Perut

Kolestasis

09 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kolestasis
Kolestasis terjadi karena aliran empedu dari hati yang melambat atau tersumbat
Kolestasis adalah penyakit pada hati yang disebabkan aliran empedu dari hati melambat atau tersumbat. Empedu merupakan cairan yang dihasilkan oleh hati, yang akan dialirkan dan disimpan di kantung empedu. Selanjutnya empedu akan dilepaskan ke usus halus jika diperlukan dalam pencernaan makanan.Terdapat dua jenis kolestasis, yaitu kolestasis intrahepatik (dalam hati) dan kolestasis ekstrahepatik (di luar hati). Kolestasis ekstrahepatik disebabkan oleh sumbatan di luar hati, seperti batu empedu, kista, atau tumor dalam kantung atau saluran empedu, yang membatasi aliran empedu.Sedangkan kolestasis intrahepatik disebabkan oleh penyakit atau gangguan hati, seperti infeksi, penggunaan obat tertentu, kelainan genetik, efek hormonal, dan kehamilan. Kolestasis intrahepatik pada kehamilan umumnya terjadi pada trimester akhir kehamilan.Kondisi tersebut memicu rasa gatal di tangan dan kaki, serta bisa memengaruhi bagian tubuh lainnya. Kolestasis kehamilan dapat berpotensi komplikasi pada ibu hamil dan bayi sehingga biasanya bayi dapat lahir prematur atau bahkan mengalami keguguran. 
Kolestasis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaGatal yang berlebihan,kulit dan mata kuning
Faktor risikoFaktor keturunan, hamil kembar, pernah menderita penyakit hati
Metode diagnosisTes darah, tes pencitraan, biopsi hati
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatCholestyramine
KomplikasiDiare, kerusakan organ
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kolestasis
Secara umum, gejala kolestasis ekstrahepatik maupun intrahepatik sama, dan melipuiti:
  • Gatal yang berlebihan
  • Kulit dan bagian putih mata yang kekuningan (jaundice)
  • Urine gelap
  • Sakit perut
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Feses berwarna putih atau seperti dempul
 
Kolestasis dapat disebabkan karena faktor intrahepatik dan faktor ekstrahepatik. Berikut adalah hal-hal yang dapat menyebabkan kolestasis:

1. Kolestasis Intrahepatik

Penyebab kolestasis intrahepatik meliputi beberapa hal berikut:
  • Efek hormonal pada aliran empedu selama kehamilan
  • Hepatitis akut
  • Penyakit hati alkoholik
  • Kolangitis bilier primer dengan peradangan dan jaringan parut pada saluran empedu
  • Sirosis karena virus hepatitis B atau C
  • Obat-obatan tertentu (misalnya amoksisilin/klavulanat, klorpromazin, azatioprin, dan kontrasepsi oral)
  • Kanker yang telah menyebar ke hati
  • Pada kolestasis kehamilan, penyebab genetik dari riwayat keluarga kemungkinan berpengaruh dalam kejadian kolestasis. Ibu hamil yang memiliki riwayat kolestasis pada kehamilan sebelumnya, lebih berisiko untuk mengalami kolestasis kehamilan pada kehamilan berikutnya.

2. Kolestasis Ekstrahepatik

Penyebab kolestasis ekstrahepatik dapat disebabkan karena:
 

Faktor risiko kolestasis

Beberapa faktor risiko kolestasis pada kehamilan meliputi:
  • Hamil kembar
  • Faktor keturunan. Ibu hamil memiliki risiko menderita kolestasis, jika pernah mengalami kolestasis atau ada anggota keluarga yang pernah menderita kolestasis
  • Memiliki riwayat penyakit atau kerusakan hati
 
Diagnosis kolestasis dilakukan dengan cara tes darah, tes pencitraan, dan biopsi hati. Berikut penjelasannya.

Tes darah

Tes darah berguna untuk mengukur kadar enzim alkaline phosphatase dan gamma-glutamyl transpeptidase. Penderita kolestasis biasanya memiliki tingkat enzim yang sangat tinggi.Namun jika kadar alkaline phosphatase sangat tinggi, tetapi gamma-glutamyl transpeptidase normal, penyebab tingginya tingkat alkaline phosphatase mungkin bukan kolestasis.Tes darah juga berfungsi mengukur tingkat bilirubin dan menunjukkan tingkat keparahan kolestasis.

Tes pencitraan

Beberapa tes pencitraan yang biasanya digunakan untuk diagnosis kolestasis, yaitu:

Biopsi hati

Biopsi hati merupakan pengambilan sedikit sampel jaringan dari hati. Tes ini digunakan untuk memastikan diagnosis kolestasis secara tepat. 
Cara mengobati kolestasis umumnya akan tergantung dari penyebabnya. Jika penyebabnya adalah penyempitan saluran empedu. Maka cara yang dilakukan untuk mengobatinya adalah pembedahan atau endoskopi (menggunakan tabung penglihatan fleksibel dengan instrumen bedah terpasang).Jika kolestasis diduga disebabkan karena penggunaan suatu obat, maka dokter akan menghentikan penggunaan obat tersebut. Jika hepatitis akut adalah penyebabnya, kolestasis dan penyakit kuning biasanya hilang ketika hepatitis telah hilang dengan sendirinya. Pasien kolestasis disarankan untuk menghindari atau berhenti menggunakan zat apa pun yang beracun bagi hati, seperti alkohol dan obat-obatan tertentu.Untuk mengobati rasa gatal, dokter akan memberikan obat cholestyramine.  Obat ini dapat mengikat cairan empedu di usus sehingga tidak dapat diserap kembali untuk mengiritasi kulit. 

Komplikasi kolestasis

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi kolestasis
  • Diare
  • Kegagalan organ
  • Penyerapan lemak yang buruk
  • Gatal yang berlebihan
  • Tulang lemah (osteomalacia) karena kolestasis dalam waktu yang sangat lama
Sedangkan komplikasi kolestasis yang mungkin diderita ibu hamil, yaitu:
  • Kelahiran prematur.
  • Masalah paru-paru akibat menghirup mekonium, yakni zat lengket berwarna hijau yang biasanya terkumpul di usus bayi yang sedang berkembang. Zat ini bisa terserap ke dalam cairan ketuban jika ibu hamil menderita kolestasis.
  • Bayi lahir meninggal (stillbirth).
 
Cara mencegah kolestasis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Meningkatkan konsumsi buah dan sayur
  • Mendapatkan vaksinasi untuk hepatitis
  • Tidak menyalahgunakan alkohol
  • Hindari penggunaan obat intravena rekreasional
 
Hubungi tenaga medis atau dokter jika Anda mulai merasa gatal yang terus-menerus dan merasakan gejala-gejala yang menunjukkan kolestasis. Pengobatan lebih awal dapat menentukan perawatan yang tepat sehingga dapat menyelamatkan ibu dan bayi. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kolestasis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kolestasis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Kementerian Kesehatan RI. http://farmalkes.kemkes.go.id/?wpdmact=process&did=MTc4LmhvdGxpbms=
Diakses pada Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/cholestasis
Diakses pada Maret 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cholestasis-of-pregnancy/symptoms-causes/syc-20363257
Diakses pada Maret 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000215.htm
Diakses pada Maret 2019
MSD Manual Consumer Version. https://www.msdmanuals.com/home/liver-and-gallbladder-disorders/manifestations-of-liver-disease/cholestasis
Diakses pada Maret 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email