Penyakit Lainnya

Micrognathia

19 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Micrognathia
Micrognathia adalah kondisi rahang bawah lebih kecil dari ukuran normal. Kondisi ini yang juga dikenal dengan istilah hipoplasia mandibula ini biasanya terjadi sejak lahir, bisa memicu bayi mengalami gangguan makan dan pernapasan.Kondisi ini juga dapat menyebabkan gigi atas dan bawah menjadi tidak sejajar. Akibatnya, ruang bagi gigi untuk tumbuh menjadi terbatas.Oleh karena itu, anak-anak dengan micrognathia perlu sebaiknya diperiksakan ke ortodontis untuk mendapatkan perawatan ketika gigi tetapnya tumbuh. Artodontis adalah dokter gigi yang memiliki keahlian khusus dalam mempelajari estetika posisi gigi, rahang, serta wajah.Meski begitu, micrognathia terkadang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Pasalnya, rahang bisa tumbuh dengan sempurna selama masa pubertas. 
Micrognathia
Dokter spesialis Anak, Gigi
GejalaRahang bawah lebih kecil dari normal, kesulitan bernapas
Faktor risikoTrisomi 13, trisomy 18, sindrom Marfan
Metode diagnosisUSG, pemeriksaan fisik
PengobatanContinuous positive airway pressure, operasi
KomplikasiGigi tidak tumbuh dengan baik, kesulitan bernapas, sleep apnea
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala micrognathia
Secara umum, gejala micrognathia meliputi:
  • Rahang bawah lebih kecil dari ukuran normal
  • Napas yang terdengar berisik
  • Kesulitan makan, yang bisa berujung pada penambahan berat badan yang kurang
  • Sleep apnea
  • Kualitas tidur yang kurang baik
 
Penyebab micrognathia adalah kelainan genetik, namun juga dapat terjadi secara acak. Pada beberapa kasus, pemicunya bahkan tidak diketahui dengan tepat.Selama dalam kandungan, bayi akan menjalani proses pertumbuhan yang rumit. Bila terjadi proses ini mengalami gangguan, kondisi cacat lahir bisa muncul, termasuk micrognathia. 

Faktor risiko micrognathia

Beberapa faktor risiko kondisi ini meliputi:
Baca juga: Mengenal Trisomi 13, Kelainan Genetik yang Mengancam Nyawa Bayi 
Diagnosis micrognathia dapat dilakukan melalui:

Diagnosis sejak janin

Kondisi micrognathia dapat terdeteksi ketika sang ibu menjalani USG tiga dimensi pada usia kandungan 10 minggu. Kondisi ini bisa didiagnosis dengan jelas jika kepala bayi berada pada posisi yang tepat.Selain itu, dokter juga bisa menggunakan dua metode tertentu, yaitu membuat penilaian subjektif berdasarkan hasil USG atau mengukur rahang janin lewat hasil USG.Ketika sudah mendiagnosis micrognathia sejak bayi masih dalam kandungan, dokter mungkin akan menyarankan tes genetik lebih lanjut. Dengan diagnosis yang akurat, tim dokter dapat menawarkan konseling pranatal pada orang tua dan mengatur perawatan pascalahir yang lebih baik untuk bayi.

Diagnosis setelah bayi lahir

Diagnosis micrognathia dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik saat bayi lahir. Namun kondisi ini bisa saja juga bisa baru terjadi saat bayi sudah tumbuh. Karena itu, orang tua harus memperhatikan gejala yang mungkin dialami oleh buah hatinya.Bila mencurigai kondisi ini, segera periksakan anak ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat medis anak maupun keluarga dengan saksama.Setelah itu, dokter dapat menyarankan beberapa tes berikut untuk memastikan diagnosis:
  • Tes pencitraan, seperti rontgen atau CT scan guna memeriksa anatomi rahang, wajah, dan kepala anak
  • Studi tidur atau polisomnografi untuk mengukur pernapasan anak, stimulasi otak, fungsi jantung, dan tingkat oksigenasi selama ia tidur
 
Cara mengobati micrognathia umumnya akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Rahang anak juga biasanya bisa kembali tumbuh dengan normal saat anak berusia 6-18 bulan, sehingga mungkin tidak memerlukan perawatan khusus.Namun jika micrognathia tidak bisa sembuh dengan sendirinya, dokter dapat menyarankan beberapa penanganan berikut:

Perawatan nonbedah

Dokter dapat merekomendasikan posisi tidur yang berbeda untuk menjaga jalan napas bayi agar tetap terbuka.Bayi juga mungkin perlu memakai tabung nasofaring untuk menjaga jalan napasnya. Tabung ini dimasukkan ke dalam lubang hidung hingga mencapai tenggorokan.Tidak hanya itu, dokter mungkin akan menyarankan pasien menggunakan alat continuous positive airway pressure (CPAP). Alat ini bertujuan meningkatkan suplai udara pada anak.

Operasi

Tiga jenis operasi di bawah ini mungkin dianjurkan oleh dokter:
  • Adhesi lidah-bibir

Operasi ini dilakukan dengan menempelkan lidah melalui cara khusus ke rahang bawah, sehingga tidak menghalangi pernapasan pasien.
  • Osteogenesis distraksi mandibula (MDO)

Pada operasi MDO, dokter akan membuat sayatan di tulang rahang bawah sebelah kiri dan kanan. Dokter kemudian memasukkan alat untuk melebarkan celah dan mendorong pertumbuhan tulang di ruang tersebut.Prosedur ini dapat memperbaiki jalan napas dalam hitungan minggu. Namun harap diingat bahwa MDO bisa memicu beberapa risiko tertentu, seperti infeksi dan kerusakan saraf.
  • Trakeostomi

Melalui trakeostomi, dokter akan membuat lubang di leher pasien dan memasukkan tabung ke tenggorokan untuk membuat jalan napas. Prosedur ini membutuhkan perawatan yang penuh kehati-hatian. 

Komplikasi micrognathia

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Gigi tidak tumbuh dengan baik
  • Kesulitan bernapas
  • Sleep apnea
 
Cara mencegah micrognathia tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, kondisi ini disebabkan oleh kelainan genetik. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada micrognathia. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait micrognathia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis micrognathia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Children Hospital Of Philadelphia. https://www.chop.edu/conditions-diseases/micrognathia
Diakses pada 19 Oktober 2021
Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/sleep-apnea/micrognathia
Diakses pada 19 Oktober 2021
Mount Sinai. https://www.mountsinai.org/health-library/symptoms/micrognathia
Diakses pada 19 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/children/what-is-micrognathia
Diakses pada 19 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email