Penyakit Lainnya

Keringat Dingin

23 Jun 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Keringat Dingin
Keringat dingin tidak berkaitan dengan udara panas atau aktivitas fisik
Keringat dingin adalah kondisi yang ditandai dengan keluarnya keringat dingin dari tubuh secara tiba-tiba, dan tidak berhubungan dengan udara panas maupun aktivitas fisik.Dalam bahasa medis, keringat dingin dikenal dengan istilah diaphoresis. Kondisi ini juga sering disertai dengan menggigil.Keringat dingin muncul sebagai reaksi tubuh terhadap stres, baik dalam bentuk fisik maupun psikologis. Keringat dingin biasanya muncul pada telapak tangan, kaki, maupun ketiak.Tidak seperti keringat normal, keluarnya keringat dingin tidak disebabkan oleh olahraga berat atau suhu yang dingin. Keringat dingin juga berbeda dengan keringat malam.Keringat dihasilkan oleh 2 macam kelenjar, yaitu kelenjar ekrin yang terdapat di seluruh bagian tubuh dan kelenjar apokrin yang terdapat di lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan.Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ekrin kebanyakan mengandung air yang membantu mendinginkan tubuh. Sementara kelenjar apokrin diaktivasi oleh stres dan gangguan hormon, sehingga keduanya berperan penting dalam terjadinya keringat dingin. 
Keringat Dingin
Dokter spesialis Umum
GejalaKeringat dingin, menggigil, rasa nyeri
Faktor risikoGangguan cemas, nyeri dan syok, serangan jantung
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, meditasi, injeksi botox
ObatAntidepresan, antiperspirant
KomplikasiInfeksi kulit, dehidrasi, gangguan elektrolit
Kapan harus ke dokter?Mengalami keringat dingin disertai nyeri dada, sesak napas, penurunan kesadaran
Sesuai namanya, gejala keringat dingin adalah keluarnya keringat dingin secara tiba-tiba, yang tidak berkaitan dengan aktivitas fisik ataupun udara panas. Kondisi ini terkadang muncul di malam hari, saat suhu udara relatif lebih dingin.Keringat dingin berbeda dengan keringat malam, yang hanya terjadi ketika pasien tidur. Pada keringat malam, pasien kerap terbangun saat tengah malam dengan keringat membasahi sekujur tubuh dan sprei, selimut, serta pakaian pasien menjadi lembap atau basah.Sementara keringat dingin tidak terjadi di seluruh tubuh dan tidak terjadi hanya ketika penderita sedang tidur.Selain berkeringat, sederet gejala ini juga bisa timbul bersamaan dengan keringat dingin:
  • Rasa sakit atau nyeri
  • Cemas atau stres
  • Menggigil
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Kulit pucat
  • Kelemahan tubuh
 
Penyebab keringat dingin adalah respons normal saraf simpatis tubuh, yaitu berkaitan dengan hormon adrenalin. Misalnya, saat harus tampil di depan banyak orang atau saat ketakutan dan cemas. Keringat dingin akibat stres psikologis merupakan kasus yang paling sering terjadi. 

Faktor risiko keringat dingin

Beberapa kondisi dan situasi yang dapat menjadi faktor risiko keringat dingin antara lain:
  • Serangan panik dan gangguan kecemasan

Keringat dingin bisa menjadi gejala serangan panik dan cemas. Pasien dengan keringat dingin dan gangguan cemas perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis jiwa untuk penanganan lebih lanjut.
  • Nyeri dan syok

Keringat dingin yang muncul karena nyeri, seringkali karena kecelakaan atau cedera lainnya dapat menjadi tanda adanya peningkatan denyut jantung dan tekanan darah rendah (syok). Penanganan medis segera diperlukan untuk kondisi ini.
  • Serangan jantung

Keringat dingin dapat menjadi gejala serangan jantung. Pasien dengan keringat dingin, telapak tangan dan telapak kaki basah, sesak napas, dan nyeri di dada perlu mencari pertolongan medis segera.
  • Hipoksia

Hipoksia adalah rendahnya kadar oksigen dalam tubuh yang dapat terjadi ketika tubuh tidak mendapat oksigen dalam jumlah yang cukup. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sumbatan, cedera, atau paparan terhadap racun.Kondisi hipoksia dapat menyebabkan keringat dingin dan membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.
  • Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan kadar gula darah yang sangat rendah di dalam tubuh. Kondisi ini dapat terjadi pada penderita diabetes.
  • Menopause

Perubahan kadar hormon pada wanita menopause dapat memicu keringat dingin.
  • Infeksi

Keringat dingin dapat menjadi tanda respons tubuh terhadap berbagai infeksi, seperti tuberkulosis dan HIV. 
Diagnosis ditegakkan melalui wawancara dokter dengan pasien dan melalui pemeriksaan fisik. Terutama untuk diagnosis penyakit yang mendasari keringat dingin (jika ada). 
Keringat dingin adalah gejala dari penyakit yang lain. Oleh karena itu, penyakit penyebab keringat dingin harus dicari dan ditangani. Biasanya perawatan yang dilakukan untuk keringat dingin, seperti:
  • Meditasi dan yoga. Metode ini dapat dilakukan untuk membantu mengurangi stres yang merupakan penyebab keringat dingin.
  • Menggunakan antiperspirant.
  • Obat antidepresan.
  • Injeksi botox. Obat ini dapat memblokir saraf yang memerintahkan otak Anda untuk berkeringat.
 

Komplikasi keringat dingin

Keringat dingin sendiri biasanya tidak menyebabkan komplikasi. Tetapi komplikasi dapat terjadi bila kondisi ini disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya.Sebagai contoh, pada pasien dengan penyakit jantung, komplikasi dapat mengancam nyawa seperti henti jantung.Sedangkan komplikasi keringat dingin yang lain bisa berupa:
 
Tindakan pencegahan keringat dingin secara umum, di antaranya:
  • Makan dan minum cukup sepanjang hari
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol
  • Berolahraga secara teratur
  • Bernapas dalam dan teratur
 
Jika Anda berkeringat dingin disertai kondisi berikut, segera berkonsultasi ke dokter:
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Penurunan kesadaran
  • Muntah
  • Kuku dan bibir tampak kebiruan
  • Demam
  • Jantung berdebar-debar
  • Keringat dingin setelah cedera.
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait keringat dingin, misalnya gangguan cemas?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis keringat dingin. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/causes-and-treatment-of-cold-sweats-1298949
Diakses 8 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/cold-sweats#see-your-doctor
Diakses 8 Oktober 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320713.php
Diakses 8 Oktober 2019
Health Grades. https://www.healthgrades.com/right-care/symptoms-and-conditions/cold-sweat
Diakses pada 23 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email