Penyakit Lainnya

Malnutrisi Energi Protein

07 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Malnutrisi Energi Protein
Malnutrisi energi protein bisa mengarah pada berat badan di bawah normal, atau malah berlebihan
Malnutrisi energi protein adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh mengalami kelebihan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Umumnya, malnutrisi terbagi menjadi dua jenis, yaitu kekurangan nutrisi dan kelebihan nutrisi.

Kekurangan nutrisi (undernutrition)

Malnutrisi jenis ini disebabkan karena kurangnya protein, kalori, atau zat gizi mikro. Akibatnya, malnutrisi ini mengarah pada wasting, stunting, dan underweight.
  • Wasting adalah kondisi yang ditandai oleh penurunan berat badan. 
  • Stunting terjadi ketika seseorang mengalami hambatan dalam pertumbuhan, atau tidak memiliki tinggi yang ideal pada usianya. Stunting biasanya menghambat perkembangan anak-anak dalam hal kemampuan fisik dan kognitifnya
  • Underweight muncul pada seseorang yang memiliki berat badan di bawah rata-rata (kurus).

Kelebihan nutrisi (overnutrition)

Malnutrisi jenis ini disebabkan oleh konsumsi nutrisi tertentu, seperti protein, kalori atau lemak, dan lainnya secara berlebihan. Akibatnya, kondisi ini mengarah pada overweight (kelebihan berat badan) atau obesitas.Orang yang kekurangan asupan makanan (undernourished) biasanya tidak mendapatkan vitamin dan mineral, terutama zat besi, seng, vitamin A dan yodium. Mikronutrien juga dapat terjadi karena kelebihan nutrisi, tanpa adanya asupan vitamin dan mineral secara cukup, pada saat yang bersamaan.Oleh karena itu, dalam kasus ini, kandungan makanan seperti makanan yang tinggi kalori atau lemak dan rendah nutrisi, dapat meningkatkan risiko terhadap malnutrisi. Misalnya jika terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng dan mengandung gula.  
Malnutrisi Energi Protein
Dokter spesialis Anak, Gizi
GejalaPerut bengkak, obesitas, mudah merasa kelelahan
Faktor risikoTinggal di daerah dengan akses makanan terbatas
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanMengonsumsi makanan sehat
KomplikasiGangguan mata, masalah jantung, diabetes
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala malnutrisi energi protein
Secara umum, tanda dan gejala malnutrisi energi protein dibedakan berdasarkan jenisnya. Berikut penjelasannya.

Kekurangan nutrisi (undernutrition)

Kekurangan nutrisi biasanya ditandai dengan gejala berikut ini:
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan lemak dan massa otot
  • Pipi cekung dan mata cekung
  • Perut bengkak
  • Kulit kering dan rambut rontok
  • Kelelahan
  • Kesulitan konsentrasi
  • Mudah kesal
  • Depresi dan cemas
Kekurangan nutrisi juga dibedakan menjadi dua, yaitu kwashiorkor dan marasmus. Kwashiorkor adalah kekurangan protein yang parah, sehingga menyebabkan retensi cairan dan perut menonjol. Sedangkan marasmus adalah kekurangan kalori yang parah, menyebabkan pengecilan dan kehilangan lemak dan otot yang signifikan.Selain itu, kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan defisiensi mikronutrien. Beberapa kekurangan paling umum dan gejalanya adalah sebagai berikut.
  • Kekurangan vitamin A: mata kering, rabun senja, peningkatan risiko infeksi
  • Kekurangan seng: kehilangan nafsu makan, pertumbuhan terhambat, penyembuhan luka lama, rambut rontok, diare
  • Kekurangan zat besi: gangguan fungsi otak, masalah perut dan suhu badan
  • Kekurangan yodium: pembesaran kelenjar tiroid, penurunan produksi hormon tiroid, masalah pertumbuhan dan perkembangan.

Kelebihan nutrisi (overnutrition)

Kelebihan nutrisi ditandai dengan gejala berikut ini:
 
Penyebab malnutrisi energi protein meliputi:
  • Masalah kesehatan

Masalah Kesehatan seperti gangguan pencernaan atau demensia.
  • Obat-obatan

Beberapa jenis obat memiliki efek samping seperti menurunkan nafsu makan, yang dapat meningkatkan risiko terkena malnutrisi.
  • Menu makan terbatas

Menu makan terbatas, seperti kurangnya akses untuk mendapatkan makanan.
  • Penghasilan terbatas

Hal ini dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk mendapatkan makanan memadai.
  • Gangguan kesehatan mental 

Gangguan mental seperti depresi atau penyakit mental lain, yang dapat meningkatkan risiko terkena malnutrisi.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengganggu pencernaan serta penyerapan nutrisi. 

Faktor risiko malnutrisi energi protein

Faktor-faktor risiko malnutrisi energi protein tersebut meliputi:
  • Orang yang tinggal di negara berkembang dengan akses makanan terbatas
  • Orang dengan kebutuhan nutrisi yang banyak, terutama anak-anak dan wanita hamil atau menyusui
  • Orang tua, terutama yang hidup sendiri atau mengalami cacat
  • Seseorang yang memiliki masalah penyerapan nutrisi
  • Kesulitan saat menelan makanan (disfagia)
 
Diagnosis malnutrisi energi protein dilakukan dengan cara berikut ini:
  • Pemeriksaan fisik
  • Mengukur indeks massa tubuh dengan alat khusus
  • Tes darah untuk skrining dan pemantauan umum
  • Tes khusus untuk mengecek nutrisi tertentu, seperti zat besi atau vitamin
  • Tes prealbumin, karena malnutrisi biasanya mempengaruhi kadar protein ini
  • Tes albumin, yang mungkin mengindikasikan penyakit hati atau ginjal
 
Cara mengobati malnutrisi energi protein umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan secara umum.Dokter biasanya merekomendasikan langkah-langkah ini untuk mengatasi malnutrisi.

Perbaikan pola makan

Mengubah menu makan, yaitu dengan membuat daftar menu makan khusus untuk memastikan penderita mendapatkan nutrisi yang cukup, dengan mengonsumsi makanan sehat.

Pemberian asupan nutrisi

Penderita yang mengalami masalah menelan atau terkena penyakit kronis. dapat memperoleh asupan nutrisi melalui: 
    • Tabung nasogastric, yaitu tabung yang melewati hidung dan masuk ke lambung
    • Tabung yang ditempatkan langsung ke perut atau usus, melalui kulit perut
    • Nutrisi parenteral, yaitu nutrisi yang dimasukkan langsung ke dalam darah melalui tabung vena atau infus 
 

Komplikasi malnutrisi energi protein

Jika tidak ditangani dengan optimal, malnutrisi energi protein dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga meningkatkan risiko infeksi
  • Proses penyembuhan luka yang lama
  • Kelemahan otot dan penurunan massa tulang, yang dapat menyebabkan jatuh dan patah tulang
  • Meningkatkan risiko rawat inap yang lebih tinggi
  • Meningkatkan risiko kematian
  • Gangguan kesehatan mata
  • Sakit jantung
  • Diabetes
 
Cara paling efektif untuk mencegah malnutrisi adalah mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, yaitu antara lain dengan:
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Mengonsumsi roti, nasi, kentang, pasta, atau makanan bertepung lainnya
  • Mengonsumsi susu atau makanan olahan susu
  • Mengonsumsi daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sumber protein non-susu lainnya
 
Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan yang berisiko berujung pada malnutrisi. Selain itu, apabila Anda atau orang terdekat mengalami tanda-tanda terkena malnutrisi, segera temui dokter. Dengan demikian, dokter dapat memberikan perawatan yang sesuai, seperti membuat daftar menu makanan atau memberikan suplemen.  
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait malnutrisi energi protein?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis malnutrisi energi protein agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/malnutrition#definition
Diakses pada 4 Januari 2019 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/caregivers/in-depth/senior-health/art-20044699
Diakses pada 4 Januari 2019 
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/
Diakses pada 4 Januari 2019 
WHO. https://www.who.int/topics/malnutrition/en/
Diakses pada 4 Januari 2019
Medical news today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/179316#diagnosis
Diakses pada 7 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email