Penyakit Lainnya

Kelelahan

01 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kelelahan
Kelelahan perlu dicemaskan bila terasa berat dan kunjung hilang meski sudah istirahat
Setiap orang tentu pernah mengalami rasa lelah. Kondisi ini biasanya dapat hilang setelah beristirahat.Namun kelelahan atau fatigue berbeda dari rasa lelah yang biasa dirasakan. Fatigue adalah rasa lelah yang berat(seperti tidak bertenaga), bertahan lebih lama, dan tidak hilang dengan istirahat.Kelelahan dapat berlangsung terus-menerus. Gejala ini juga tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara psikis. 
Kelelahan
Dokter spesialisPsikolog
GejalaTidak bertenaga, tidak punya motivasi, terus-menerus lelah meski sudah beristirahat maupun tidur
Metode diagnosisRontgen dada, echocardiogram, elektrokardiogram
PengobatanTanya jawab, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang
KomplikasiPenurunan kualitas hidup, depresi, gangguan aktivitas sehari-hari
Kapan harus ke dokter?Mengalami kelelahan yang tidak knjung hilang dalam dua minggu atau lebih meski sudah memperbaiki pola hidup
Secara umum, gejala kelelahan atau fatigue bisa berupa:
  • Tidak bertenaga
  • Tidak punya motivasi
  • Terus-menerus lelah meski sudah beristirahat maupun tidur
  • Tidak mampu beraktivitas, baik di rumah maupun di tempat kerja
  • Mengantuk di siang hari
  • Sulit berkonsentrasi
  • Suasana hati yang terganggu
  • Penglihatan kabur
  • Waktu Anda untuk bereaksi terhadap sesuatu menjadi lebih lambat
 
Penyebab kelelahan sangat banyak. Mulai dari gaya hidup (seperti kurangnya aktivitas fisik), hingga penyakit ringan sampai berat (seperti kanker).

Gaya hidup

Kelelahan dapat disebabkan oleh aktivitas atau gaya hidup berikut ini:
  • Aktivitas fisik yang kurang maupunberlebih
  • Penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang
  • Kurang tidur
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Konsumsi kafein yang berlebihan
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Jet lag
  • Obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, obat batuk, atau antihistamin
  • Sedang menghadapi stres emosional, misalnya wafatnya orang tercinta

Gangguan kesehatan

Sedangkan penyakit yang menyebabkan gejala kelelahan juga sangat beragam. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Anemia
  • Stres
  • Gangguan kesemasan
  • Kanker
  • Infeksi kronis
  • Gangguan ginjal kronis
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Depresi
  • Diabetes mellitus
  • Emfisema
  • Fibromialgia
  • Penyakit jantung
  • Hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  • Terapi atau pengobatan, misalnya terapi radiasi, kemoterapi, obat antidepresan, obat nyeri, dan obat sakit jantung
  • Obesitas
  • Sleep apnea
  • Cedera otak
 
Kelelahan umumnya dikenali secara klinis melalui tanya jawab dengan dokter. Penting untuk mengidentifikasi penyebab kelelahan, sehingga fokus diagnosis ditujukan untuk mencari penyebabnya.

Tanya jawab

Dalam tanya jawab, dokter akan menanyakan tentang:
  • Tingkat keparahan kelelahan.
  • Pola kelelahan yang Anda alami.Contohnya, kapan Anda merasa kelelahan, kapan gejala ini terasa lebih berat atau lebih ringan, dan apakah istirahat mengurangi rasa lelah Anda.
  • Pola tidur.
  • Beban stres yang Anda alami.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini akan dilakukan untuk mencari adanya tanda-tanda penyakit atau kelainan yang berpotensi menyebabkan kelelahan.

Pemeriksaan penunjang

Setelah itu, pemeriksaan penunjang yang sesuai dengan temuan dokter akan dilakukan guna memastikan penyebab kelelahan.Fatigue termasuk gejala yang umum dan sering disertai oleh keluhan yang bervariasi. Karena itu, cara mendiagnosis penyebab kelelahan tidak spesifik dan sangat bergantung pada gejala yang sedang Anda alami. 
Tidak ada obat khusus yang bisa digunakan sebagai penanganan kelelahan atau fatigue. Penyakit atau kondisi di balik kelelahanlah yang harus diatasi terlebih dulu.Setelah penyebab kelelahan diketahui, pengobatan akan ditujukan secara spesifik untuk mengatasi masing-masing penyebab. Misalnya, perubahan gaya hidup atau pengobatan sesuai dengan gangguan medis yang diderita.Sementara untuk mengurangi kelelahan atau fatigue, Anda dapat mencoba sederet cara di bawah ini:

Pola makan

Makanan yang Anda konsumsi dapat menentukan vitalitas Anda. Untuk meningkatkan energi, Anda bisa:
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Menghindari makanan cepat saji atau junk food
  • Menghindari makanan yang tinggi gula
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Makan dalam porsi yang kecil dan lebih sering
  • Membatasi konsumsi alkohol dan kafein, serta menghindari konsumsi kafein di sore atau malam hari

Aktivitas fisik

Lakukanlah olahraga dan aktivitas fisik yang cukup serta teratur, tidak kurang dan tidak berlebihan. Langkah ini dapat meningkatkan energi serta memperbaiki pola tidur Anda.Usahakan untuk berolahraga di pagi hari, dan hindari berolahraga berat di malam hari sebelum tidur. Jika Anda tidak terbiasa berolahraga, mulailah dengan olahraga yang ringan sampai tubuh Anda beradaptasi.

Kualitas tidur

Tidur yang berkualitas amatlah penting. Anda bisa mencoba langkah berikut untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik:
  • Susun jadwal tidur yang teratur, yaitu dengan tidur dan bangun di sekitar jam yang sama setiap hari
  • Pastikan kamar tidur Anda cukup gelap dan tenang
  • Pastikan suhu kamar Anda nyaman
  • Hindari menonton televisi, menggunakan gawai sebelum tidur. Pasalnya, cahaya dari layar justru akan merangsang aktivitas otak
  • Jangan makan berat pada satu hingga dua jam sebelum tidur
  • Lakukan ritual yang menenangkan sebelum tidur, misalnya mendengarkan musik atau mandi air hangat

Berkendara

Jika Anda merasa lelah terus-menerus, atau mengantuk di siang hari, jangan mengendarai mobil maupun motor untuk sementara waktu. Aktivitas ini berbahaya bagi diri Anda dan orang lain.Tetapi bila tidak memungkinkan, Anda sebaiknya berhenti atau menepi jika terjadi hal-hal berikut ini:
  • Mengantuk, mata terasa berat, atau sering menguap
  • Salah jalan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Tidak ingat berapa jauh Anda telah berkendara
  • Tanpa sadar berbelok atau berpindah jalur
  • Hampir menabrak kendaraan lain
 

Komplikasi kelelahan

Jika terus dibiarkan, kelelahan bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Menurunnya kualitas hidup secara umum
  • Mengalami depresi
  • Terganggunya kemampuan melakukan pekerjaan sehari-hari
  • Rentan mengalami trauma fisik karena tubuh tidak bisa merespon maksimal
  • Mengalami gizi buruk karena hilangnya nafsu makan
  • Kualitan hidup memburuk
 
Pencegahan kelelahan akibat gaya hidup dapat Anda lakukan dengan perubahan-perubahan di bawah ini:
  • Konsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang
  • Tidur cukup, setidaknya tujuh jam sehari
  • Rutin berolahraga
  • Minum yang cukup, sekitar 2 liter per hari
  • Atur waktu untuk mengatasi stres akibat pekerjaan
  • Coba lakukan kegiatan yang menenangkan, misalnya yoga
  • Hindari konsumsi alkohol, merokok, dan penggunaan obat-obatan terlarang
  • Jauhi konsumsi kafein yang berlebih
 
Rasa lelah kerap tidak terlalu mendapat perhatian karena dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Namun jika kelelahan tidak juga hilang dalam dua minggu atau lebih meski Anda mengubah pola hidup menjasi lebih sehat, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab lainnya.Periksakan juga diri ke dokter jika kelelahan disertai dengan tanda-tanda berikut ini:
  • Suhu tubuh yang lebih tinggi dari biasa, terutama jika kondisi ini terus terjadi
  • Berat badan turun tanpa disadari
  • Sulit tidur
  • Tidak tahan suhu dingin
  • Tidak dapat mengidentifikasi penyebab kelelahan
  • Mengalami gejala depresi lainnya
Beberapa gejala penyakit yang menyebabkan kelelahan dan membutuhkan penanganan segera meliputi:
  • Muntah darah
  • Sakit kepala hebat
  • Sakit dada
  • Denyut jantung yang tidak teratur
  • Sesak napas
  • Pingsan
  • Perdarahan lewat dubur
  • Sakit hebat pada perut, punggung, atau pinggul
  • Keinginan untuk bunuh diri atau melukai orang lain
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter akan berusaha mencari tahu penyebab kelelahan yang Anda alami dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
  • Seperti apa kelelahan yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan kelelahan muncul?
  • Apa yang menjadi pemicu kelelahan?
  • Apakah kelelahan muncul di waktu-waktu tertentu?
  • Apakah ada gejala lain yang Anda rasakan?
  • Apakah baru-baru ini Anda menghadapi stres atau masalah berat?
  • Apakah keinginan untuk mengakhiri hidup pernah terlintas dalam benak Anda?
  • Apakah Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan terlarang?
Meski pertanyaan-pertanyaan tersebut terasa sangat pribadi, Anda perlu memberikan jawaban sejujur mungkin pada dokter. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/fatigue/basics/when-to-see-doctor/sym-20050894
Diakses pada 1 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/248002.php#home-treatment
Diakses pada 1 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/fatigue#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email