Korengan di Kepala

07 Dec 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Korengan di Kepala
Bentuk korengan yang paling umum berupa bercak seperti kerak
Korengan di kepala dapat muncul akibat berbagai kondisi medis. Bentuknya yang paling umum berupa bercak, seperti kerak pada kulit kepala yang jauh lebih kering daripada kulit di sekitarnya.Ukurannya bisa kecil dan tersebar berjauhan. Ada pula yang berukuran lebih kecil tapi berdekatan sehingga terlihat seperti koreng yang besar. Area kulit kepala yang tidak terdapat koreng akan terasa halus saat disentuh, sementara kulit kepala yang korengan akan terasa keras dan kasar.Koreng di kulit kepala sering kali tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, terkadang hal ini bisa menandakan suatu kondisi yang memerlukan perawatan, seperti psoriasis, dermatitis kontak, atau kutu rambut.Mengetahui penyebab korengan di kepala adalah langkah utama dalam menentukan pengobatan yang paling tepat.
Sejumlah kondisi kesehatan berikut, dapat menjadi penyebab kepala korengan, di antaranya adalah:
  1. Dermatitis kontak
Dermatitis kontak adalah tipe eksim yang menimbulkan peradangan berupa ruam gatal dan kemerahan pada kulit. Hal ini dapat terjadi di bagian kulit mana pun termasuk kulit kepala.Dermatitis kontak yang menyebabkan korengan di kepala biasanya merupakan reaksi hipersensitivitas dari tubuh akibat adanya zat asing (alergen) yang bersentuhan dengan kulit kepala.Reaksi alergi ini bisa disebabkan oleh:
  • Produk kesehatan dan kecantikan, seperti sampo dan pewarna rambut.
  • Bahan tertentu, seperti lateks
  • Dedaunan di luar ruangan, seperti jelatang (poison ivy)
  • Zat beracun, seperti asam baterai atau pemutih
Reaksi alergi dapat menyebabkan munculnya bercak kering yang gatal dan terasa panas di kulit kepala. Koreng biasanya dapat muncul jika Anda menggaruk bercak itu.
  1. Dermatitis seboroik (ketombe)
Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang menyebabkan peradangan menahun pada daerah dengan kelenjar minyak (kelenjar sebacea) seperti kulit kepala.Gejalanya meliputi kulit kepala yang gatal mengelupas, terdapat koreng atau keropeng, muncul bercak kulit berkerak biasanya berwarna putih atau kuning yang dapat juga menempel pada batang rambut.
  1. Psoriasis kulit kepala
Psoriasis adalah kondisi kulit tidak menular yang dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh Anda. Pada psoriasis yang menyerang kulit kepala, Anda mungkin saja akan memiliki bercak merah yang bisa mengelupas, terasa gatal dan bertekstur retak.Terkadang, kepala dapat berdarah ketika Anda terus menggaruk karena gatal yang teramat sangat. Pada kasus tertentu, psoriasis kulit kepala dapat menyebabkan koreng tebal berwarna abu-abu keperakan di seluruh kulit kepala.
  1. Kurap di kulit kepala
Kurap adalah infeksi jamur yang menyerang kulit, batang rambut, dan kulit kepala Anda. Gejala berupa gatal dan bercak bersisik seperti koreng.
  1. Kutu kepala
, Kutu rambut merupakan parasit yang menumpang hidup di kepala manusia sebagai inangnya. Seseorang yang kutuan akan merasakan gatal, terdapat benjolan, atau muncul luka yang berkembang jadi koreng di kulit kepala.
  1. Jerawat
Jerawat paling sering muncul di wajah, tapi bisa juga tumbuh di area seperti kulit kepala yang terdapat folikel rambut. Ketika kulit kepala tersumbat karena keringat, minyak, sel mati atau infeksi bakteri, maka jerawat dapat muncul dan bisa membentuk koreng dapat menyebabkan jerawat dan koreng.
  1. Lichen planus
Lichen planus dapat menyebabkan kulit kepala teriritasi, mengelupas atau bersisik dan mengerak hingga terlihat seperti korengan. Lichen planus adalah kondisi medis yang biasanya disebabkan oleh stres atau sebagai efek samping dari perawatan medis.
  1. Cacar api (Herpes zoster)
Cacar api atau herpes zoster adalah infeksi virus varicella zoster dengan gejala berupa ruam kemerahan pada kulit dan dapat terasa nyeri. Herpes zoster umumnya menyerang kulit tubuh, tetapi juga bisa menimpa kulit kepala. Ketika ruam cacar api terbentuk di kulit kepala, hal itu dapat berkembang menjadi koreng.
  1. Folikulitis eosinofilik
Folikulitis eosinofilik adalah penyakit kulit termasuk kulit kepala yang menyebabkan luka gatal, meradang, dan berisi nanah. Saat luka di kepala tersebut sembuh, maka akan meninggalkan bercak kulit yang lebih gelap. Penyakit ini cenderung memengaruhi orang yang mengidap HIV stadium lanjut.
  1. Dermatitis herpetiformis
Dermatitis herpetiformis adalah suatu kondisi kronik yang ditandai dengan gatal parah, ruam kulit, keropeng, dan kulit melepuh. Kondisi ini dapat terjadi akibat intoleransi terhadap gluten (gluten-sensitive enteropathy) atau yang umumnya disebut sebagai penyakit Celiac
  1. Impetigo
Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri. Gejalanya berupa luka dan lecet yang terasa gatal. Luka tersebut biasanya muncul di wajah, area di sekitar mulut, kulit kepala atau di sepanjang garis rambut.Infeksi ini dapat terjadi ketika bakteri Staphylococcus atau Streptococcus memasuki kulit karena adanya luka terbuka. Impetigo merupakan infeksi kulit yang menular dan dapat menyebar. Kondisi ini umum terjadi pada bayi atau anak-anak.
  1. Luka akibat lupus
Lupus adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan dalam tubuh menyerang jaringan tubuh yang sehat. antibodi ini dapat menyebabkan nyeri dan peradangan.Lesi atau ruam pada penderita lupus dapat muncul di area yang sering terkena sinar matahari, seperti kepala, wajah, dan leher. Jika lesi terjadi di kulit kepala, gejala yang ditunjukkan meliputi rambut rontok dan jaringan parut yang teraba seperti koreng.
  1. Kista
Kista adalah kantung berisi cairan yang dapat berkembang di bawah kulit. Kista yang berkembang di kulit kepala biasanya adalah kista trikilemmal.Saat kista tumbuh, kista bisa pecah dan menyebabkan luka serta koreng. Sering menyentuh atau mencoba mengeluarkan kista dapat merusak kulit, juga dapat menyebabkan luka dan koreng yang sering kali terinfeksi. Kista umumnya tumbuh dari kulit yang cedera atau ketika minyak menyumbat folikel rambut.
  1. Kanker kulit kepala
Meski sangat jarang, korengan di kepala dapat menjadi salah satu gejala kanker kulit. Kanker kulit paling sering berkembang di daerah yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, lengan dan kulit kepala.
Perawatan rumahan untuk korengan di kepala meliputi:
  • Menyisir rambut secara teratur untuk mencegah rambut kusut dan penumpukan sel kulit mati di kepala. 
  • Menggunakan produk eksfoliasi khusus untuk kulit kepala untuk mengangkat sel-sel kulit mati
  • Memilih sampo dan kondisioner yang cocok untuk jenis rambut Anda.
  • Keramas secara teratur, biasanya rambut berminyak perlu dikeramas setiap hari, sementara rambut kering cukup beberapa hari sekali.
  • Jika korengan terjadi karena kutu rambut, pastikan untuk mencuci semua sprei, pakaian dan alat-alat yang kontak dengan rambut, seperti sisir atau ikat rambut. Gunakan air panas untuk mencuci benda-benda tersebut dan keringkan di sinar matahari langsung. 
Bagi orang yang memiliki dermatitis seboroik, psoriasis, infeksi jamur, atau eksim, biasanya diperlukan perawatan tambahan. Pengobatan yang diberikan bisa berbeda tergantung tingkat keparahan kondisinya. Umumnya, penanganan yang diberikan mencakup pemberian sampo khusus, atau obat kortikosteroid oles maupun yang diminum. When (Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?)Korengan di kulit kepala sering kali tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, segera konsultasikan pada dokter apabila koreng muncul dengan kondisi berikut ini:
  • Terasa sangat sakit atau gatal
  • Tidak kunjung hilang dan bertambah parah
  • Setelah hilang terus kembali muncul
  • Dialami oleh bayi atau anak-anak
  • Disertai gejala lain, seperti:
    • Demam
    • Kulit kepala membengkak
    • Ada tanda-tanda infeksi
  • Koreng muncul saat tengah menjalani program cuci darah atau pengobatan kanker
Korengan di kulit kepala sering kali tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, segera konsultasikan pada dokter apabila koreng di kepala memiliki kondisi berikut ini:
  • Terasa sangat sakit atau gatal
  • Tidak kunjung hilang dan bertambah parah
  • Setelah hilang terus kembali muncul
  • Dialami oleh bayi atau anak-anak
  • Disertai gejala lain, seperti:
    • Demam
    • Kulit kepala membengkak
    • Ada tanda-tanda infeksi
  • Koreng muncul saat tengah menjalani program cuci darah atau pengobatan kanker
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/scalp-scabs#seeking-help
Diakses pada 24 November 2021

Skinstore. https://www.skinstore.com/blog/beauty-center/crusty-scalp/
Diakses pada 21 April 2021

Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323588#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 24 November 2021

Skinkraft. https://skinkraft.com/blogs/articles/scabs-on-scalp
Diakses pada 21 April 2021

Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/scalp-buildup#treatment
Diakses pada 24 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email