Kanker

Kanker Darah

13 Jan 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker Darah
Kanker darah terjadi ketika sel darah bertumbuh secara abnormal
Kanker darah adalah jenis kanker yang menyerang sel darah, akibat pertumbuhan sel darah yang tidak normal. Kondisi ini umumnya terjadi di sumsum tulang tempat sel darah dibuat, dan bisa juga di sistem limfatik (kelenjar getah bening).Secara umum, terdapat 4 komponen sel darah dengan fungsi masing-masing, di antaranya:
  • Sel darah putih (leukosit), berperan sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan menjaga tubuh dari benda asing lainnya.  
  • Sel darah merah, bertugas menyalurkan oksigen ke jaringan dan organ tubuh, serta membawa karbondioksida ke paru-paru.
  • Trombosit, yang berfungsi membantu pembekuan darah saat tubuh terluka.
  • Plasma darah, berfungsi mengangkut sel-sel darah di atas dan nutrisi ke seluruh tubuh.
Sel kanker bisa menyerang berbagai komponen sel darah tersebut. Keberadaan sel kanker, dapat mengganggu berbagai fungsi sel darah sehingga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Jenis-jenis kanker darah 

Berdasarkan jenis sel darah yang diserang serta tempat tumbuhnya, kanker darah terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya: 

1. Leukemia

Leukemia adalah kanker darah yang timbul di sel darah putih (leukosit) dan sumsum tulang. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menciptakan terlalu banyak sel darah putih sehingga mengganggu kemampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah merah dan trombosit.

2. Limfoma

Limfoma merupakan kanker darah yang menyerang sistem limfatik, seperti kelenjar getah bening, limpa, dan kelenjar timus. Bagian-bagian tubuh tersebut berhubungan dengan sel darah putih untuk melawan infeksi dalam tubuh.Limfoma dimulai di salah satu jenis sel darah putih, yang disebut limfosit.Berdasarkan sel yang dijangkiti kanker, kondisi ini terbagi menjadi dua kategori besar, yakni limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin.

3. Mieloma 

Mieloma (myeloma) merupakan kanker yang tumbuh di sumsum tulang. Kanker ini menyerang sel plasma darah yang berfungsi memproduksi antibodi. Sel-sel yang mengalami perubahan karena myeloma kemudian dapat merusak tulang. Sel-sel ini juga membuat mengganggu fungsi antibodi hingga tidak dapat melawan infeksi. Kanker ini juga sering disebut multiple myeloma karena ditemukan di banyak bagian sumsum tulang. 

4. Myelodysplastic syndrome (MDS)

Pada sindrom mielodisplasia, terdapat sel abnormal pada sumsum tulang yang disebut sel blast. Sel blast dapat menghasilkan peningkatan jumlah sel darah yang belum matang.Sel-sel ini tidak tumbuh dengan baik dan sering mati sebelum waktunya. Akibatnya, jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang diproduksi menjadi lebih rendah. Sel-sel darah yang bertahan hidup pun sering kali berkualitas buruk, punya bentuk yang tidak normal, dan tidak dapat berfungsi dengan baik.Tanpa sel darah merah, sel darah putih dan trombosit yang cukup, tubuh akan sering merasa lelah, rentan terkena infeksi, dan lebih mudah berdarah dan memar.

5. Neoplasma mieloproliferatif (MPN)

Kanker ini awalnya tumbuh di sumsum tulang, tempat sel darah dibuat. MPN dapat mengakibatkan sumsum tulang membuat terlalu banyak jenis sel darah dan mengubah ketebalan darah. Hal tersebut menyebabkan sumsum tulang memadat dan kemudian tidak dapat memproduksi sel darah sehat dalam jumlah yang cukup.Ada berbagai jenis penyakit MPN. Salah satu contohnya adalah polisitemia vera.
Kanker Darah
Dokter spesialis Onkologi
GejalaPembengkakan kelenjar getah bening di leher, lelah, lesu, mual
Faktor risikoRiwayat kanker darah di keluarga, terpapar karsinogen, merokok
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes laboratorium, tes pencitraan, biopsi
PengobatanKemoterapi, radioterapi, stem cell
ObatAgen kemoterapi
KomplikasiAmiloidosis, anemia, patah tulang
Kapan harus ke dokter?Sering mimisan, sering memar tanpa sebab, sering jatuh
Gejala kanker darah dapat berbeda pada tiap pasien, tergantung dari jenis sel darah yang terdampak, seberapa cepat sel kanker berkembang, dan seberapa jauh kanker telah menyebar ke dalam tubuh.Namun, terdapat beberapa gejala kanker darah yang umum terjadi, meliputi:
  • Kelelahan terus-menerus
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual
  • Demam, menggigil
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Keringat di malam hari
  • Sakit tulang atau sendi
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman di perut
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Infeksi yang sering terjadi
  • Kulit gatal atau ruam kulit
  • Sering memar
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan
Baca juga: Berkenalan dengan Eritrosit (Sel Darah Merah), Fungsi Hingga Gangguannya
Cause (penyebab)Penyebab utama kanker darah adalah adanya perubahan atau mutasi gen pada sel darah. Perubahan itulah yang memengaruhi cara kerja sel darah, khususnya dalam cara mereka tumbuh dan membelah diri.Perubahan genetik yang menyebabkan sel kanker dapat terjadi karena:
  • Kesalahan yang terjadi saat sel membelah
  • Kerusakan DNA akibat zat berbahaya di lingkungan
  • Mutasi gen dari orang tua

Faktor risiko

Meski belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sel darah bermutasi secara abnormal, ada beberapa faktor yang membuat Anda lebih berisiko mengalami kanker darah.Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda kena kanker darah, antara lain:
  • Punya keluarga dengan riwayat kanker darah
  • Pernah dirawat dengan kemoterapi atau radiasi untuk jenis kanker lain
  • Terpapar banyak radiasi
  • Terpapar bahan kimia beracun  
  • Memiliki sindrom Down atau kelainan genetik lainnya
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah, termasuk seseorang yang mengalami infeksi virus Epstein-Barr, Infeksi HIV, atau infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori.
  • Merokok
  • Obesitas
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan mendiagnosis kanker darah adalah:

1. Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Untuk memastikan Anda kena kanker darah atau tidak, dokter akan melakukan tanya jawab (anamnesa) dan pemeriksaan fisik.Dokter akan memeriksa tubuh pasien, termasuk bagian kulit yang pucat karena anemia, pembengkakan kelenjar getah bening, dan pembesaran hati serta limpa.

2. Tes darah

Tes darah dilakukan untuk melihat kelainan dari sel darah terutama kadar dan jumlahnya. Contoh tes darah yang biasa digunakan adalah complete blood count. Pemeriksaan ini juga berguna untuk memeriksa protein darah, fungsi ginjal dan lainnya.Hasil lab yang mungkin ditemukan pada kanker darah:
  • Jumlah sel darah putih rendah
  • Jumlah limfosit atau monosit yang lebih tinggi dari normal, yang dapat mengindikasikan kemungkinan jenis kanker tertentu.
  • Jumlah neutrofil yang rendah atau neutropenia, kondisi ini dapat disebabkan oleh kanker, infeksi bakteri atau pasca kemoterapi.
  • Jumlah sel darah merah rendah. Kanker yang secara langsung melibatkan sumsum tulang dapat menyebabkan kondisi ini.
  • Jumlah trombosit rendah.

3. Biopsi sumsum tulang

Sampel sumsum tulang (biasanya dari tulang panggul) akan diambil dengan menggunakan jarum, kemudian diperiksa di laboratorium untuk melihat kemungkinan adanya sel-sel kanker pada sumsum tulang.Proses ini dinamakan aspirasi sumsum tulang, atau bone marrow puncture.

4. Pungsi lumbal

Pungsi lumbal atau lumbar pungsi dilakukan dengan mengambil sampel cairan tulang belakang untuk memeriksa keberadaan sel kanker.

5. CT scan atau MRI

Pemeriksaan ini dapat direkomendasikan untuk memeriksa kondisi organ lain yang mungkin terpengaruh oleh kanker darah.
Pengobatan untuk kanker darah dan sumsum tulang tergantung pada usia, jenis kanker, seberapa cepat kanker berkembang, dan letak penyebaran kanker, serta beberapa faktor lainnya.Beberapa terapi kanker darah yang umum untuk leukemia, limfoma, dan multiple myeloma meliputi:

1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode pengobatan dengan pemberian obat antikanker yang dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Kemoterapi untuk kanker darah kadang-kadang melibatkan pemberian beberapa obat bersama-sama dalam satu terapi. Perawatan ini juga dapat diberikan sebelum transplantasi sel induk.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi, atau disebut dengan radioterapi, menggunakan sinar bertenaga tinggi, yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien akan diminta berbaring dan mendapatkan paparan radiasi dari mesin yang bergerak di sekitarnya. Radiasi diarahkan pada bagian tubuh yang terjangkit sel kanker.

3. Transplantasi sel induk

Transplantasi sel induk atau stem cell dilakukan dengan menanamkan sel induk baru yang sehat ke dalam tubuh. Sel induk yang ditransplantasikan dapat berasal dari sumsum tulang atau darah tali pusat.

4. Terapi biologis

Terapi biologis ini dapat membantu sistem kekebalan tubuh agar mengenali dan melawan sel kanker.Rata-rata pasien kanker darah memiliki survival rate atau angka bertahan hidup sebesar 70% daripada orang yang tidak memiliki kanker darah dalam lima tahun setelah mereka terdiagnosis. Meski begitu, dengan kemajuan pengobatan yang ada saat ini, beberapa jenis kanker darah memiliki angka kelangsungan hidup yang lebih dari 85%, terlebih jika ditemukan pada stadium awal.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, kanker darah dapat menimbulkan berbagai komplikasi, di antaranya:
  • Amiloidosis, yakni gangguan terkait kekebalan langka yang ditandai dengan penumpukan protein di organ dan jaringan tubuh.
  • Anemia (jumlah sel darah merah rendah)
  • Patah tulang
  • Hiperkalsemia (peningkatan kalsium dalam darah)
  • Sindrom hiperviskositas yang menyebabkan darah mengental sehingga sulit dipompa oleh jantung
  • Defisiensi imun dan sering Infeksi
  • Penyakit kuning (menguningnya kulit dan bagian putih mata)
  • Gagal ginjal
  • Neuropati perifer, gangguan yang menyebabkan disfungsi saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang
  • Kekambuhan kanker setelah remisi
  • Kanker yang menyebar ke bagian tubuh lain
Baca jawaban dokter: Apakah jika menderita kanker darah tidak bisa donasi organ tubuh?
Tidak ada cara spesifik untuk mencegah kanker darah. Hal terpenting adalah menghindari faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kanker, yaitu:
  • Menjalani pola hidup yang sehat, seperti konsumsi makanan yang bernutrisi, olahraga yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dan menghindari merokok.
  • Menghindari paparan radiasi
  • Mencari pengobatan yang tepat untuk infeksi yang berisiko menyebabkan kanker darah
Baca juga: Panduan Olahraga yang Dianjurkan untuk Pasien Kanker
Jika ditemukan gejala-gejala yang mengarah ke kanker darah atau jika terdapat kekhawatiran atau pertanyaan lain, anda dapat menghubungi dokter terdekat. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker darah?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kanker darah. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat.
Cancer Center. https://www.cancercenter.com/blood-cancers
Diakses pada 21 Desember 2021
Leukaemia Foundation. https://www.leukaemia.org.au/blood-cancer-information/types-of-blood-cancer/
Diakses pada 21 Desember 2021
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/types-and-differences
Diakses pada 21 Desember 2021
Blood Cancer UK. https://bloodcancer.org.uk/news/blood-cancer-facts/
Diakses pada 21 Desember 2021
Hillman UPMC. https://hillman.upmc.com/cancer-care/blood
Diakses pada 21 Desember 2021
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/blood-conditions/blood-cancer
Diakses pada 21 Desember 2021
Blood Cancer UK. https://bloodcancer.org.uk/understanding-blood-cancer/treatment/blood-cancer-types-treatment/
Diakses pada 21 Desember 2021
American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/diagnosing-cancer/reports-and-results/understanding-your-complete-blood-count-cbc-tests
Diakses pada 21 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email