Penyakit Lainnya

Kelumpuhan

16 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kelumpuhan
Kelumpuhan bisa terjadi pada sebagian maupun seluruh tubuh
Paralisis atau kelumpuhan adalah kehilangan kemampuan untuk menggerakkan beberapa atau seluruh bagian tubuh. Ada banyak penyebab yang berbeda dan beberapa di antaranya dapat menjadi serius. Tergantung dari penyebabnya, kondisi ini bisa terjadi sementara atau permanen. Kelumpuhan terjadi ketika ada sesuatu yang salah dengan komunikasi antara otak dan otot. Paralisis dapat terjadi pada satu atau kedua sisi tubuh, seluruhnya, atau sebagian. Paralisis juga dapat terjadi di satu area, atau dapat menyebar.Kelumpuhan pada tubuh bagian bawah termasuk kaki, disebut paraplegia. Sementara itu, paralisis pada kedua lengan dan kaki dinamakan quadriplegia. 
Kelumpuhan
Dokter spesialis Saraf
GejalaTidak mampu menggerakkan bagian tubuh
Faktor risikoCacat lahir, cedera otak traumatik
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, CT scan, MRI
PengobatanObat-obatan, rehabilitasi
ObatObat pereda nyeri
KomplikasiDepresi, pengumpalan darah, afasia
Kapan harus ke dokter?Kelumpuhan terjadi tiba-tiba
Secara umum, gejala kelumpuhan meliputi ketidakmampuan menggerakkan bagian tubuh, atau tidak dapat bergerak sama sekali. Paralisis bisa dimulai tiba-tiba atau bertahap, serta juga datang dan pergi.Terkadang sensasi kesemutan atau mati rasa dapat timbul sebelum paralisis atau paralisis total terjadi.Paralisis dapat berdampak pada berbagai bagian tubuh, termasuk:
  • Wajah 
  • Tangan 
  • Salah satu lengan atau kaki (monoplegia)
  • Satu sisi tubuh (hemiplegia)
  • Kedua kaki (paraplegia)
  • Kedua tangan dan kaki (tetraplegia atau quadriplegia)
Bagian yang terpengaruh juga dapat mengalami:
  • Kelumpuhan spastik, yang menyebabkan otot menjadi kaku dan kejang,
  • Kelumpuhan layuh atau polio, yang menyebabkan otot mengecil dan menjadi lunglai, sehingga berujung pada kelemahan otot  
  • Kesemutan, rasa sakit, atau geli
Paralisis dapat pula dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya, sebagai: 
  • Paralisis parsial, jika masih memiliki kontrol atas otot pada bagian tubuh yang terkena
  • Paralisis lengkap, jika tidak ada kontrol atas otot di daerah yang terkena
Berdasarkan durasinya, paralisis dapat terjadi sementara, misalnya pada Bell’s Palsy, sebagai kondisi yang dapat menyebabkan paralisis sementara pada otot wajah. Stroke dapat pula menyebabkan paralisis sementara pada satu sisi tubuh. Namun seiring berjalannya waktu dan perawatan, beberapa atau semua fungsi perabaan maupun koordinasi, dapat kembali normal. Sementara itu pada kasus lainnya, paralisis dapat bersifat tetap atau permanen.  
Penyebab utama kelumpuhan adalah stroke atau kecelakaan. Contohnya, cedera tulang belakang atau leher yang patah. 

Faktor risiko kelumpuhan

Beberapa faktor risiko kelumpuhan meliputi:
 
Diagnosis kelumpuhan dilakukan dengan cara melihat secara langsung gejala yang pasien rasakan. Selain itu, dokter juga biasanya akan menyarankan Anda melakukan beberapa pemeriksaan di bawah ini:
  • Rontgen

Rontgen menggunakan sejumlah kecil radiasi (sinar X) untuk menghasilkan gambar rinci dari struktur padat di dalam tubuh, seperti tulang.
  • CT scan

CT scan menggunakan komputer untuk menggabungkan banyak gambar sinar-X menjadi tampilan penampang bagian dalam tubuh.
  • MRI
MRI menggunakan magnet besar, gelombang radio, dan komputer untuk membuat gambar tubuh yang jelas.
  • Myelography

Tes ini menggunakan pewarna kontras yang disuntikkan ke dalam kanal tulang belakang untuk membuat saraf terlihat sangat jelas pada X-ray, CT scan, atau MRI.
  • Elektromiografi (EMG)

Prosedur EMG digunakan untuk mengukur aktivitas listrik di otot dan saraf.
  • Spinal tap

Spinal tap dilakukan dengan menyuntikkan jarum panjang ke tulang belakang untuk mengumpulkan cairan tulang belakang. Cairan akan dianalisis dibawah mikroskop untuk mengetahui kelaianan yang terjadi. 
Cara mengobati kelumpuhan umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan penyebabnya. Beberapa pilihan cara mengobati paralisis yang biasanya dilakukan dokter, yaitu:Rehabilitasi merupakan cara mengobati paralisis yang biasanya disarankan dokter. Cara ini berguna untuk memungkinkan orang yang lumpuh hidup mandiri dan meningkatkan kualitas hidup. Beberapa perawatan rehabilitasi yang digunakan untuk orang dengan kelumpuhan meliputi:
  • Terapi fisik (fisioterapi) menggunakan perawatan seperti panas, pijat, dan olahraga untuk merangsang saraf dan otot
  • Terapi okupasi berkonsentrasi yang berfokus pada cara untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari
  • Alat bantu mobilitas termasuk kursi roda dan skuter manual dan listrik
  • Perangkat pendukung termasuk kawat gigi, tongkat, dan alat bantu jalan
  • Teknologi bantu seperti komputer yang diaktifkan dengan suara, sistem pencahayaan, dan telepon
  • Peralatan adaptif seperti peralatan makan khusus dan kontrol untuk mengemudikan mobil
Selain itu, dokter biasanya juga akan memberikan obat untuk meredakan rasa nyeri, kekauan, dan kejang otot. 

Komplikasi kelumpuhan

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi kelumpuhan:
  • Depresi
  • Pengumpalan darah (deep vein thrombosis)
  • Afasia atau kesulitan berbicara lainnya
  • Pengencangan atau kelenturan otot yang tidak disengaja
  • Sakit kepala kronis
 
Cara mencegah kelumpuhan yang bisa dilakukan adalah berhati-hati saat berkendara. Sedangkan untuk menghindari paralisis yang disebabkan oleh stroke, beberapa hal di bawah ini juga dapat Anda terapkan:
  • Berhenti merokok
  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol
  • Rutin olahraga
  • Konsumsi buah dan sayuran, serta batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Paralisis terjadi tiba-tiba 
  • Kelumpuhan terjadi setelah cedera yang serius, seperti jatuh atau kecelakaan
  • Paralisis menyebabkan masalah berbicara, bernapas atau menelan 
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kelumpuhan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kelumpuhan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/paralysis#treatments
Diakses pada 11 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/paralysis.html
Diakses pada 11 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/paralysis/
Diakses pada 11 Desember 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15345-paralysis
Diakses pada 16 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email