Kepala

Meningitis Bakterialis

01 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Meningitis Bakterialis
Meningitis bakterialis terjadi karena infeksi bakteri
Meningitis bakterialis adalah jenis meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini dapat menyerang berbagai golongan usia, termasuk bayi baru lahir.Pengobatan medis harus segera dilakukan jika Anda mencurigai seseorang menderita meningitis. Pasalnya, meningitis akibat bakteri merupakan jenis meningitis yang serius dan dapat memicu berbagai komplikasi.Pengobatan lebih awal pada meningitis bakterialis dapat mencegah komplikasi serius. Seperti kerusakan otak permanen, gangguan belajar, gangguan pendengaran, bahkan kematian. Dokter akan memberikan antibiotik untuk menangani penyakit ini.Kuman penyebab meningitis bakteri, seperti L. Monocytogenes, dapat menyebar melalui makanan. Tetapi sebagian besar bakteri ini menyebar dari satu orang ke orang lain. 
Meningitis Bakterialis
Dokter spesialis Saraf
GejalaDemam, sakit kepala, sakit leher
Faktor risikoBayi, menderita HIV, ahli mikrobiologi
Metode diagnosisTes cairan serebrospinal
PengobatanObat-obatan
ObatAntibiotik
KomplikasiGangguan belajar, gangguan pendengaran, kematian
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala meningitis bakterialis
Gejala meningitis bakterialis serupa dengan meningitis pada umumnya. Beberapa indikasinya bisa meliputi:
Ada pula gejala lain yang menjadi penyertanya, seperti mual dan muntah, penurunan kesadaran, kejang, ruam kulit, dan penurunan nafsu makan.Bila terjadi pada bayi di bawah 1 bulan, gejala meningitis bakteriasli dapat berupa:
  • Tidak mau menyusu
  • Bayi tampak lemas dan tidak berenergi
  • Iritasi
  • Henti napas sesaat (apnea).
  • Tidak menunjukkan respons apapun (apatis)
  • Demam
  • Kejang
  • Penyakit kuning (jaundice)
  • Syok
 
Bakteri dapat memasuki pembuluh darah dan mengalir ke otak dan tulang belakang, kemudian menyebabkan meningitis bakterialis. Tetapi penyakit ini juga bisa terjadi karena bakteri yang menyerang meninges secara langsung. Misalnya, melalui infeksi telinga atau infeksi sinus, retak tulang tengkorak, atau prosedur operasi.Jenis bakteri penyebab meningitis bakterialis umumnya meliputi:
  • Streptococcus pneumoniae

Streptococcus pneumoniae merupakan penyebab meningitis bakteri yang paling umum pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Bakteri ini lebih sering menyebabkan pneumonia atau infeksi telinga dan sinus. Imunisasi dapat membantu mencegah infeksi dari bakteri jenis ini.
  • Neisseria meningitidis

Neisseria meningitidis adalah penyebab umum infeksi saluran pernapasan atas. Nmaun bakteri ini dapat pula menyebabkan meningitis meningokokal ketika bakteri masuk ke pembuluh darah. Imunisasi juga bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan.
  • Haemophilus influenzae

Bakteri Haemophilus influenzae tipe B adalah penyebab dari meningitis bakterialis pada anak. Pemberian imunisasi HIB dapat mengurangi risikonya.
  • Listeria monocytogenes

Listeria monocytogenes dapat ditemukan dalam keju yang tidak dipasteurisasi serta daging yang diawetkan (seperti sosis atau daging kalengan). Wanita hamil, bayi baru lahir, orang dengan sistem imun lemah termasuk kalangan yang paling mudah terkena infeksi bakteri ini. 

Faktor risiko meningitis bakterialis

Beberapa faktor risiko penyakit ini meliputi:
  • Bayi
  • Menderita penyakit tertentu, seperti HIV, kebocoran cairan serebrospinal, atau tidak memiliki limpa
  • Ahli mikrobiologi
  • Bepergian ke suatu negara, misalnya Afrika sub-Sahara, khususnya selama musim kemarau
 
Diagnosis meningitis bekterialis dapat ditegakkan dengan pengambilan dan pemeriksaan cairan serebrospinal (cairan otak dan tulang belakang). Cairan ini akan diperiksa di laboratorium untuk melihat apa penyebab dari infeksi.Langkah pemeriksaan tersebut sangat penting untuk mengetahui penyebab khusus dari meningitis, sehingga dokter bisa memberikan pengobatan dengan tepat. 
Cara mengobati meningitis bakterialis umumnya tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Pengobatan penyakit ini biasa dilakukan dengan memberikan antibiotik melalui infus (intravena) dan terkadang ditambah dengan kortikosteroid. Penanganan ini membantu untuk memastikan pemulihan serta mengurangi risiko komplikasi, seperti pembengkakan otak dan kejang.Jenis antibiotik yang diberikan akan bergantung pada tipe bakteri penyebab infeksi meninges. Dokter akan merekomendasikan antibiotik spektrum luas sampai dapat menentukan bakteri pemicunya dengan pasti. Dokter juga mungkin mengeringkan sinus atau mastoid pasien yang terinfeksi. Sinus dan mastoid merupakan tulang di belakang telinga luar yang terhubung ke telinga tengah. 

Komplikasi meningitis bakterialis

Jika tidak ditangani dengan benar, meningitis bakterialis bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
 
Pencegahan meningitis bakterialis dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Membiasakan cuci tangan, khususnya setelah ke toilet atau sebelum makan atau menyiapkan makanan. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran bakteri.
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, misalnya tidak meminjam atau meminjamkan barang-barang pribadi dengan orang lain. Mulai dari handuk, sikat gigi, peralatan makan, makeup, dan banyak lagi.
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap baik, contohnya dengan mendapatkan istirahat yang cukup, berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan sehat dan seimbang (seperti buah dan sayur).
  • Menutup mulut ketika batuk atau bersin.
  • Jangan mengonsumsi makanan mentah, terutama bagi wanita yang sedang hamil. Masaklah makanan hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Melakukan vaksinasi, seperti HiB, PCV13, dan vaksin meningococcal conjugate.
 
Sebelum menemui dokter, Anda sebaiknya mempersiapkan hal-hal berikut ini:
  • Tanyakan apakah ada pantangan yang perlu dilakukan sebelum menjalani pemeriksaan, misalnya puasa.
  • Catat semua gejala yang dialami.
  • Catat informasi pribadi.
  • Catat semua obat, obat herba, vitamin, dan suplemen yang dikonsumsi 
  • Catat pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Ajaklah teman atau anggota keluarga untuk menemani Anda saat berkonsultasi. Dengan ini, mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada meningitis bakterialis. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut: 
  • Seberapa parah gejalanya? Apakah gejalanya memburuk?
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah ada hal-hal yang meringankan atau memperburuk gejala?
  • Apakah Anda terpapar dengan orang yang menderita meningitis?
  • Apakah ada orang yang memiliki gejala yang sama di rumah Anda?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis meningitis bakterialis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/meningitis/bacterial.html
Diakses pada 1 September 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/961497-overview
Diakses pada 1 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email