Mata

Mata Lelah

25 May 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mata Lelah
Mata lelah adalah kondisi yang sering terjadi setelah mata digunakan secara intens. Misalnya, setelah menatap komputer atau gawai terlalu lama. Mengemudikan kendaraan dan membaca telalu lama juga bisa menjadi penyebabnya.Kondisi ini dianggap sebagai gejala semata, bukan sebagai penyakit mata. Meski mengganggu, mata lelah atau astenopia pada umumnya tidak menimbulkan efek serius untuk kesehatan mata secara umum. Salah satu gejala yang menimpa organ penglihatan ini biasanya akan sembuh jika pasien diminta untuk mengistirahatkan mata.Selain istirahatkan mata, cara mengatasi mata lelah juga mungkin memerlukan bantuan dokter. Hal ini terutama jika kondisi tersebut terkait dengan penyakit yang mendasari.Namun secara umum, mata lelah akan membaik dengan melakukan perubahan perilaku atau meminimalisir faktor risiko. 
Mata Lelah
Dokter spesialis Mata
GejalaMata pegal, kering, sensitif terhadap cahaya
Metode diagnosisPemeriksaan mata
PengobatanPenggunaan kacamata atau lensa kontak, obat tetes, operasi
ObatObat tetes mata buatan
KomplikasiMasalah pada retina, katarak, degenerasi makula
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala mata lelah yang disertai sakit kepala, pandangan kabur, dan gangguan penglihatan
Beberapa gejala mata lelah yang bisa Anda rasakan, yaitu:
  • Mata terasa nyeri, pegal, lelah
  • Mata menjadi kering atau berair
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Sulit memfokuskan pandangan
  • Nyeri pada leher, bahu, atau punggung
  • Beberapa orang juga dapat mengalami mual, migrain, atau otot wajah berkedut
 
Penyebab mata lelah yang paling umum adalah berbagai aktivitas yang menggunakan mata secara intens. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Bekerja di depan komputer terlalu lama
  • Menggunakan gawai terlalu lama
  • Bermain game di komputer
  • Menonton televisi terlalu lama
  • Menatap objek dalam kondisi yang terlalu gelap atau terlalu terang
  • Paparan terhadap cahaya yang terlalu terang
  • Paparan terhadap angin yang kering dari kipas angin atau pendingin ruangan
  • Membaca terus-menerus
  • Ukuran kacamata yang tidak pas
  • Menyetir jarak jauh
  • Menderita mata kering atau kelainan refraksi yang tidak diperbaiki
  • Stres atau terlalu lelah
  • Kurang tidur
  • Menulis
Mata menjadi lelah saat frekuensi kedipan mata berkurang. Dalam keadaan normal, mata dapat berkedip hingga 18 kali per menit. Kedipan mata sendiri berguna untuk membasahi kembali mata dengan air mata. Tapi jika kedipan mata berkurang, mata akan menjadi kering, gatal, dan terasa panas.Dalam beberapa kasus, faktor risiko mata lelah juga bisa karena memiliki masalah mata yang mendasarinya. Beberapa penyakit ini meliputi otot mata tidak seimbang atau penglihatan tidak terkoreksi. Kehadiran beberapa masalah tersebut bisa memperburuk gejala mata lelah. 
Diagnosis mata lelah dilakukan setelah melalui wawancara terarah dengan pasien dan ditunjang dengan pemeriksaan mata. Pemeriksaan mata yang dilakukan biasanya melibatkan serangkaian tes.Rangkaian tes itu diperlukan guna mengevaluasi penglihatan dan memeriksa apakah mata memiliki penyakit atau tidak. Beberapa instrumen mungkin akan digunakan dokter termasuk menyinari mata dengan cahaya terang atau mencoba melihat dengan serangkaian lensa.Pemeriksaan mata juga diperlukan guna membantu mendeteksi masalah pada organ penglihatan sedini mungkin. Makin dini masalah terdeteksi, makin besar kemungkinan untuk sembuh. 
Pada umumnya pengobatan mata lelah cukup dilakukan dengan mengistirahatkan mata saja. Namun, jika gejala ini terlalu berat atau terdapat penyakit lain, pengobatan medis mungkin diperlukan.Adapun pengobatan yang mungkin diberikan oleh dokter antara lain:
  • Kaca mata
  • Lensa kontak
  • Obat tetes mata
  • Operasi refraktif
Tindakan mandiri di rumah bisa juga dilakukan guna meredakan mata lelah. Adapun tindakan yang bisa dilakukan tersebut antara lain:
  • Menyesuaikan pencahayaan ruangan saat bekerja di depan layar komputer, menonton televisi, atau saat membaca.
  • Istirahatkan mata sesekali ketika sedang melakukan pekerjaan yang mengharuskan mata melihat dalam jarak dekat.
  • Redakan mata kering dengan membasuh maata dengan air mata buatan.
  • Jika perlu, kontak dokter guna menentukan tetes mata yang sesuai.
  • Tingkatkan kualitas udara di ruangan tempat bekerja atau beraktivitas.
  • Sesuaikan posisi monitor atau televisi dengan baik agar tak membebani mata.
  • Atur kecerahan layar gadget senyaman mungkin untuk mata.
  • Jika perlu, konsumsilah suplemen tertentu guna meredakan kelelahan pada mata
 

Komplikasi mata lelah

Komplikasi mata lelah umumnya tidak bersifat serius atau hadir dalam jangka panjang. Hanya saja, kondisi ini bisa makin parah dan tidak menyenangkan penderitanya.Selain itu, mata lelah sering membuat pasien merasa lelah dan susah melakukan konsentrasi sehinnga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. 
Beberapa tips untuk mencegah mata lelah, antara lain:
  • Gunakan air mata palsu untuk menyegarkan mata kembali jika terasa kering
  • Saat menggunakan komputer, gawai, atau televisi gunakan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke suatu objek yang jaraknya 20 kaki dari Anda (6 m)
  • Tidak membaca terlalu dekat
  • Posisikan pencahayaan ruangan dengan baik. Hindari pancaran sinar langsung ke mata Anda
  • Beri jarak komputer atau gawai setidaknya sepanjang lengan bawah Anda, sekitar 50 cm
  • Gunakan kursi yang mudah diatur selama Anda bekerja di depan layar komputer
  • Periksakan mata Anda secara teratur ke dokter mata, setidaknya setiap 6 bulan
  • Kompres mata dengan air hangat untuk memberikan efek relaksasi
 
Mata lelah pada umumnya bukan kondisi serius. Tetapi jika gejala mata lelah disertai dengan sakit kepala, pandangan kabur, atau gangguan penglihatan, segera periksakan diri ke dokter. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait mata lelah?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis mata lelah agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/asthenopia#prevention
Diakses pada 1 November 2019
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/eye_strain/article.htm#is_it_possible_to_prevent_eye_strain
Diakses pada 1 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/eyestrain/diagnosis-treatment/drc-20372403
Diakses pada 1 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/eye-exam/about/pac-20384655
Diakses pada 25 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/eye-fatigue-causes-symptoms-treatment#1
Diakses pada 25 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/prevent-digital-eyestrain
Diakses pada 25 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email