luka
Selain itu, infeksi luka pasca operasi juga dibedakan menjadi tiga berdasarkan tanda dan gejala:
  • Superfisial

Infeksi luka pasca operasi hanya terjadi pada area kulit saja. Infeksi ini ditandai dengan keluarnya nanah.
  • Bagian dalam (deep)

Infeksi luka pasca operasi terjadi lebih mendalam; meliputi kulit, otot, dan jaringan-jaringan lain. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya nanah di dalam luka.
  • Organ atau spasia (space)

Infeksi luka pasca operasi terjadi semakin dalam dan melibatkan organ maupun ruang di sekitar organ yang dioperasi. Tipe ini ditandai dengan adanya nanah yang berasal dari saluran pembuangan di kulit ke yang kemudian dalam ruang atau  
Penyebab utama infeksi luka pasca operasi adalah bakteri yang terdapat pada kulit Anda yang kemudian menyebar dan menginfeksi luka pasca operasi.Selain itu, beberapa penyebab infeksi luka operasi lainnya, yaitu:
  • Peralatan bedah (surgical instrument) yang terinfeksi atau tidak steril
  • Tangan para tenaga medis yang tidak steril atau terinfeksi
  • Bakteri-bakteri yang terdapat pada udara
  • Bakteri-bakteri yang terdapat pada bagian dalam tubuh atau organ tubuh Anda yang sedang dioperasi
 

Faktor risiko infeksi luka pasca operasi

Beberapa faktor risiko infeksi luka pasca operasi meliputi:
  • Menderita penyakit kencing manis (diabetes) yang tidak terkontrol; dimana Anda tidak melakukan perawatan atau mengkonsumsi obat-obatan terkait dengan penyakit tersebut
  • Memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas
  • Memiliki penyakit atau masalah medis lain
  • Memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh (imun) Anda
  • Melakukan operasi pada area perut (abdominal)
  • Seorang perokok
  • Prosedur bedah dilakukan selama lebih dari dua jam
  • Usia lanjut
  • Operasi yang dilakukan adalah operasi darurat (emergency)
 
Diagnosis infeksi luka pasca operasi dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan fisik. Untuk mendiagnosis terjadinya infeksi luka operasi, dokter akan memeriksa luka, menilai gejala, atau mengambil kultur cairan yang dikeluarkan dari luka. 
Cara mengobati infeksi luka pasca operasi umumnya akan tergantung dari lokasi luka. Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi luka pasca operasi adalah:

Antibiotik

Antibiotik merupakan cara yang paling umum digunakan dalam mengobati luka infeksi. Pengobatan dengan antibiotic dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan antibiotik maupun berupa suntikan.Dalam pengobatan dengan antibiotik, pengobatan harus dilakukan hingga tuntas meskipun Anda telah merasa lebih baik.

Perawatan secara invasif

Selain menggunakan antibiotik, infeksi pada luka pasca operasi dapat ditangani dengan perawatan invasif untuk membersihkan luka tersebut dan menghentikan terjadinya infeksi. Pada prosedur ini, dokter akan melakukan beberapa tahapan seperti:
  • Membuka kembali luka dan melepas jahitan.
  • Melakukan pemeriksaan pada kulit dan jaringan di sekitar luka untuk memastikan sejauh mana luka tersebut mengalami infeksi. Hal tersebut dilakukan sekaligus untuk mengetahui antibiotik yang cocok untuk mengobati infeksi tersebut.
  • Membersihkan atau membuang jaringan yang mati pada luka tersebut.
  • Membilas luka dengan menggunakan air garam atau larutan saline.
  • Membersihkan seluruh nanah apabila terdapat benjolan (abses).
  • Menutup luka dengan perban dan larutan saline.

Perawatan di rumah

Caranya dengan rajin mengganti perban, mengikuti arahan dari dokter untuk merawat luka dengan cara yang tepat, dan mengonsumsi obat pereda nyeri. 

Komplikasi infeksi luka pasca operasi

Infeksi luka pasca operasi juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami beberapa hal berikut ini:
 
Cara mencegah infeksi luka pasca operasi yang bisa dilakukan meliputi:
  • Beri tahu dokter mengenai riwayat kesehatan gangguan kesehatan yang mungkin Anda derita, khususnya diabetes atau penyakit kronis
  • Berhenti merokok sebelum operasi
  • Hindari mencukur bulu di area yang akan di operasi
  • Tidak menyentuh area luka
  • Minta orang-orang terdekat untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengunjungi Anda
  • Pastikan Anda mengetahui cara yang tepat merawat luka dari dokter
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah merawat luka
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Keluar nanah
  • Ada bau tidak sedap dari luka
  • Kemerahan
  • Nyeri atau sakit
  • Panas pada luka
  • Demam
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait infeksi luka pasca operasi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memudahkan dokter untuk memastikan diagnosis infeksi luka pasca operasi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007645.htm
Diakses pada 7 Februari 2019
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/surgical_care/surgical_site_infections_134,144
Diakses pada 7 Februari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/surgical-wound#types
Diakses pada 7 Februari 2019
Guys and St Thomas. https://www.guysandstthomas.nhs.uk/resources/patient-information/infection/Monitoring-surgical-wounds-webfriendly.pdf
Diakses pada 7 Februari 2019
University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=134&contentid=144
Diakses pada 12 Mei 2021
Royal Australian College of General Practitioners. https://www.racgp.org.au/afp/2013/december/post-operative-wound-management
Diakses pada 12 Mei 2021
CDC. https://www.cdc.gov/HAI/ssi/faq_ssi.html
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email