Penyakit Lainnya

Leukositosis

19 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Leukositosis
Leukositosis dapat menjadi pertanda seseorang mengidap kanker
Leukositosis adalah suatu keadaan jumlah sel darah putih (leukosit) dalam darah meningkat atau diproduksi secara berlebihan. Hal ini biasanya terjadi ketika tubuh sedang mengalami sakit atau stres. Leukositosis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun.Sel darah putih (leukosit) merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh (sistem imun) yang berperan dalam membantu tubuh memerangi infeksi dan penyakit. Leukosit dibuat atau diproduksi oleh sumsum tulang belakang yang kemudian akan disalurkan dalam darah dan sisanya akan disimpan dalam sumsum tulang belakang.Dalam tubuh manusia, terdapat beberapa jenis sel darah putihnya, yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Jika salah satu jenisnya kurang dalam tubuh, maka hal ini bisa memicu penyakit. 
Leukositosis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, lemas, pusing
Faktor risikoPolisitemia vera (PV), Trombositemia esensial (ET)
Metode diagnosisComplete blood count (CBC) with differential, biopsi sumsum tulang
PengobatanObat-obatan, tindakan
ObatAntibiotik, kemoterapi, radiasi
KomplikasiGagal napas akut
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala leukositosis
Secara umum, tanda dan gejala leukositosis meliputi:
  • Berat badan serta nafsu makan yang menurun
  • Mudah lebam maupun perdarahan (bleeding) pada area tubuh
  • Nyeri pada bagian perut (abdomen), lengan, dan kaki
  • Pengeluaran keringat yang berlebihan
  • Mual yang terus menerus
  • Demam tinggi
  • Penglihatan menjadi terganggu
  • Pusing
  • Lemas dan merasa lelah
  • Kesulitan dalam berpikir
 
Penyebab leukositosis dikategorikan berdasarkan tipe sel darah putih yang meningkat dalam tubuh, yaitu:

Neutrofilia

Neutrofilia merupakan jenis leukositosis yang terjadi akibat peningkatan jumlah neutrofil dalam tubuh. Neutrofil merupakan jenis leukosit yang paling umum dan berjumlah 40 hingga 60 persen dari total sel leukosit tubuh.Selain itu, neutrofilia merupakan jenis leukositosis yang paling umum ditemukan. Peningkatan neutrofil dalam tubuh dapat disebabkan oleh:
  • Infeksi
  • Peradangan (inflamasi) dalam jangka waktu yang cukup lama, termasuk luka dan peradangan sendi (arthritis)
  • Reaksi pada obat-obatan jenis tertentu seperti steroid, lithium, dan obat-obatan hirup (inhalasi)
  • Reaksi terhadap stres atau tekanan baik secara fisik maupun mental; seperti kecemasan, perawatan bedah, maupun olahraga
  • Kebiasaan merokok
  • Pasca tindakan pengambilan limpa dalam tubuh

Limfositosis

Limfositosis merupakan jenis leukositosis yang terjadi akibat peningkatan jumlah limfosit dalam tubuh. Limfosit berjumlah sekitar 20 hingga 40 persen dari total jumlah sel leukosit.Selain neutrofilia, limfositosis juga merupakan jenis leukositosis yang paling sering ditemukan. Limfositosis disebabkan oleh:
  • Infeksi virus
  • Reaksi alergi
  • Leukemia (kanker sel darah putih)
  • Batuk rejan (pertusis atau batuk seratus hari)

Monositosis

Monositosis merupakan jenis leukositosis yang terjadi akibat peningkatan jumlah monosit dalam tubuh. Monosit hanya terdapat sekitar dua hingga delapan persen dalam leukosit tubuh sehingga leukositosis jenis ini jarang ditemukan. Monositosis dapat terjadi karena hal-hal berikut yaitu:
  • Infeksi terhadap beberapa hal seperti virus Epstein-Barrtuberkulosis, serta infeksi jamur
  • Pasca tindakan pengambilan limpa dari dalam tubuh
  • Penyakit sistem kekebalan tubuh (autoimun), seperti penyakit lupus dan kolitis ulseratif (luka dan peradangan pada usus besar)
  • Kanker

Eosinofilia

Eosinofilia merupakan jenis leukositosis yang terjadi akibat peningkatan jumlah eosinofil dalam tubuh. Eosinofil hanya terdapat sekitar satu hingga dua persen dalam leukosit tubuh sehingga leukositosis jenis ini jarang ditemukan. Eosinofilia dapat terjadi karena:
  • Infeksi bakteri (parasite)
  • Beberapa penyakit kulit
  • Reaksi alergi termasuk asmadan rhinitis
  • Limfoma atau kanker yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh

Basofilia

Basofilia merupakan jenis leukositosis yang terjadi akibat peningkatan jumlah basofil dalam tubuh. Basofil merupakan jenis leukosit yang paling sedikit dalam tubuh, yaitu hanya 0.1 hingga satu persen.Oleh karena itu, basofilia sangat jarang ditemukan atau dapat dikatakan merupakan keadaan yang langka. Basofilia dapat terjadi karena:
  • Leukemia dan kanker sumsum tulang merupakan penyebab yang paling sering ditemukan pada penderita basofilia
  • Basofilia juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi

Leukositosis akibat penggunaan obat

Beberapa obat yang umumnya menyebabkan leukosit tinggi adalah kortikosteroid, litium, dan β-agonis. Selain itu, jenis obat lain yang juga memicu leukositosis yaitu, sitokin rekombinan, antihipertensi, antijamur, antibiotik, antikonvulsan, antidiabetik, antidepresan, dan lain-lain. 

Faktor risiko leukositosis

Beberapa faktor risiko leukositosis meliputi:
  • Polisitemia vera (PV)
  • Trombositemia esensial (ET)
 
Jika tidak hamil, tubuh Anda biasanya memilliki 4.000 dan 11.000. Jika jumlahnya di atas angka tesebut, kemungkinan Anda mengalami leukositosis Apa pun yang lebih tinggi dianggap leukositosis.Jika jumlah leukosit antara 50.000 dan 100.000 per mikroliter biasanya tubuh sedang mengalami infeksi yang sangat parah atau kanker. Sedangkan jika jumlah sel darah putih lebih dari 100.000 kemungkinan Anda mengalami leukemia atau kanker darah dan sumsum tulang lainnya.Diagnosis leukositosis dilakukan dengan tiga tes, yaitu:
  • Complete blood count (CBC) with differential

Tes ini hampir selalu dilakukan ketika jumlah sel darah putih Anda lebih tinggi dari biasanya karena alasan yang tidak diketahui. Untuk tes ini, darah yang diambil dari pembuluh darah Anda akan dijalankan melalui mesin untuk mengidentifikasi persentase setiap jenis sel darah putih.Setelah mengetahui jenis mana yang memiliki persentase lebih tinggi dari biasanya, dokter dapat mempersempit kemungkinan penyebab meningkatkan sel darah putih .
  • Peripheral blood smear

Tes ini dilakukan ketika dokter menemukan adanya gejala neutrofilia atau limfositosis. Untuk tes ini, lapisan tipis sampel darah Anda dioleskan pada kaca objek. Kemudian, dokter akan menggunakan mikroskop untuk melihat sel.
  • Bone marrow biopsy

Sampel sumsum tulang Anda diambil dari bagian tengah tulang, biasanya pinggul dengan jarum panjang dan diperiksa di bawah mikroskop. Tes ini bermanfaat untuk mendeteksi jika ada sel abnormal atau masalah dengan produksi atau pelepasan sel dari sumsum tulang. 
Cara mengobati leukositosis umumnya akan tergantung pada penyebabnya. Namun, pada kasus leukositosis yang ringan, jumlah sel darah putih (leukosit) dapat kembali pada jumlah normal tanpa memerlukan perawatan tertentu.Namun, pada umumnya untuk mengatasi leukositosis bisa dilakukan dengan cara ini:
  • Transplantasi sumsum tulang belakang. Penggantian sumsum tulang belakang yang bermasalah dan menimbulkan terjadinya leukositosis dengan sumsum tulang belakang baru yang sehat.
  • Pemberian obat-obatan antibiotik apabila penyebab leukositosis yang diderita adalah akibat infeksi
  • Jika leukositosis terjadi akibat peradangan, maka dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan anti-radang (anti-inflamasi) maupun obat-obatan steroid.
  • Pemberian obat-obatan anti-alergi (antihistamin) apabila penyebab leukositosis yang diderita adalah akibat adanya reaksi alergi.
  • Kemoterapi, transplantasi sumsum tulang belakang, jika leukositosis terjadi akibat leukemia.
 

Komplikasi leukositosis

Komplikasi leukositosis yang mungkin Anda alami, yaitu:
  • Gagal napas akut
  • Perdarahan paru
  • Gagal ginjal akibat leukostasis
 
Cara mencegah leukositosis yang bisa dilakukan meliputi, antara lain seperti:
  • Menjaga dan menerapkan pola hidup sehat, termasuk cara mencuci tangan yang baik dan benar guna mencegah timbulnya infeksi
  • Berhenti merokok untuk mencegah terjadinya leukositosis yang berkaitan dengan kebiasaan merokok serta mengurangi risiko terkena kanker
  • Mengurangi stres atau kecemasan dalam hidup Anda, dan segera berkonsultasi pada dokter apabila keadaan tersebut terlalu mengganggu aktivitas Anda sehari-hari
  • Menjauhi hal atau barang-barang yang dapat memicu reaksi alergi pada tubuh Anda
  • Menghindari atau mengurangi konsumsi alkohol
  • Meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan
 
Apabila Anda merasakan gejala-gejala yang mengarah pada leukositosis, sebaiknya segera lakukan konsultasi pada dokter. Hal tersebut harus dilakukan sejak dini karena leukositosis dapat menjadi pertanda tubuh Anda mengalami beberapa penyakit serius seperti leukemia maupun jenis kanker yang lain. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait leukositosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis leukositosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Cancer Therapy Advisor. https://www.cancertherapyadvisor.com/home/decision-support-in-medicine/hematology/leukocytosis
Diakses pada 19 Mei 2021
AJMJ. https://www.ajmc.com/view/is-leukocytosis-a-risk-factor-for-thrombosis-in-patients-with-myeloproliferative-neoplasms
Diakses pada 19 Mei 2021
Medscape. https://www.medscape.com/answers/956278-122662/what-are-the-complications-of-leukocytosis
Diakses pada 19 Mei 2021
MDDK. https://mddk.com/leukocytosis.html
Diakses pada 19 Mei 2021
Visual DX. https://www.visualdx.com/visualdx/diagnosis/drug-induced+leukocytosis?diagnosisId=55924&moduleId=101
Diakses pada 19 Mei 2021
Drugs. https://www.drugs.com/cg/leukocytosis.html
Diakses pada 19 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/leukocytosis#types
Diakses pada 19 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email