Perut

Kentut Bau Busuk

03 Jun 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kentut Bau Busuk
Kentut dapat menjadi indikator penting dari kesehatan pencernaan
Kentut bau busuk dapat disebabkan akibat pola makan tertentu, diet yang tidak seimbang, atau suatu kondisi medis. Kentut atau buang angin itu sendiri adalah proses alami yang merupakan bagian dari sistem pencernaan.Tubuh umumnya menghasilkan gas sebagai bagian dari penghancuran dan pemrosesan makanan di dalam usus. Secara alamiah, manusia juga akan menelan udara saat berbicara, makan, mengunyah, atau minum. Dalam istilah medis, kentut yang disebut dengan flatulensi ini dibutuhkan sebagai proses pengeluaran gas tersebut dari sistem pencernaan.Tidak semua kentut memiliki bau yang sama. Bau yang dihasilkan kentut umumnya dipengaruhi oleh pola makan. Bakteri dalam sistem pencernaan secara alamiah akan mencerna makanan yang dikonsumsi dan menghasilkan zat sisa fermentasi.Produksi gas hasil pencernaan tersebut mengandung sejumlah hidrogen, karbon dioksida, dan metana yang dapat bergabung dengan hidrogen sulfida dan amonia di usus besar. Kombinasi dari berbagai zat tersebut dapat menghasilkan bau tidak sedap saat kentut dikeluarkan.Walaupun bau pada kentut adalah proses yang sehat, kentut berbau busuk yang terjadi secara terus-menerus dapat menunjukkan masalah pada saluran pencernaan. Sebab, kentut dapat menjadi indikator penting dari kesehatan pencernaan.

1. Makanan berserat tinggi

Banyak jenis makanan berserat tinggi yang dapat membuat pengeluaran gas jadi meningkat. Sebab, dibutuhkan waktu lebih lama agar makanan ini terurai dalam sistem pencernaan, sehingga proses fermentasi yang terjadi juga akan terjadi lebih panjang. Gas yang dihasilkan dari proses fermentasi ini pun turut menumpuk.Dalam beberapa kasus, makanan berserat tinggi memiliki bau yang khas. Bau alami dari makanan tersebut juga dapat berperan dalam menghasilkan bau yang tidak sedap ketika sudah dicerna. Misalnya, pada makanan berikut ini:
  • Brokoli
  • Bok choy
  • Asparagus
  • Kubis
  • Bawang putih
Makanan berserat tinggi sering kali juga mengandung zat sulfur yang lebih tinggi daripada jenis makanan lainnya. Sulfur merupakan senyawa alami yang berbau seperti telur busuk. Akibatnya kentut yang dihasilkan dapat berbau persis seperti bau telur busuk.

2. Alergi atau intoleransi makanan

Beberapa kondisi kesehatan terkait alergi atau intoleransi makanan, dapat memengaruhi bau kentut seseorang. Misalnya, tubuh orang dengan intoleransi laktosa tidak dapat memecah karbohidrat laktosa. Akibatnya, zat tersebut akan difermentasi oleh bakteri di usus dan melepaskan bau tidak sedap.Selain itu, intoleransi gluten, atau dalam bentuk yang lebih parah seperti penyakit celiac, juga dapat menyebabkan kentut berbau busuk. Penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang membuat respons imun bereaksi terhadap protein gluten. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan dan cedera di usus, yang menimbulkan malabsorpsi.

3. Sembelit

Sembelit atau konstipasi yang menyebabkan seseorang kesulitan buang air besar dapat mengakibatkan penumpukan feses, atau kotoran, di usus besar. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan timbulnya bakteri dan gas berbau.

4. Efek samping obat-obatan

Meski jarang, obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kentut yang berbau. Misalnya, pemberian antibiotik yang berfungsi untuk membunuh bakteri berbahaya di dalam tubuh dapat turut serta menghancurkan sejumlah bakteri baik di perut.Tanpa bakteri baik dalam jumlah yang cukup di saluran pencernaan, gas yang dihasilkan akan berbau busuk. Gas yang dihasilkan secara berlebih akibat ketidakseimbangan jumlah bakteri baik juga dapat menyebabkan kembung dan sembelit, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

5. Penumpukan bakteri dan infeksi saluran pencernaan

Saluran pencernaan bertanggung jawab untuk memecah makanan menjadi nutrisi yang akan diserap ke dalam darah. Proses ini juga menghasilkan limbah, yang akan dialirkan melalui usus besar.Untuk melakukan fungsi tersebut, tubuh dibantu oleh bakteri baik di dalam perut. Terkadang, tingkat bakteri di saluran pencernaan bisa menjadi tidak seimbang, sehingga berpotensi menyebabkan infeksi.Infeksi pada saluran pencernaan dapat menganggu fungsi pencernaan yang mengarah pada produksi volume gas berlebih, dan menghasilkan bau yang menyengat.

6. kanker usus besar

Kanker usus besar adalah salah satu penyebab kentut bau busuk yang langka terjadi. Polip atau tumor di saluran pencernaan dapat menyebabkan obstruksi atau penyumbatan pada sebagian usus. Hal ini kemudian akan menimbulkan penumpukan gas di usus.Salah satu tanda peringatan dini dari kanker usus adalah ketika perubahan pola makan atau pengobatan tidak menghentikan kentut yang berbau busuk. Setelah melewati usia 50 tahun, seseorang yang memiliki risiko terkena kanker usus besar harus menjalani tes untuk memeriksakan hal ini.
Dalam kebanyakan kasus, kentut bau busuk tidak perlu diwaspadai. Namun, segera hubungi dokter jika kentut yang berbau busuk ini muncul secara konsisten, terlebih apabila disertai beberapa gejala tambahan, seperti:
  • Kram parah atau sakit perut
  • Kembung
  • Mual-mual
  • Muntah
  • Diare
  • Inkontinensia usus
  • Terdapat darah dalam feses
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Demam
  • Nyeri atau lemah otot
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/flatulence/
Diakses pada 7 April 2021
NHS Inform. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/flatulence
Diakses pada 7 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321111#treatment
Diakses pada 7 April 2021
Health. https://www.health.com/condition/digestive-health/why-farts-smell-bad?slide=97f5cf76-108a-4d74-a67a-41f3c00fffe8#97f5cf76-108a-4d74-a67a-41f3c00fffe8
Diakses pada 7 April 2021
Prevention. https://www.prevention.com/health/a29542143/smelly-farts/
Diakses pada 7 April 2021
Patient. https://patient.info/news-and-features/smelly-farts-bad-breath-burps-embarrassing
Diakses pada 7 April 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/fart.html#:~:text=Gases%20are%20also%20what%20can,Phew
Diakses pada 7 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email