Kulit & Kelamin

Kulit Melepuh

02 Feb 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kulit Melepuh
Kulit melepuh ditandai dengan kumpulan cairan di bawah perukaan kulit
Kulit melepuh adalah luka yang ditandai dengan munculnya gelembung berisi cairan di lapisan atas kulit (epidermis). Tergantung penyebabnya, lepuhan bisa berisi serum, plasma, darah, atau nanah.Gelembung yang muncul bisa berukuran besar, berjumlah tunggal atau berkelompok. Lepuhan kulit bisa muncul karena gesekan antar kulit yang menyebabkan lecet, misalnya saat terlalu lama mengenakan sepatu yang sempit. Sebenarnya, gelembung yang muncul pada luka lepuh bertugas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memberi waktu agar jaringan sembuh setelah luka. Kulit melepuh umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, kulit melepuh dapat menyebabkan rasa ketidaknyamanan akibat gatal dan nyeri. Beberapa kasus kulit melepuh yang tidak kunjung hilang, muncul tanpa penyebab dan sudah berkembang menjadi infeksi memerlukan pengobatan khusus. 
Penyebab kulit melepuh bisa beragam, mulai dari yang ringan seperti gesekan hingga penyakit kulit akibat infeksi. Berikut ini adalah beberapa penyebab kulit melepuh

1. Gesekan berulang

Gesekan berulang dapat menyebabkan luka lecet yang menyebabkan kulit melepuh. Gesekan tersebut dapat terjadi akibat gesekan antara kaki dengan alas kaki saat berjalan, atau antara tangan dengan alat musik yang Anda mainkan, seperti drum atau alat musik lainnya.Lepuhan akibat gesekan biasanya berisi cairan bening yang disebut serum. Cairan ini keluar dari jaringan kulit sebagai reaksi tubuh ketika kulit terluka. Jika lepuhan tidak terbuka atau pecah, serum dapat memberikan perlindungan alami untuk kulit yang mengalami lecet. 

2. Paparan benda panas atau dingin ekstrem

Lepuhan bisa muncul akibat luka bakar atau sengatan matahari (sunburn). Kulit melepuh adalah karakteristik dari luka bakar tingkat dua.Kulit melepuh juga bisa terbentuk ketika Anda menghangatkan kulit yang mengalami frostbite, yakni suatu kondisi di mana kulit dan jaringan di sekitarnya membeku dan rusak. 

3. Paparan bahan kimia

Kulit juga bisa melepuh karena bahan kimia tertentu yang terdapat dalam beberapa produk, seperti: 
  • Kosmetik
  • Deterjen
  • Pelarut
  • Nikel sulfat yang biasa digunakan dalam elektroplating
  • Radiasi 
  • Balsam Peru 
  • Zat kimia yang digunakan dalam peperangan, seperti nitrogen mustard dan sulfur mustard

4. Pecahnya pembuluh darah akibat cubitan, pukulan, dan penyebab lainnya 

Jika pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit pecah, darah bisa bocor ke celah di antara lapisan kulit yang menyebabkan terbentuknya kulit melepuh. Lepuhan pada kondisi ini biasanya berisi darah.

5. Gigitan atau sengatan serangga

Serangga seperti tungau atau kutu yang menyebabkan kudis (scabies) dapat menggigit kulit dan terkadang meninggalkan gelembung lepuhan di area gigitan. Hewan kecil ini sering menyerang tangan, kaki, pergelangan tangan, dan bawah lengan. 

6. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak dapat terjadi ketika kulit Anda bersentuhan dengan zat yang memicu peradangan, seperti tanaman beracun, produk pembersih, kulit sintetis, lateks, perhiasan dari bahan nikel, dan benda iritan lainnya. Salah satu gejala khas dari dermatitis kontak iritan adalah kulit melepuh dengan rasa gatal yang mengganggu (pruritus).

7. Cacar air dan herpes

Infeksi virus tertentu seperti Varicella zoster  yang menyebabkan cacar air atau Herpes zoster penyebab cacar api sering ditandai dengan munculnya lentingan berisi air. Penyakit menular ini biasanya dimulai dengan benjolan merah yang mengakibatkan luka lecet, gelembung cairan, dan keropeng. 

8. Eksim

Eksim atopik atau dermatitis atopik adalah peradangan yang menyebabkan kulit memerah, bersisik, kering dan gatal. Terkadang, dapat ditemukan juga lepuhan kecil yang mengandung cairan bening.Eksim disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang untuk memperbaiki kerusakan pada skin barrier yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap kulit.

9. Dishidrosis 

Eksim dishidrosis, alias pompholyx adalah tipe eksim yang menyebabkan lepuhan kecilkecil  berisi cairan pada ujung jari-jari, telapak tangan, dan telapak kaki. Lenting yang muncul pada dishidrosis berisi cairan dan bisa terasa sangat gatal.

10. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (HFMD)

Penyakit tangan, kaki, dan mulut adalah infeksi virus ringan dan sangat menular. Penyakit ini umum terjadi pada anak-anak, terutama di bawah 5 tahun. Gejala yang umum ditimbulkan dari penyakit ini adalah ruam merah pada tangan dan telapak kaki yang terkadang disertai dengan lepuhan. 

11. Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid bulosa (PB) adalah penyakit kulit yang ditandai dengan terbentuknya bula (lepuhan berisi cairan dengan diameter ≥ 10 mm) yang besar, gatal, dan kemerahan seperti biduran.Kondisi ini dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan penyambung antara epidermis (lapisan terluar kulit) dan dermis (jaringan kulit di bawah epidermis).  

12. Pemfigus vulgaris

Pemfigus adalah salah satu jenis penyakit autoimun yang menyerang sel-sel sehat di lapisan atas kulit (epidermis). Pada pemfigus vulgaris, gejala awal yang ditunjukkan biasanya berupa lepuhan di rongga mulut, kemudian bisa muncul lepuhan pada kulit ataupun selaput lendir kelamin. 

13. Porfiria

Porfiria merupakan kelainan darah langka yang yang mengakibatkan heme tidak dapat dibuat dengan baik. Heme adalah protein dalam sel darah merah pembawa oksigen yang terbuat dari porifin. Salah satu gejala yang muncul dari penyakit ini adalah kulit melepuh pada bagian wajah dan tangan.

14. Impetigo bulosa

Impetigo adalah infeksi kulit menular yang disebabkan jenis bakteri Streptococcus dan Staphylococcus aureus. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit melepuh pada bayi dan anak kecil. Lepuhan tersebut biasanya berwarna kuning, terasa gatal dan nyeri yang dapat pecah dan menyebar ke kulit sekitarnya. 
Cara mengatasi kulit melepuh akan disesuaikan dengan penyebabnya. Lepuhan akibat gesekan, alergi, dan luka bakar dapat diatasi dengan menghindari pemicunya. Misalnya, dengan menggunakan sepatu yang pas, menghindari paparan pemicu alergi, dan mengobati luka bakar yang dialami.Secara umum, kulit melepuh bisanya bisa sembuh sendiri tanpa diobati. Beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat pemulihannya, antara lain:
  • Jangan memecahkan gelembung karena meningkatkan risiko infeksi
  • Menutupi lepuhan dengan plester atau kain kasa 
  • Jika gelembung lepuhan telanjur pecah, jangan mengelupas kulit mati di atasnya.
  • Biarkan cairan mengalir keluar secara alami dan cuci secara hati-hati dengan air dan sabun yang tidak mengandung pewangi.
  • Keringkan lepuhan, tutupi lepuhan dan area sekitarnya dengan pembalut steril.
Saat kulit baru tumbuh, cairan perlahan akan menghilang dengan sendirinya. Bagian kulit yang melenting juga mungkin akan mulai sedikit mengeras. Beberapa obat, seperti pembalut hidrokoloid, dapat membantu mencegah ketidaknyamanan lebih lanjut dan mempercepat proses penyembuhan kulit melepuh.Demikian pula, dengan lepuhan yang berisi darah, biarkan lepuhan ini untuk sembuh sendiri. Anda bisa memberikan kompres es untuk meredakan rasa nyeri yang muncul dengan cara meletakkan handuk berisi es di atas area lepuhan. Pastikan kompres es tidak bersentuhan langsung dengan kulit.Kulit melepuh yang disebabkan oleh infeksi umumnya bersifat sementara, tetapi mungkin memerlukan perawatan dokter. Pengobatan yang biasa diberikan termasuk krim steroid untuk meredakan ruam kulit atau antibiotik untuk menyembuhkan infeksi kulit karena bakteri.Beberapa kondisi autoimun yang menyebabkan kulit melepuh seperti pemfigus, tidak dapat disembuhkan tapi terdapat beberapa perawatan untuk meredakan gejalanya.
Anda sebaiknya memeriksakan ke dokter jika mengalami kulit melepuh dengan kondisi berikut:
  • Tidak kunjung sembuh meski telah melakukan berbagai cara
  • Lepuhan muncul tanpa sebab. 
  • Kulit melepuh disertai gejala lain seperti demam, menggigil, atau gejala infeksi lainnya. 
  • Ada nanah yang keluar dari lepuhan
  • Lepuhan muncul di area mata atau alat kelamin
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/burns/prevent-treat-blisters
Diakses pada 27 Januari 2022
Cleveland Clinic.https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16787-blisters
Diakses pada 27 Januari 2022
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/26478
Diakses pada 27 Januari 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/blisters
Diakses pada 27 Januari 2022
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-blisters
Diakses pada 3 Februari 2021
Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/blisters-overview-a-to-z
Diakses pada 27 Januari 2022
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/blisters/
Diakses pada 27 Januari 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email